Oleh :
KHAERUL UMAM, S.Ag*)
(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)
ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
أللهم صل على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما صليت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم وبارك على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما باركت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنك حميد مجيد
۞ اَللهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّد ﷺ ۞
Tragedi tanah longsor yang melanda Palembayan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyisakan duka mendalam dan kisah pengorbanan yang menyayat hati. Inilah kisah Erik Andesra, seorang pria yang menolak menyerah pada keadaan demi menjemput jenazah ibunya. Setelah empat hari tertimbun reruntuhan dan material longsor, jasad sang ibunda belum juga terevakuasi secara merata oleh pihak berwenang.
Di tengah penantian yang pahit dan evakuasi yang dirasa lamban, Erik mengambil tindakan dramatis. Dengan hati hancur-lebur namun tekad baja, ia memutuskan untuk merental atau menyewa alat berat sendiri menggunakan biaya pribadi. Alat berat tersebut kemudian ia gunakan di lokasi bencana untuk mencari dan menggali tubuh ibunya. Usaha dan pengorbanan Erik membuahkan hasil. Setelah penantian panjang, jenazah sang ibu akhirnya ditemukan. Pemandangan mengharukan pun menyambutnya: Sang ibunda ditemukan dalam kondisi masih mengenakan mukena, dijemput ruhnya ketika sedang bersujud kepada Sang penciptanya. Sambil menyeka air mata yang mengalir deras membasahi pipinya, Erik terisak dan bergumam lirih: “Surga menyambut syuhadamu, Bunda” Aamiin…🤲😭
#Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2025#
———
**)Penulis adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang, da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.








