Oleh :
KHAERUL UMAM, S.Ag*)
(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)
ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
أللهم صل على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما صليت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم وبارك على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما باركت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنك حميد مجيد
۞ اَللهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّد ﷺ ۞
Suatu ketika di majlis ilmu, ada seorang gadis bertanya kepada Syaikh Sa’id Ramadhan Al-Buthi: “Apakah berdosa, jika mencintai seseorang dan sering membayangkannya? Lalu, apakah salah, jika seorang wanita minta dinikahi oleh seorang pria?” Syaikh Al-Buthi pun menjawab dengan penjelasan bahwa, cinta, rindu atau apapun namanya adalah reaksi alami yang tidak bisa dikendalikan. Dan sesuatu yang diluar kendali manusia, maka tidak ada hukum baginya.
الحب انفعال قسري وليس فعلا اختياريا
“Cinta adalah perasaan yang masuk dalam hati tanpa sengaja, persis seperti lapar, haus dan perasaan lainnya, perasaan seperti itu tidak masuk dalam halal-haram, selama tidak ada implementasi dengan tindakan-tindakan negatif.“
Tidak hanya itu, Syaikh al-Buthi juga memberikan solusi padanya, agar meminta keluarga sang gadis atau sahabat dekatnya yang bisa ia percaya untuk menyampaikan perasaan itu kepada pemuda yang ia sukai tersebut: “Yang demikian bukanlah sesuatu yang dosa selama cara penyampaiannya baik dan sopan, juga bukan sesuatu yang hina apabila mendambakan Agama, keshalihan dan akhlak baik si pemuda.”
Intinya, Islam itu tidak melarang seseorang untuk jatuh cinta, hanya saja yang dilarang adalah tindakan-tindakan negatif yang dilakukan atas nama cinta. Agama tidak pernah berkata: “Jangan lapar, jangan tidak suka dan jangan mencinta.” Namun, ia berkata : “Jika kamu lapar, maka jangan aniaya. Jika kamu tak suka, maka jangan menghina. Dan jika kamu mencinta, maka jangan berbuat durhaka”.
Terakhir, jatuh cintalah dengan penuh kesadaran (akal sehat) dan iman
الحب ليس معصية ، المعصية هي أن تتلاعب بمشاعر البعض تحت مسمى الحب
“Cinta bukanlah maksiat. Kamu bermain-main dengan perasaan seseorang atas nama cinta, itulah maksiat”.
———
**)Penulis adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang, da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.








