Menu

Mode Gelap

Hikmah · 22 Des 2025 22:46 WIB ·

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Penulis: Khaerul Umam


 إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ Perbesar

Oleh :

KHAERUL UMAM, S.Ag*)

(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)

 

ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

أللهم صل على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما صليت على سَيْدِنَا إبراهيم  وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم وبارك على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما باركت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنك حميد مجيد

۞ اَللهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّد ﷺ ۞

 

       Gemerlap dunia terkadang membuat kita lupa dengan kematian. Padahal kematian tak selalu datang saat usia sudah senja, bisa jadi saat kita masih muda dan tampak sehat juga bugar. Tapi yang paling penting dari itu, jangan sampai kita menghadapi kematian dalam kondisi yang buruk. Kita harus memastikan akhir hidup kita bisa mencapai husnul khotimah atau akhir yang baik dan diridai Allah SWT. Husnul khotimah berasal dari Bahasa Arab, husnul berarti baik dan khotimah berarti akhir. Istilah husnul khotimah digunakan untuk mengungkapkan akhir kehidupan seseorang yang baik atau kondisi seseorang yang baik saat menghadapi kematian. Dalam Bahasa Indonesia, penulisan baku husnul khotimah adalah husnulkhatimah dan memiliki arti penutupan akhir hidup yang baik dari seseorang atau akhir hayat yang baik dari seseorang.

       Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa husnul khotimah adalah kondisi di mana Allah Swt memberikan taufik kepada seorang hamba agar menjauhkan diri dari hal-hal yang dibenci-Nya, menyesali dan bertaubat dari perbuatan dosa dan maksiat, serta bergegas dan istiqamah dalam ketaatan dan amal saleh. Sehingga, jika orang tersebut wafat, maka ia telah ada dalam kondisi baik atau husnul khotimah.

       Akhir yang baik bukan hadiah yang datang tiba–tiba. Ia adalah buah dari perjalanan panjang seseorang menjaga hati, memperbaiki niat, dan menata langkah meski sering jatuh bangun. Karena setiap manusia akan dinilai bukan dari awalnya… tetapi dari bagaimana ia menutup hidupnya. Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ, dan ini dicatat oleh Ibnu Hibban dalam kitab Sahihnya. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ , artinya : ”Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada penutupnya. (HR. Bukhari).

Satu kalimat pendek, namun cukup untuk membuat kita menangis memikirkan akhir perjalanan kita sendiri. Al-Qur’an mengingatkan:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ۝١

     Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102).

        Ayat ini seakan memegang tangan kita dan berbisik: “Jangan lengah… jaga dirimu sampai akhir”. Maka siapa pun yang hari ini sedang berjuang memperbaiki diri, meski masih banyak kekurangan, ketahuilah… Allah SWT tidak melihat siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling istiqamah hingga akhir. Kadang perjalanan kita berantakan, tetapi Allah mampu menutupnya dengan indah jika kita kembali dengan hati yang jujur.

      Untuk menggapai husnul khotimah itu pun tidaklah mudah, sebab setan bisa saja mengambil kesempatan di akhir hidup kita. Setan bisa saja berusaha sekuat tenaga untuk menyesatkan manusia dengan segala cara. Nah, agar terhindar dari godaan setan itu, Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan kepada umatnya, yakni doa memohon agar Allah selalu menetapkan hati kita untuk terus beriman pada-Nya sampai akhir hayat. Doa tersebut ada dalam Al-Qur’an:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”(QS. Ali-Imran: 8).

        Doa lainnya yang diajarkan Rasulullah SAW dan sering kita baca diantaranya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ

     Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu husnul khatimah (akhir hidup yang baik), dan aku berlindung kepada-Mu dari su’il khatimah (akhir hidup yang buruk).”

      Jangan pernah putus asa. Betapa sering seseorang hidup biasa-biasa saja, namun Allah menutup hidupnya dengan husnul khatimah karena satu amal ikhlas yang Allah pilih sebagai cahaya penutup hidupnya. Dan betapa banyak pula orang yang tampak hebat, namun berakhir buruk karena hatinya jauh dari keikhlasan. Karena itu, teruslah memperbaiki niat, teruslah kembali kepada Allah, teruslah memperbanyak amal yang tidak dilihat manusia. Kita semua sedang menuju satu pintu yang sama: penutup kehidupan. Semoga ketika tiba saatnya, Allah menutup hidup kita dengan sebaik-baik penutup.

 

———

**)Penulis adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang,   da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.

 

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 19 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Bakti Tulus Yang Tak Tergerus Arus

22 Desember 2025 - 23:39 WIB

THAIF, Negeri Yang Diberkahi

22 Desember 2025 - 23:07 WIB

Cinta Itu Anugerah

22 Desember 2025 - 22:51 WIB

Merawat Kepedulian Sosial Melalui Bantuan Sarana Ibadah

16 Desember 2025 - 10:22 WIB

KUA Muara Batang Gadis didampingi CPNS Penghulu dan staf menyalurkan donasi Al-Qur’an dan perlengkapan salat kepada masyarakat Sulang Aling.

APAKAH GAJI ATAU PENDAPATAN SUAMI WAJIB DIBERIKAN SEPENUHNYA KEPADA ISTRI?

15 Desember 2025 - 18:37 WIB

Ekoteologi dan Tanggung Jawab Kita Menjaga Bumi

8 Desember 2025 - 17:04 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x