Menu

Mode Gelap

Khutbah · 11 Feb 2026 12:03 WIB ·

Sikap Terbaik Menyambut Ramadhan

Penulis: Khaerul Umam


 Sikap Terbaik Menyambut Ramadhan Perbesar

Oleh :

KHAERUL UMAM, S.Ag*)

(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)

 

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا. اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ . فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَقَالَ اَيْضًا: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

 

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang di muliakan Allah SWT..!

      Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita terutama nikmat iman, Islam dan sehat wal ‘afiat sehingga dengan ketiga nikmat tersebut kita bisa hadir dan duduk bersama menjalankan perintah Allah SWT, yaitu melaksanaakan shalat Jum’at ini. Shalawat dan Salam semoga tetap tercurah kepada insan mulia, junjungan kita nabi akhiruzzaman sohibussyafaat nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabatnya dan kita semua selaku ummatnya, mudah-mudahan nati di yaumil qiyamah mendapatkan syafa’atnya, aamiin yaa rab al-‘alamiin.

      Selanjutnya khatib berwasiyat, berpesan dan mengajak kepada diri khatib sendiri khususnya dan umumnya kepada jama’ah shalat jum’at sekalian, mari sama-sama kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, Ingatlah, takwa kita menentukan derajat kita di hadapan Allah SWT. Mari terus berusaha menaati perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya baik yang ringan maupun yang berat.

      Beberapa hari lagi tamu agung nan mulia, Ramadhan akan menghampiri dan mengunjungi rumah-rumah muslim seluruh dunia. Marilah kita membuka hati dan pikiran untuk menyambut bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Bulan yang dinantikan oleh seluruh umat Islam sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan ibadah, dan memperbaiki diri. Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, padanya dilipatgandakan amal-amal kebaikan, disyariatkan amal-amal ibadah yang agung, di buka pintu-pintu surga dan di tutup pintu-pintu neraka. Sudah selayaknya dan seharusnya, selaku orang Islam yang mu’min akan menyambut dengan gembira dan mengisi hari-hari Ramadhan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang diridhai Allah SWT..!

      Dalam buku Tasawuf Modern karya monumental Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal Buya Hamka Almaghfurlah, ada kisah hikmah yang dapat dipetik terkait pentingnya memuliakan dan bagaimana sikap kita menyambut serta mengisi bulan suci Ramadhan.

      Pada suatu masa Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak menaklukkan suatu daerah. Sebelum berangkat, Iskandar, Zulkarnain memberikan tausiah kepada pasukannya. “Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sebuah sungai. Ambillah apa saja yang terinjak yang ada di sungai itu” Ketika malam mula itu gelap, pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sebuah sungai, dalam kondisi seperti itu pasukan yang sebelum berangkat telah menerima pesan sang raja terbagi tiga golongan dalam menyikapi  pesan baginda raja tersebut.

    Kelompok pertama, tidak mengambil apapun yang terinjak oleh kakinya di sungai, karena mereka meyakini bahwa yang terinjak oleh kakinya di sungai itu hanyalah batu-batu yang harganya tidak seberapa, dan jika dibawa justru akan menyulitkan dalam perjalanan. Kelompok kedua, mengambil ala kadarnya yang terinjak oleh kakinya di sungai yang mereka lewati, hal ini dilakukan hanya sekedar memenuhi perintah sang raja. Kelompok kedua ini merasa hawatir kalau tidak mengambil apa yang terinjak di sungai sebagaimana pesan raja, apa jawabaannya jika nanti ditanyakan oleh raja, maka yang penting perintah sudah dilaksanakan, itu yang ada dalam benak prajurit ini. Kelompok ketiga, mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di dasar sungai, sehingga tas ranselnya penuh dan rela berpayah-payah meneruskan perjalanan dengan penuhnya bawaan. Ia tunaikan perintah raja sekuat tenaga dan setulus hatinya.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT..!

      Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba di suatu tempat pada pagi harinya, Iskandar Zulkarnain menanyakan kepada pasukannya, “Apa yang kau dapatkan semalam ketika melintasi sungai?”, Masing-masing prajurit memeriksa tasnya, apa yang terjadi, ternyata isinya adalah intan berlian. Yang mereka ambil di sungai malam tadi bukan batu-batu biasa.Tentu saja berbagai ekspresi yang terjadi dari seluruh prajurit tadi. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesali tindakannya yang menganggap tidak penting dan menilai tidak seberapa harga batu-batu yang diinjaknya. Penyesalan biasanya terjadi setelah waktu berlalu dan penyesalan pun tidak berarti apa-apa lagi. Sedangkan prajurit yang termasuk dalam kelompok kedua, yang hanya mengambil ala kadarnya hanya sebagai pemenuhan akan perintah raja, meski ada perasaan senang, namun juga ada perasaan menyesal, kenapa tidak mengambil sebanyak-banyaknya, ternyata bukan batu biasa tetapi intan berlian yang harga jualnya sangat mahal. Adapun prajurit yang sungguh-sungguh mengambil sebanyak-banyaknya mereka marasa sangat bahagia, ternyata apa yang ia lakukan tidak sia-sia, meskipun beban terasa berat dan melelahkan ternyata menghasilkan pundi-pundi yang mahal harganya.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang berbahagia..!

      Kisah di atas mengandung pelajaran penting bagi kita yang sebentar lagi kita akan menyambut dan berjumpa dengan bulan suci nan mulia, Ramadhan. Bulan suci yang di dalamnya banyak sekali keberkahan dan limpahan pahala berlipat-lipat, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Tak jauh beda dengan para prajurit dalam kisah di atas, kita pun memiliki 3 pilihan:

Pertama, melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun.

Kedua, melewati Ramadan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya, atau

Ketiga, melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, yaitu dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya. Semoga kita termasuk golongan prajurit atau hamba Allah yang beroleh keberkahan Ramadan dan pada akhirnya mampu meraih predikat takwa.

       Maka demikian sejatinya Ramadhan sebagai ajang obral pahala harus lebih semangat dalam menyambutnya. Jika seperti prajurit yang kedua yang hanya mengambil momentum Ramadhan sekelumit saja, maka hanya mendapatkan sedikit dari padanya dan kecewa pada akhirnya, merasa kurang puas dan menyesal. Akan tetapi jika seperti prajurit yang ketiga yang mengimani perintah Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW, ia akan mendapatkan balasan lebih dari apa yang di perintahkan sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah Ra: Artinya, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim No. 860).

        Marhaban Yaa Ramadhan, Ramadhan Kariim, semoga kita termasuk golongan yang mendapat magfirah, rahmah dan keberkahan Ramadhan 1447 H, Aamiin Yaa Rabbal “Alamiin..

أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

——————-

** Khatib adalah Penghulu Ahli Madya KUA Kec.Pakuhaji Kab.Tangerang.Banten.

 

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Meraih Hikmah Besar Di Bulan Ramadhan

11 Februari 2026 - 14:37 WIB

Pahala Jariyah dan Dosa Jariyah: Jejak Amal yang Terus Mengalir

5 Februari 2026 - 22:00 WIB

NISFU SYA’BAN: MOMENTUM MEMBERSIHKAN HATI MENUJU RAMADHAN

29 Januari 2026 - 21:34 WIB

Kepemimpinan Perempuan

26 Januari 2026 - 11:28 WIB

Dahsyatnya Pahala Muadzin

22 Desember 2025 - 23:01 WIB

NILAI FILOSOFIS DAN HIKMAH YANG TERKANDUNG DARI PENSIL

10 Desember 2025 - 14:15 WIB

Trending di Khutbah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x