Oleh :
KHAERUL UMAM, S.Ag*)
(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)
ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
أللهم صل على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما صليت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم وبارك على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما باركت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنك حميد مجيد
۞ اَللهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّد ﷺ ۞
Diriwayatkan suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah ﷺ. Pengemis itu berkata: “saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah ﷺ.”Rasulullah ﷺ bersabda: “Wahai Aisyah putriku, berikan baju itu kepada pengemis itu“. Sayyidah Aisyah Radhiyaallahu ‘Anha pun melaksanakan perintah ayahandanya. Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: “Siapa yang mau membeli baju Rasulullah ﷺ? “.Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya. Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapa pun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:“Jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”. Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi. Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullahﷺ itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata: “Yaa Rabb dengan hak Rasulullahﷺ dan berkat baju yg suci ini, kembalikanlah pandanganku… “.
Masyaa Allah…dengan izin Allah SWT, spontan orang tersebut dapat melihat kembali. Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullahﷺ dengan penuh gembira dan berkata: “Wahai Rasulullahﷺ pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku..”. Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullahﷺ pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasulullahﷺ jarang sekali tertawa. Kemudian Rasulullahﷺ bersabda kepada Sayyidah Aisyah Radhiyaallahu ‘Anha: “Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah puteriku, dengan izin dan berkah-Nya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita.“, Subhanaallah…
Al-Imam as-Suyuthi menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam:
أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ (كتاب بغية المسترشدين)
Artinya: “Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :
1) Satu dibalas sepuluh (1:10), yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.
2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90), yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau
Tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.
3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900), yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.
4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000), yaitu sedekah kepada kedua orangtua.
5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000), yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli
fiqih. (Kitab Bughyatul Musytarsyidin).
Sedekah yang utama adalah ketika masih hidup, sedang membutuhkan, sedang sehat, dan masih muda serasa ajal masih panjang. Dalam al-Qur’an diterangkan bahwa sedekah merupakan perkara yang paling harus dilakukan orang yang meninggal seandainya dia dihidupkan lagi ke dunia. Allah SWT berfirman:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al Munafiqun: 10).
Orang yang telah sampai ajalnya akan minta tangguh agar ajalnya diundur, bahkan yang telah wafat pun minta dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh. Amal saleh dimaksud adalah sedekah. Berkata para ulama, tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal. Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada di bawah naungan sedekahnnya. Rasulullahﷺ bersabda,: “Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad).
Dan, bersedekahlah atas nama orang-orang yang sudah meninggal di antara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Rasulullahﷺ, kemudian dia mengatakan, “Wahai Rasulullahﷺ, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullahﷺ, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim).
Mari, kita syukuri nikmat sehat dan panjang umur ini dengan terus memaksimalkan sekuat tenaga untuk beribadah dan meningkatkan amaliyah kebaikan kita, termasuk memperbanyak shadaqah sebelum ajal menjemput kita.
———
**)Penulis adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang, da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.








