Menu

Mode Gelap

Opini · 26 Agu 2025 09:18 WIB ·

Menikah Itu Saling Menyenangkan dan Menenangkan

Penulis: Mahbub Fauzie


 Menikah Itu Saling Menyenangkan dan Menenangkan Perbesar

Menikah Itu Saling Menyenangkan dan Menenangkan

Oleh : Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd*

Menikah bukan hanya soal penyatuan dua insan dalam ikatan suci, tetapi merupakan bagian dari perintah Allah yang mengandung hikmah besar bagi ketenteraman jiwa dan kehidupan. Dalam Islam, pernikahan tidak sekadar memenuhi kebutuhan biologis atau formalitas sosial, melainkan sarana untuk mencapai sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang).

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang…”

Ayat ini menegaskan bahwa pernikahan adalah jalan menuju ketenangan jiwa. Seorang suami dan istri idealnya menjadi sumber kebahagiaan satu sama lain, bukan beban, bukan tekanan. Dalam hubungan yang dirahmati, keduanya saling menyenangkan dengan akhlak, perhatian, dan cinta yang tulus, serta saling menenangkan saat ujian datang. Inilah esensi pernikahan dalam Islam: saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.

Saling Menyenangkan, Menumbuhkan Cinta dan Kehangatan

Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal bagaimana memperlakukan pasangan dengan penuh cinta. Dalam banyak riwayat, beliau digambarkan sangat lembut terhadap istri-istrinya. Bahkan, dalam hal-hal kecil seperti memanggil dengan nama yang manis, membantu pekerjaan rumah, dan bercanda mesra, Rasulullah menunjukkan bahwa menyenangkan pasangan adalah bentuk ibadah.

Dari Aisyah RA, ia berkata: “Aku biasa minum dari gelas, lalu Rasulullah mengambil gelas itu dan meletakkan mulutnya di tempat mulutku (bekas aku minum) dan meminum darinya.” (HR. Muslim)

Gestur seperti ini mungkin tampak sederhana, tapi dalam hubungan suami-istri, perhatian kecil bisa memiliki dampak besar. Islam mengajarkan bahwa menyenangkan pasangan adalah bentuk sedekah. Rasulullah SAW bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)

Apalagi jika senyuman dan kebaikan itu ditujukan kepada pasangan yang menjadi ladang pahala sepanjang hidup.

Saling Menenangkan,Menjadi Tempat Pulang Paling Nyaman

Dalam kehidupan rumah tangga, tidak semua hal akan berjalan lancar. Ada badai emosi, tekanan ekonomi, dan konflik perbedaan. Namun, di tengah semua itu, Islam menekankan pentingnya ketenangan yang dibangun bersama. Suami dan istri harus menjadi tempat paling aman untuk saling bercerita, berkeluh kesah, dan berbagi beban.

Suami adalah pelindung, dan istri adalah penyejuk. Ketika keduanya menjalankan peran dengan ikhlas dan niat karena Allah, rumah tangga akan dipenuhi keberkahan. Rasulullah SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah.” (HR. Muslim)

Istri shalihah bukan hanya patuh dan taat, tetapi juga menenangkan suami dengan kesabaran, kelembutan, dan dukungan. Sebaliknya, suami yang shalih tidak hanya memberi nafkah lahir, tetapi juga hadir secara emosional dan spiritual bagi istrinya.

Pernikahan itu Jalan Menuju Surga

Dalam Islam, pernikahan bukan akhir, tapi awal perjalanan menuju surga. Ketika suami dan istri saling menyenangkan dan menenangkan, mereka sedang membangun jembatan ke akhirat. Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.'” (HR. Ahmad)

Begitu pula suami yang memuliakan istrinya akan mendapat kemuliaan di sisi Allah. Dalam rumah tangga yang penuh kasih, pahala terus mengalir, bahkan dari hal-hal yang tampak sepele, selama diniatkan karena Allah.

Menikah dalam Islam bukan sekadar legalitas atau status sosial. Ia adalah ibadah panjang yang penuh tantangan, namun juga ladang pahala. Ketika suami dan istri saling menyenangkan dalam kebaikan, dan saling menenangkan di saat kesulitan, maka rumah tangga mereka akan menjadi surga sebelum surga.

Mari kita jadikan pernikahan bukan sekadar hidup bersama, tapi juga tumbuh bersama dalam cinta, iman, dan harapan. Karena sejatinya, pernikahan dalam Islam adalah tentang dua jiwa yang saling menjadi tempat pulang paling nyaman, dan tempat berjuang paling kuat. []

*) Penghulu Ahli Madya & Kepala KUA Kec. Atu Lintang, Aceh Tengah

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 127 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Mengapa Kita Memperingati Isra Mi’raj? Sebuah Tinjauan Hukum Islam.

7 Januari 2026 - 12:20 WIB

Menikahlah, dan Temukan Bahagiamu dalam Indahnya Pernikahan

7 Januari 2026 - 11:28 WIB

Pernikahan Tercatat Menjadi Perlindungan Nyata Bagi Hak-Hak Seorang Istri

6 Januari 2026 - 10:00 WIB

Selisih Paham Perceraian, Bawa Saja ke Pengadilan Agama!

2 Januari 2026 - 05:44 WIB

Refleksi Penghulu di Tahun 2025

31 Desember 2025 - 14:14 WIB

Catatan Penting Penghulu Dalam Pemeriksaan Calon Pengantin

19 Desember 2025 - 12:41 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x