Memaknai Hari Bela Negara ke-77: Peran Penghulu KUA Wonosari sebagai Benteng Ketahanan Nasional
Peringatan Hari Bela Negara ke-77 yang jatuh pada tanggal 19 Desember 2025 menjadi momentum refleksi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak terkecuali para Penghulu di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Jika dahulu bela negara identik dengan perjuangan fisik mengangkat senjata, kini di era disrupsi, bela negara bagi seorang ASN KUA adalah tentang pengabdian, integritas, dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Penghulu: Lebih dari Sekadar Penjaga Prosesi Nikah
Bagi masyarakat Wonosari, sosok Penghulu seringkali dianggap sebagai tokoh agama yang hanya hadir saat ijab kabul. Namun, dalam konteks bela negara, peran Penghulu jauh lebih strategis:
- Penyemai Moderasi Beragama: Di wilayah Wonosari yang agraris dan religius, Penghulu adalah garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme. Dengan memberikan edukasi tentang moderasi beragama, Penghulu menjaga persatuan bangsa dari akar rumput.
- Ketahanan Keluarga sebagai Fondasi Negara: Bela negara dimulai dari keluarga yang kuat. Melalui Bimbingan Perkawinan (Binwin), Penghulu KUA Wonosari berperan mencegah perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga, yang secara tidak langsung menjaga stabilitas sosial masyarakat Klaten.
- Aparatur yang Berintegritas: Sebagai ASN, komitmen Penghulu untuk menolak gratifikasi dan memberikan pelayanan yang bersih adalah wujud nyata bela negara dalam memerangi korupsi.
Implementasi Lokal di KUA Wonosari, Klaten
Kabupaten Klaten, khususnya Kecamatan Wonosari, memiliki karakteristik masyarakat yang menjunjung tinggi nilai gotong royong. Penghulu KUA Wonosari mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam tugas kesehariannya melalui:
- Pelayanan Prima (Service Excellence): Memastikan setiap administrasi kependudukan dan keagamaan berjalan cepat dan transparan sebagai bentuk loyalitas kepada warga.
- Sosialisasi Pencegahan Stunting: Bekerja sama dengan penyuluh kesehatan, Penghulu turut serta mengedukasi calon pengantin tentang pentingnya kesehatan reproduksi. Mencetak generasi emas adalah bentuk investasi bela negara jangka panjang.
- Resolusi Konflik: Menjadi mediator dalam permasalahan keagamaan di desa-desa wilayah Wonosari guna menjaga kondusivitas wilayah.
”Bela Negara tidak harus dengan senjata. Bagi kami di KUA Wonosari, setiap nasihat pernikahan yang menguatkan kerukunan dan setiap layanan yang memudahkan masyarakat adalah bentuk cinta kami kepada tanah air.”
Penutup
Hari Bela Negara ke-77 mengingatkan kita bahwa setiap profesi memiliki porsi masing-masing dalam menjaga kedaulatan NKRI. Bagi Penghulu di KUA Kec. Wonosari, “Bela Negara adalah Ibadah”. Dengan menjaga moralitas bangsa melalui pintu keluarga, mereka sedang membangun pondasi negara yang kokoh dari jantung Kabupaten Klaten.








