Meningkatkan Literasi Membaca di Lereng Gunung Merapi
Oleh: H. Jinto, S.H.I
Penghulu Ahli Madya/ Kepala KUA Kec. Kemalang Kab. Klaten
Kecamatan Kemalang memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah ruah, hal ini bisa kita dapati bahwa 80 % wilayah Kemalang menghasilkan pasir dan batu. Selain itu ada beberapa obyek wisata seperti: Jembatan Gantung Girpasang, Camping Ground Sapuangin, Gondala di Desa Tegalmulyo. Deles indah di Desa Sidorejo dan Kalitalang di Desa Balerante, namun ironisnya para calon pengantin dan wali nikah Kecamatan Kemalang literasi membacanya masih rendah. Hal tersebut yang mendorong KUA Kecamatan Kemalang untuk meningkatkan literasi membaca dalam menciptakan keluarga yang Sakinah ma waddah warahmah.
Literasi membaca diaplikasikan dan dikemas dalam beberapa acara, seperti: Pertama, Fordiskatab atau Forum Diskusi Kajian Kitab. Kedua, Rakor rutin dengan Mitra Kerja KUA dan yang ke Tiga setiap kali pembinaan di KUA.
Fordiskatab diadakan disetiap hari Kamis Pukul 14.00 Wib, dengan kitab Kifayatul Akhyar. Fordiskatab diikuti semua pegawai KUA dan disiarkan secara live di Facebook. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan agama khususnya dalam bidang Fikih Munakahat dan Profesionalitas dalam melayani masyarakat. Mengingat situasi dan kondisi KUA, maka kajian kitab Kifayatul Akhyar tidak dimulai dari bab Pertama (Thaharah atau bersuci) melainkan langsung pada bab pernikahan (Babun Nikah). Setelah membaca kitab selesai, maka dilanjutkan dengan diskusi bersama.
Rakor rutin dengan Mitra Kerja KUA diadakan setiap bulan sekali, hari dan waktu tidak bisa ditentukan, melainkan menunggu kesepakatan seluruh pegawai KUA dan seluruh Mitra Kerja KUA/ Kaur Kesra se-Kecamatan Kemalang. Berbeda dengan kitab yang dibaca saat Fordiskatab, pada rakor ini meningkatkan literasi membaca dengan pegangan kitab Fathul Mu’in, namun bab yang dibaca sama, yaitu sama-sama bab pernikahan. Hal tersebut dipilih karena bab tersebut adalah bab yang paling sesuai dengan tupoksi KUA dan Tupoksi Penghulu. Setelah membaca kitab selesai sebagaimana pada sesi Fordiskatab, bedanya kalau diskusi dalam Fordiskatab sesuai tema atau bab atau sub bab yang sedang dibaca/ dikaji, sedangkan pada sesi rakor rutin dengan Mitra Kerja KUA diskusi temanya tidak dibatasi sesuai tema yang sedang dikaji, melainkan perosoalan-persoalan yang dialami setiap individu Kaur Kesra sebagai penyambung lidah calon pengantin/ wali nikah.
Pembinaan di KUA, pembinaan ini biasanya diadakan sebulan sekali, tepatnya pada Minggu pertama dibulan berjalan, akan tetapi jadwal itu bukan sesuatu yang saklek, melainkan melihat situasi dan kondisi, karena adakalanya pembinaan Kepala KUA bisa dilakukan sebulan Dua Kali atau Tiga Kali, bahkan pernah Empat kali pembinaan dalam satu bulan. Namun demikian ada yang sama saat pembinaan, yaitu adanya peningkatan literasi membaca, hanya saja dalam pembinaan ini lebih cenderung membaca yang berkaitan dengan Peraturan-peraturan pernikahan.
Wallahul Muwafiq ila Aqwamit Thoriq








