Menu

Mode Gelap

Hikmah · 16 Des 2025 10:22 WIB ·

Merawat Kepedulian Sosial Melalui Bantuan Sarana Ibadah

Penulis: Rahmad Illahi


 Merawat Kepedulian Sosial Melalui Bantuan Sarana Ibadah Perbesar

Penyerahan bantuan donasi berupa Al-Qur’an, sajadah, mukena, dan kain sarung kepada masyarakat Sulang Aling oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, H. Maranaik Hasibuan, bersama Keluarga Besar Kemenag Mandailing Natal, bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, dan disalurkan melalui KUA Muara Batang Gadis, mencerminkan wajah kepedulian negara yang hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Dalam konteks sosial keagamaan, bantuan sarana ibadah memiliki makna yang mendalam. Al-Qur’an dan perlengkapan salat bukan hanya benda, melainkan simbol penguatan nilai spiritual dan moral masyarakat. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan, kehadiran sarana ibadah yang layak dapat menjadi sumber ketenangan, harapan, dan semangat untuk bangkit.

Peran KUA Muara Batang Gadis yang dipimpin oleh Adelin Jakfar, S.HI, bersama CPNS Penghulu dan staf, menunjukkan bahwa KUA tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai jembatan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Penyaluran bantuan secara langsung memperlihatkan komitmen aparatur Kementerian Agama untuk memastikan bahwa kepedulian tersebut benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya.

Opini ini memandang bahwa kegiatan seperti ini patut terus dilanjutkan dan diperluas. Sinergi antara pimpinan, aparatur, dan keluarga besar Kemenag menciptakan kekuatan kolektif dalam membangun solidaritas sosial. Ketika kepedulian dijalankan secara konsisten, Kementerian Agama tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga meneguhkan perannya sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual di tengah masyarakat.

Akhirnya, bantuan donasi ke Sulang Aling menjadi pengingat bahwa keberagamaan sejatinya tidak berhenti pada ritual, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat bagi sesama. Dari kepedulian kecil yang dilakukan bersama, tumbuh harapan besar akan terbangunnya masyarakat yang lebih berdaya, beriman, dan saling menguatkan.

Rahmad Illahi_Kua Muara Batang Gadis_Mandailing Natal

5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 75 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 1)

14 Februari 2026 - 09:48 WIB

Bersyukur dan Bersabar Kunci Kebahagiaan Keluarga Surgawi

13 Februari 2026 - 22:46 WIB

Dahsyatnya Pahala Shadaqah

13 Februari 2026 - 22:37 WIB

Otoritas dan Akuntabilitas Spiritual: Refleksi Kepemimpinan dalam Maqolah Kelima Nashaihul ‘Ibad

13 Februari 2026 - 08:13 WIB

Balada Si Tukang Tahu

11 Februari 2026 - 23:02 WIB

Kuburan Kita: Taman Surga atau Lubang Neraka?

11 Februari 2026 - 22:35 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x