Oleh :
KHAERUL UMAM, S.Ag*)
(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)
ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
أللهم صل على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما صليت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم وبارك على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما باركت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنك حميد مجيد
۞ اَللهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّد ﷺ ۞
Perjalanan city tour penulis hari ke-2 dalam rangka ibadah umroh adalah mengunjungi daerah Thaif, begitu menginjakkan kaki di kota ini terasa udara dingin dan sejuk masuk menelusuri pori-pori kulit penulis dan tak terasa butiran air mata menetes di kedua mata ini mengingat sejarah perjuangan Baginda Rasulullah SAW berdakwah dan menyebarkan Islam di negeri ini…Shallu ‘Alannabiiy….😭
Thaif (atau Ta’if) adalah kota bersejarah dan sejuk di Arab Saudi, terletak di Pegunungan Sarawat dekat Makkah, sekitar 67 KM atau 1 jam 45 menit dari kota Mekkah, kota ini memiliki populasi 521.273 penduduk (sensus 2004), terkenal karena udara dingin, tanah subur (anggur, mawar, buah-buahan).Hawa sejuk layaknya seperti udara di puncak pas Bogor Jawa Barat. Terletak di ketinggian sekitar 1.700 meter di lereng Pegunungan Sarawat, sekitar 90-100 km tenggara Makkah. Menawarkan suhu sejuk (sering 20-30°C) dibandingkan Makkah, menjadikannya “Kota Musim Panas Arab Saudi” dan tempat peristirahatan raja-raja.
Pertaniannya terkenal dengan kebun anggur, mawar (bahan parfum), delima, dan sayuran lainnya, termasuk banyak tumbuh pohon zaqqum (pohon berduri). Thaif sekarang sebagai daerah pariwisata atau destinasi wisata populer bagi jamaah umroh/haji, dengan kereta gantung, kebun mawar, dan pemandangan pegunungan yang indah. Di Thaif sering diadakan perlombaan onta, menjelang musim dingin yaitu di bulan Oktobe-Januari. Julukan: “Qaryah Al Mulk” (Desa Para Raja) karena banyak dibangun tempat peristirahatan.
Thaif dalam sejarah awal perjuangan Rasulullah SAW memang sangat pahit, beliau melakukan perjalanan jalan kaki ke Thaif ditemani anak angkatnya Zaid bin Haritsah dan tinggal di sana selama 10 hari utk melakukan dakwah dan mengajak Kabilah Tsaqif masuk Islam. Namun, ternyata penduduk Thaif melakukan penolakan dan memperlakukan Rasulullah SAW dengan kasar, bahkan mereka melempari Rasulullah SAW dengan bebatuan, meskipun Zaid Bin Haritsah membela dan berusaha melindungi Rasulullah SAW akibatnya kepalanya terluka akibat lemparan batu, sementara kaki Rasulullah SAW pun terluka dan berdarah hampir saja darah beliau yg mulia nan suci menetes dan menyentuh bumi tapi beliau tahan karena kalau itu sampai terjadi akan mendatangkan murka Allah dan marah serta akan mengamuknya bumi ini.
Melihat penderitaan kekasih-Nya tersebut, Allah SWT mengutus malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung dan menyampaikan pesan jika kekasih-Nya ingin berdoa apa pun untuk membalas perlakuan brutal dan kejam penduduk Thaif niscaya akan dikabulkan dan malaikat penjaga gunung-gunung di Mekkah siap menimpakannya ke penduduk Thaif, tetapi Rasulullah SAW yang mulia menolaknya bahkan mendo’akan penduduk Thaif ke depannya, anak cucunya akan beriman kpd Allah SWT dan Rasul-Nya. Kemudian Nabi SAW pun berdo’a memohon perlindungan dan memberkahi penduduk Thaif, do’a Rasulullah SAW dikabulkan Allah SWT penduduknya di kemudian hari beriman kepada Allah dan rasul-Nya, memberkahi Thaif dengan kesuburan dan keindahan, daerah nan sejuk menjadi tempat peristirahatan, agrikultur serta destinasi wisata yg ramai dikunjungi sehingga menjadi pemasukan bagi negara dan kesejahteraan penduduk Thaif khususnya.
Shallu ‘Alannabiyy…Betapa mulia dan belas kasihnya Baginda Rasulullah SAW kpd umatnya meski umatnya menyakitinya. Mari kita perbanyak membaca shalawat kpd Rasulullah SAW sehingga kita diakui sbg umatnya dan kelak mendapatkan syafa’atul udzma dari kekasih kita Rasulullah SAW…Aamiin…🤲🤲 (Kang_Oemam 76, Thaif, 8 Desember 2025).
———
**)Penulis adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang, da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.








