๐๐๐๐๐ค๐๐ง ๐๐ข๐๐ฆ-๐๐ข๐๐ฆ ๐๐๐ซ๐ง๐๐ฆ๐ ๐๐ฎ๐๐ข ๐๐ง๐ฅ๐ข๐ง๐
Catatan: Mahbub Fauzie , S.Ag., M.Pd
๐พ๐๐๐๐๐ ๐พ๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐ข๐ ๐๐ ๐ด๐๐๐๐ (๐พ๐๐ด) ๐พ๐๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐ด๐ก๐ข ๐ฟ๐๐๐ก๐๐๐, ๐พ๐๐๐ข๐๐๐ก๐๐ ๐ด๐๐โ ๐๐๐๐๐โ
Aceh saat ini sedang menghadapi ledakan yang tak bersuara. Bukan dari senjata, tapi dari jari-jari yang mengklik layar ponsel. Namanya: judi online. Terlihat sepele, tetapi dampaknya sangat dalam, menggerogoti sendi rumah tangga, merusak konsentrasi anak muda, dan memicu perceraian dalam jumlah yang mencengangkan.
Baru-baru ini, Harian Serambi Indonesia Edisi Selasa (29/7/2025) merilis data mengejutkan: dalam enam bulan terakhir, tercatat 2.311 istri di Aceh menggugat cerai suaminya. Sebagian besar akibat kecanduan judi online. Fakta ini menampar kita semua. Terutama sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan adat istiadat yang luhur.
๐๐ฎ๐ค๐๐ง ๐๐๐ค๐๐๐๐ซ ๐๐๐ข๐ง๐๐ง ๐๐ข๐ ๐ข๐ญ๐๐ฅ
Masalahnya, judi online hari ini sangat mudah diakses. Cukup dengan ponsel dan kuota internet. Tidak perlu ke meja kasino, tidak perlu duduk di warung remi. Sasarannya pun kian meluas: mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pasangan muda yang baru memulai bahtera rumah tangga. Apa yang semula hanya coba-coba, perlahan berubah jadi kecanduan, lalu jadi kehancuran.
Kita menyaksikan sendiri, ada suami yang mulai mengabaikan tanggung jawab nafkah karena terlalu sibuk mengejar โkemenanganโ di dunia maya. Ada pemuda yang menjual motor orang tua demi melunasi kekalahan taruhan. Ada istri yang menangis diam-diam karena tidak berdaya menghadapi suami yang tiap malam sibuk berjudi di kamar, bukan membangun cinta dan dialog sebagai pasangan baru.
๐๐๐ซ๐๐ฆ ๐๐ข ๐๐๐ญ๐ ๐๐ ๐๐ฆ๐
Islam telah lama memberikan peringatan keras soal praktik perjudian. Dalam Al-Qurโan Surah Al-Maโidah ayat 90, Allah SWT menyebut judi sebagai โperbuatan keji dari pekerjaan syaitanโ yang harus dijauhi. Ini bukan hanya larangan spiritual, tapi juga perlindungan sosial. Karena Islam tahu, judi bukan hanya menghilangkan harta, tapi juga merusak jiwa dan menghancurkan keluarga.
Dalam praktik kami di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Atu Lintang, kasus-kasus rumah tangga yang berakhir di meja mediasi seringkali bermula dari kebiasaan digital yang tidak dikendalikan. Judi online adalah salah satu penyebab yang paling berbahaya karena menyelinap diam-diam, tak terdeteksi hingga dampaknya sudah terlalu parah.
๐๐๐ก๐๐ฒ๐ ๐๐ฌ๐ข๐ค๐จ๐ฅ๐จ๐ ๐ข๐ฌ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ฒ๐๐ญ๐
Dari sisi psikologi, judi online bekerja dengan cara yang mirip narkoba. Ia memicu dopamin dalam otak yang menciptakan rasa puas palsu. Sekali menang, pengguna terdorong bermain lagi. Saat kalah, muncul dorongan membalas kerugian. Ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Korbannya kehilangan kendali, waktu, fokus, bahkan harga diri.
Bagi pasangan muda, situasi ini sangat berisiko. Mereka yang semestinya sedang belajar membangun komunikasi dan kepercayaan, justru diuji oleh konflik keuangan, kecemburuan, dan pengabaian akibat judi online. Akibatnya, perceraian terjadi bukan karena perbedaan prinsip besar, tapi karena kehilangan rasa aman dan saling percaya.
๐๐ง๐๐๐ฆ๐๐ง ๐๐จ๐ฌ๐ข๐๐ฅ ๐๐ข ๐๐๐ค๐ข๐ญ๐๐ซ ๐๐ข๐ญ๐
Secara sosial, judi online adalah ancaman kolektif. Ia mendorong utang, kriminalitas, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan bunuh diri. Di tingkat lokal, kami di Aceh Tengah mulai mencatat meningkatnya keluhan istri dan orang tua terkait perubahan perilaku anggota keluarga yang kecanduan judi daring.
Dan yang paling menyedihkan: sebagian besar pelaku adalah generasi muda, calon pemimpin masa depan kita.
๐๐๐ง๐ ๐ค๐๐ก-๐ฅ๐๐ง๐ ๐ค๐๐ก ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐๐๐ ๐๐ซ๐ ๐๐ข๐๐ฆ๐๐ข๐ฅ
Menghadapi fenomena ini, kita tidak bisa pasif. Berikut beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan:
1. Bimbingan Pranikah yang Kontekstual
KUA harus memperbarui materi bimbingan pranikah. Tidak hanya tentang fiqih nikah, tetapi juga manajemen digital, pengelolaan stres, dan bahaya judi online. Pasangan muda harus disiapkan menghadapi realitas digital, bukan hanya idealisme pernikahan.
2. Literasi Digital Berbasis Nilai Islam
Pemuda dan remaja harus dibekali pemahaman tentang etika digital dalam Islam. Mereka harus tahu mana aplikasi yang membawa manfaat, mana yang hanya menjebak. Peran guru, dai, dan tokoh adat sangat penting di sini.
3. Peran Keluarga dan Masyarakat
Orang tua perlu lebih aktif memantau aktivitas digital anak. Bukan hanya soal konten pornografi, tetapi juga potensi judi dalam game dan aplikasi tertentu. Masyarakat juga harus lebih berani bersuara jika melihat tanda-tanda kecanduan judi di sekitarnya.
4. Tindakan Tegas dari Negara
Pemerintah harus serius menindak situs dan penyedia layanan judi online. Pemblokiran saja tidak cukup. Harus ada pengawasan dan hukuman yang membuat jera, baik terhadap penyedia maupun pelaku yang sengaja menyebarkannya.
๐๐๐๐ญ๐ง๐ฒ๐ ๐๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ง๐ ๐ค๐ข๐ญ
Judi online adalah musuh bersama. Ia tidak memandang usia, status, atau pendidikan. Ia bisa merusak siapa saja yang lengah. Maka kita tidak bisa hanya menyerahkan semuanya pada pemerintah. Perlu gotong royong antara KUA, tokoh agama, orang tua, pendidik, dan masyarakat sipil.
Mari kita jaga keluarga kita, lindungi anak-anak kita, dan bentengi generasi muda dari jebakan judi online yang semakin menggila ini.
Karena jika hari ini kita diam, besok mungkin yang jadi korban adalah orang yang kita cintai.








