Menu

Mode Gelap

Artikel · 16 Jan 2026 10:46 WIB ·

Menjemput Berkah di Tengah Hamparan Sawah: Catatan Isra Mi’raj dari Balik Meja Akad KUA Wonosari

Penulis: Muhammad Ismail


 Menjemput Berkah di Tengah Hamparan Sawah: Catatan Isra Mi’raj dari Balik Meja Akad KUA Wonosari Perbesar

​Menjemput Berkah di Tengah Hamparan Sawah: Catatan Isra Mi’raj dari Balik Meja Akad KUA Wonosari

Wonosari, Klaten – Pagi itu, matahari baru saja mengintip di balik deretan sawah hijau yang membentang di wilayah Kecamatan Wonosari, Klaten. Bagi Pak Ahmad (nama samaran), seorang penghulu di KUA Kecamatan Wonosari, momen peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar ritual angka di kalender, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang amanah dan kecepatan melayani umat.

​Sambil merapikan jas dan memeriksa kelengkapan berkas nikah, Pak Ahmad teringat akan esensi perjalanan malam Rasulullah SAW. “Isra Mi’raj adalah perjalanan menjemput perintah salat. Bagi kami di KUA, ini adalah pengingat bahwa melayani masyarakat dalam ikatan suci pernikahan juga merupakan bagian dari ibadah,” ujarnya sembari bersiap menuju lokasi akad nikah di salah satu desa dekat perbatasan Sukoharjo tersebut.

​Integritas di Jalur Tradisi

​Menjadi penghulu di Wonosari memiliki tantangan tersendiri. Wilayah yang kental dengan adat Jawa ini menuntut seorang penghulu tidak hanya paham regulasi hukum negara (UU Perkawinan), tetapi juga harus mampu merangkul kearifan lokal.

​Di sela-sela tugasnya menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj di masjid kecamatan, Pak Ahmad sering menyelipkan pesan tentang pentingnya “Mi’raj” secara spiritual dalam rumah tangga. Ia sering menganalogikan bahwa pernikahan adalah perjalanan vertikal untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, persis seperti inti dari peristiwa Isra Mi’raj itu sendiri.

​”Saat saya duduk di antara wali dan saksi, saya selalu teringat bahwa tugas penghulu bukan cuma mencatat. Kami memastikan bahwa pondasi awal sebuah keluarga dibangun dengan syariat yang benar,” tambahnya.

​Disiplin Waktu: Pelajaran dari Sidratul Muntaha

​Satu hal yang paling ditekankan Pak Ahmad dalam memaknai Isra Mi’raj adalah disiplin waktu. Perjalanan Rasulullah yang menembus ruang dan waktu dalam satu malam mengajarkan para pelayan publik di KUA Wonosari untuk bergerak cepat dan tepat.

​Di bawah naungan Kantor Kemenag Kabupaten Klaten, KUA Wonosari terus berbenah. Tidak ada lagi istilah “penghulu datang terlambat”. Semangat Isra Mi’raj ditransformasikan menjadi budaya kerja yang efisien, mulai dari administrasi digital hingga kehadiran tepat waktu di rumah mempelai, meski harus menembus jalanan desa yang sempit.

​Melayani dengan Hati

​Peringatan Isra Mi’raj tahun ini di Wonosari ditutup dengan doa bersama di kantor KUA. Pak Ahmad dan rekan-rekan sejawatnya berharap, semangat perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dapat terus menginspirasi mereka untuk tetap amanah, jujur, dan sabar menghadapi berbagai dinamika warga di Klaten.

​Bagi mereka, setiap senyum dari pasangan yang baru saja sah secara agama dan negara adalah bentuk “hadiah” kecil setelah menjalankan tugas. Sebagaimana Isra Mi’raj membawa oleh-oleh berupa salat bagi umat, sang penghulu di Wonosari membawa pulang ketenangan karena telah menjaga martabat sebuah ikatan suci.

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Tingkatkan pentingnya Pretest dan Posttest dalam Bimbingan Perkawinan, KUA Rengasdengklok gemakan catin dapat berintelektual dan berintegritas.

7 Januari 2026 - 13:50 WIB

Cahaya di Balik Nasihat: Kiprah Penyuluh Agama Perempuan Wonosari dalam Balutan Kasih Ibu

22 Desember 2025 - 10:31 WIB

Rekonstruksi Fiqih Keadilan: Mengurai Bias Gender Melalui Pendekatan Maqashid Syariah dan Mubadalah

20 Desember 2025 - 15:46 WIB

Memaknai Hari Bela Negara ke-77: Peran Penghulu KUA Wonosari sebagai Benteng Ketahanan Nasional

19 Desember 2025 - 10:31 WIB

Edukasi Fardhu Kifayah: KUA Wonosari dan BAZNAS Klaten Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat

16 Desember 2025 - 13:38 WIB

KUA Banjarsari Kabupaten Ciamis Teguhkan Peran sebagai Garda Kerukunan dengan Sistem Peringatan Dini/Early Warning System (EWS)

11 Desember 2025 - 13:49 WIB

Trending di Artikel
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x