Menu

Mode Gelap

Opini ยท 26 Agu 2025 02:23 WIB ยท

Menikah itu Saling Terbuka dan Percaya

Penulis: Mahbub Fauzie


 Menikah itu Saling Terbuka dan Percaya Perbesar

๐Œ๐ž๐ง๐ข๐ค๐š๐ก ๐ˆ๐ญ๐ฎ ๐’๐š๐ฅ๐ข๐ง๐  ๐“๐ž๐ซ๐›๐ฎ๐ค๐š ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐œ๐š๐ฒ๐š

Oleh: Mahbub Fauzie

Pernikahan bukan sekadar ikatan hukum, akad suci dan sakral ataupun walimahan yang meriah. Ia adalah komitmen dua insan untuk hidup bersama dalam suka maupun duka, berbagi kebahagiaan sekaligus menghadapi ujian. Banyak orang mengira cinta saja cukup untuk mempertahankan rumah tangga. Padahal, tanpa keterbukaan dan kepercayaan, cinta pun bisa goyah dan memudar.

Di era modern ini, godaan datang dari berbagai penjuru arah, mulai dari media sosial, tekanan pekerjaan, gaya hidup instan, hingga standar-standar tidak realistis yang kerap membuat pasangan kehilangan arah. Maka, dalam pernikahan, keterbukaan dan kepercayaan bukan hanya penting, melainkan krusial.

๐Š๐ž๐ญ๐ž๐ซ๐›๐ฎ๐ค๐š๐š๐ง, ๐‰๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐ซ ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐š๐ก๐ฆ๐š๐ญ

Keterbukaan dalam pernikahan berarti saling berbagi perasaan, pikiran, dan harapan. Ketika dua orang terbiasa bicara dari hati ke hati, mereka menciptakan ruang aman untuk saling memahami. Mereka tidak menyembunyikan masalah atau menyimpan prasangka, karena tahu bahwa pasangan adalah sahabat hidup yang siap mendengar tanpa menghakimi.

Dalam Islam, keterbukaan dan kejujuran adalah fondasi hubungan yang sehat. Allah SWT berfirman: โ€œWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah, dan katakanlah perkataan yang benar.โ€
(QS. Al-Ahzab: 70)

Ayat ini mengajarkan pentingnya berkata jujur dalam segala situasi, termasuk dalam hubungan suami istri. Kejujuran membangun rasa aman, sementara kebohongan sekecil apa pun bisa merusak kepercayaan yang telah lama dibangun.

Masalah keuangan, hubungan dengan keluarga besar, atau bahkan hal-hal kecil seperti rasa lelah atau stres perlu dikomunikasikan dengan terbuka. Rumah tangga bukan tempat untuk menumpuk masalah, tetapi ruang untuk saling menguatkan.

๐Š๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐œ๐š๐ฒ๐š๐š๐ง, ๐๐ข๐ฅ๐š๐ซ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐“๐š๐ค ๐“๐ž๐ซ๐ ๐š๐ง๐ญ๐ข๐ค๐š๐ง

Jika keterbukaan adalah jembatan komunikasi, maka kepercayaan adalah fondasi hubungan. Tanpa rasa percaya, hubungan akan dipenuhi kecurigaan dan kekhawatiran. Ini melelahkan dan menguras emosi.

Rasulullah SAW bersabda:”Orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang menggauli istrinya, lalu ia menyebarkan rahasianya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini mengingatkan bahwa menjaga kepercayaan pasangan adalah amanah besar. Dalam pernikahan, banyak hal yang bersifat pribadi dan sakral. Jika kepercayaan dilanggar, luka yang ditimbulkan tidak selalu bisa sembuh dengan kata maaf.

Kepercayaan juga berarti memberi pasangan ruang untuk berkembang, bergaul secara sehat, dan beraktivitas tanpa diawasi berlebihan. Tentu, semua ini butuh komunikasi yang sehat dan saling pengertian.

๐Œ๐ž๐ง๐ข๐ค๐š๐ก ๐๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐‡๐š๐ง๐ฒ๐š ๐‘๐จ๐ฆ๐š๐ง๐ญ๐ข๐ฌ, ๐“๐š๐ฉ๐ข ๐‘๐ž๐š๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฌ

Menikah bukan seperti adegan film yang selalu manis. Ia adalah realitas yang penuh rutinitas, konflik, dan dinamika. Justru di situlah keindahannya: ketika dua orang berusaha memahami dan mencintai dalam kondisi apapun.

Pernikahan yang sakinah bukan tercipta dari kehidupan yang selalu mulus, tetapi dari upaya dua hati untuk terus saling terbuka dan menjaga kepercayaan, bahkan di saat-saat sulit. Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana beliau memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kasih, komunikasi yang lembut, dan kepercayaan yang utuh.

Maka, ketika rumah tangga dilandasi oleh nilai-nilai ini, keterbukaan, kejujuran, dan kepercayaan, maka insyaAllah, ia akan menjadi surga kecil di dunia.

Seperti sabda Nabi SAW: โ€œSebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.โ€
(HR. Tirmidzi)

Sudah saatnya kita membangun rumah tangga bukan hanya berdasarkan cinta yang romantis, tapi juga pada nilai-nilai yang diajarkan oleh agama. Karena menikah itu bukan hanya soal hidup bersama, tapi juga soal bertumbuh bersama dalam iman dan kepercayaan.

Kota Dingin, 26 Agustus 2025
@sorotan

5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 103 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Mengapa Kita Memperingati Isra Miโ€™raj? Sebuah Tinjauan Hukum Islam.

7 Januari 2026 - 12:20 WIB

Menikahlah, dan Temukan Bahagiamu dalam Indahnya Pernikahan

7 Januari 2026 - 11:28 WIB

Pernikahan Tercatat Menjadi Perlindungan Nyata Bagi Hak-Hak Seorang Istri

6 Januari 2026 - 10:00 WIB

Selisih Paham Perceraian, Bawa Saja ke Pengadilan Agama!

2 Januari 2026 - 05:44 WIB

Refleksi Penghulu di Tahun 2025

31 Desember 2025 - 14:14 WIB

Catatan Penting Penghulu Dalam Pemeriksaan Calon Pengantin

19 Desember 2025 - 12:41 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x