๐๐๐ง๐ข๐ค๐๐ก ๐๐ญ๐ฎ ๐๐๐ฅ๐ข๐ง๐ ๐๐๐ซ๐๐ฎ๐ค๐ ๐๐๐ง ๐๐๐ซ๐๐๐ฒ๐
Oleh: Mahbub Fauzie
Pernikahan bukan sekadar ikatan hukum, akad suci dan sakral ataupun walimahan yang meriah. Ia adalah komitmen dua insan untuk hidup bersama dalam suka maupun duka, berbagi kebahagiaan sekaligus menghadapi ujian. Banyak orang mengira cinta saja cukup untuk mempertahankan rumah tangga. Padahal, tanpa keterbukaan dan kepercayaan, cinta pun bisa goyah dan memudar.
Di era modern ini, godaan datang dari berbagai penjuru arah, mulai dari media sosial, tekanan pekerjaan, gaya hidup instan, hingga standar-standar tidak realistis yang kerap membuat pasangan kehilangan arah. Maka, dalam pernikahan, keterbukaan dan kepercayaan bukan hanya penting, melainkan krusial.
๐๐๐ญ๐๐ซ๐๐ฎ๐ค๐๐๐ง, ๐๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐ซ ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐๐๐ก๐ฆ๐๐ญ
Keterbukaan dalam pernikahan berarti saling berbagi perasaan, pikiran, dan harapan. Ketika dua orang terbiasa bicara dari hati ke hati, mereka menciptakan ruang aman untuk saling memahami. Mereka tidak menyembunyikan masalah atau menyimpan prasangka, karena tahu bahwa pasangan adalah sahabat hidup yang siap mendengar tanpa menghakimi.
Dalam Islam, keterbukaan dan kejujuran adalah fondasi hubungan yang sehat. Allah SWT berfirman: โWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah, dan katakanlah perkataan yang benar.โ
(QS. Al-Ahzab: 70)
Ayat ini mengajarkan pentingnya berkata jujur dalam segala situasi, termasuk dalam hubungan suami istri. Kejujuran membangun rasa aman, sementara kebohongan sekecil apa pun bisa merusak kepercayaan yang telah lama dibangun.
Masalah keuangan, hubungan dengan keluarga besar, atau bahkan hal-hal kecil seperti rasa lelah atau stres perlu dikomunikasikan dengan terbuka. Rumah tangga bukan tempat untuk menumpuk masalah, tetapi ruang untuk saling menguatkan.
๐๐๐ฉ๐๐ซ๐๐๐ฒ๐๐๐ง, ๐๐ข๐ฅ๐๐ซ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ค ๐๐๐ซ๐ ๐๐ง๐ญ๐ข๐ค๐๐ง
Jika keterbukaan adalah jembatan komunikasi, maka kepercayaan adalah fondasi hubungan. Tanpa rasa percaya, hubungan akan dipenuhi kecurigaan dan kekhawatiran. Ini melelahkan dan menguras emosi.
Rasulullah SAW bersabda:”Orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang menggauli istrinya, lalu ia menyebarkan rahasianya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini mengingatkan bahwa menjaga kepercayaan pasangan adalah amanah besar. Dalam pernikahan, banyak hal yang bersifat pribadi dan sakral. Jika kepercayaan dilanggar, luka yang ditimbulkan tidak selalu bisa sembuh dengan kata maaf.
Kepercayaan juga berarti memberi pasangan ruang untuk berkembang, bergaul secara sehat, dan beraktivitas tanpa diawasi berlebihan. Tentu, semua ini butuh komunikasi yang sehat dan saling pengertian.
๐๐๐ง๐ข๐ค๐๐ก ๐๐ฎ๐ค๐๐ง ๐๐๐ง๐ฒ๐ ๐๐จ๐ฆ๐๐ง๐ญ๐ข๐ฌ, ๐๐๐ฉ๐ข ๐๐๐๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฌ
Menikah bukan seperti adegan film yang selalu manis. Ia adalah realitas yang penuh rutinitas, konflik, dan dinamika. Justru di situlah keindahannya: ketika dua orang berusaha memahami dan mencintai dalam kondisi apapun.
Pernikahan yang sakinah bukan tercipta dari kehidupan yang selalu mulus, tetapi dari upaya dua hati untuk terus saling terbuka dan menjaga kepercayaan, bahkan di saat-saat sulit. Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana beliau memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kasih, komunikasi yang lembut, dan kepercayaan yang utuh.
Maka, ketika rumah tangga dilandasi oleh nilai-nilai ini, keterbukaan, kejujuran, dan kepercayaan, maka insyaAllah, ia akan menjadi surga kecil di dunia.
Seperti sabda Nabi SAW: โSebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.โ
(HR. Tirmidzi)
Sudah saatnya kita membangun rumah tangga bukan hanya berdasarkan cinta yang romantis, tapi juga pada nilai-nilai yang diajarkan oleh agama. Karena menikah itu bukan hanya soal hidup bersama, tapi juga soal bertumbuh bersama dalam iman dan kepercayaan.
Kota Dingin, 26 Agustus 2025
@sorotan








