Menu

Mode Gelap

Hikmah · 14 Feb 2026 09:48 WIB ·

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 1)

Penulis: syafran lubis


 UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 1) Perbesar

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 1)

OLEH : SYAFRAN LUBIS

Setelah kedua saksi yang duduk di kiri kanan pengantin, maka pak modin pun mengambil micropon dan terdengar fasih dari mulutnya

“Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ”

Penggalan doa diatas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi pernikahan Islam setelah proses ijab qobul. Doa diatas  dibacakan, memohon kepada Allah SWT agar mengikat hubungan suami istri yang baru saja melaksanakan ijab qobul dengan harmoni dan kasih sayang yang mirip dengan kisah-kisah teladan dalam sejarah Islam. Doa diatas mengandung makna yang mendalam, mengingatkan pasangan suami istri akan keberkahan dan kesucian pernikahan. Keutamaan membacanya terletak pada harapan akan keselamatan dan kebahagiaan dalam pernikahan, serta harapan akan keberkahan dan ridha Allah SWT.

Doa ini menjadi pengingat bagi pasangan suami istri untuk selalu menjaga hubungan mereka, saling mendukung, dan bersama sama mengarungi lika-liku kehidupan dengan penuh cinta, kesabaran, dan pengertian.Bacaan doa ini merupakan momen sakral yang menandai awal dari ikatan suci antara dua individu yang memutuskan untuk berbagi hidup dalam kebersamaan. Doa ini bukan hanya sekadar rangkaian kata, melainkan ungkapan tulus memohon kepada Allah SWT agar memberkahi pernikahan dan menjadikan rumah tangga penuh keberkahan dan kasih sayang.

Allah menganugerahkan manusia akal dan nafsu sebagai kelebihannya. Dua alat tersebut adalah modal utama untuk menjalani kehidupan dunia di mana penuh dengan ujian dan cobaan. Kisah kisah teladan yang ada dalam doa diatas adalah kisah yang sukses dalam menjalani rumah tangganya. Keberhasilan para tokoh diatas dalam menjalani rumah tangganya bukan tanpa ujian. Berbicara tentang ujian, sebagai insan pertama di muka bumi, yaitu tentang Nabi Adam dan istrinya Hawa dapat menjadi pelajaran bagi manusia saat ini. Meskipun dalam redaksi kisahnya,  kisah adam dan hawa mengalami kegagalan, karena terusir dari surga tetapi mereka pantang menyerah untuk terus memperbaiki diri dan berusaha melakukan apa pun yang membuat Allah ridha kepada mereka.

Nabi Adam tinggal di surga dengan penuh kenikmatan dan kemakmuran, ditemani Hawa yang diciptakan Allah dari tulang rurusknya sendiri. Apa saja yang dia inginkan, saat itu juga ada di hadapannya, baik berupa makanan, minuman, dan lainnya. Perihal kehidupan surga yang sempurna dan bahagia sebab tiada kelaparan dan dahaga. (QS. Taha ; 118-119).

Allah menguji keduanya dengan iblis yang perlahan terus mencoba merayu mereka dengan tipu daya. Bujuk rayu iblis berhasil, dan keduanya tidak dapat mengendalikan hawa nafsu mereka berdua. Maka, akibat dari perbuatan mereka diusir dari surga. Mereka berdua pun diturunkan ke bumi secara terpisah (QS. al-Baqarah : 36).

Setiap manusia ketika diuji pasti memiliki potensi untuk berbuat kesalahan dan dosa. Bahkan, Nabi Adam sebagai contoh masih bisa terjerumus dalam kesalahan yang mengharuskannya menanggung hukuman yang begitu berat. Namun, beliau menyesali kesalahan tersebut dan menerima serta menjalankan apa yang ditetapkan oleh Allah. Hukuman itu tidak membuat Adam memilih jalan pembangkangan. Sebaliknya, pada momen itulah Adam semakin menyandarkan diri kepada Tuhannya dan memohon ampunan atas kesalahannya.

Kisah kedua adalah ujian keluarga Nabi Ibrahim. Hingga memasuki usia tua belum juga dikaruniai seorang anak. Akhirnya Siti Sarah meminta Nabi Ibrahim untuk menikah lagi dengan wanita yang bernama Siti Hajar. Dari pernikahannya dengan Siti Hajar, Nabi Ibrahim akhirnya memiliki seorang putra yang diberi nama Nabi Ismail. Meskipun demikian, Sarah tetap belum memiliki keturunan hingga pada akhirnya Allah SWT memberikan kuasa-Nya. Dan Siti Sarah pun hamil (QS Al-Hijr ; 51-53)

Setelah mendapat berita kehamilan Sarah tersebut, ketika Nabi Ismail beranjak dewasa Nabi Ibrahim mendapatkan ujian kembali. Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail. Tentu membuatnya sangat terkejut dan bimbang. (QS  Al-Shaffat ; 102)

kisah yang ketiga adalah Kisah yang penuh hikmah, ini diabadikan Allah dalam Al Quran surat Yusuf, (QS Yusuf : 23). Kisah Yusuf dan Zuliakha ini berbeda dengan harapan harapan dalam penggalan doa doa sebelumnya karena dalam kisah Yusuf dan Zulaikho tidak ada riwayat yang shohih mereka menikah.

“Tidak ada riwayat yang shahih atau benar dari Nabi tentang pernikahan Yusuf dan Zulaikha. Yang jelas dalam Alquran hanya disebutkan Imra’atul Aziz, atau Zulaikha, yang merupakan seorang pemimpin Mesir, sempat gandrung kepada Sayyidina Yusuf karena ketampanannya. Ditemukan dari sumur setelah dibuang oleh saudara-saudaranya, lalu diambil oleh pihak kerajaan dan dibesarkan sampai tumbuh dewasa dan tampan. Terpesonalah perempuan ini,”  kata Buya Yahya, dikutip dari channel YouTube Al-Bahjah TV,

Keinginan buruk Zulaikha untuk melakukan kehinaan dengan Nabi Yusuf. Namun, Nabi Yusuf dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dengan tangguh menolak ajakan maksiat tersebut. Yusuf pun  memilih untuk dipenjara karena menurutnya itulah yang jauh lebih baik dari pada harus melakukan sebuah perilaku dosa tersebut.

Doa dan harapan untuk pengantin baru berpusat pada kebahagiaan abadi, ketenangan, cinta kasih, dan keberkahan dari Allah SWT. Harapan pernikahan dalam Islam berpusat pada terwujudnya keluarga sakinah (tenang), mawaddah (cinta),dan rahmah (kasihsayang) untuk mencapai rida Allah, baik di dunia maupun akhirat. Pernikahan diharapkan menjadi ibadah untuk menyempurnakan iman, menjaga kehormatan diri, melahirkan keturunan yang saleh, serta sarana saling melengkapi dalam ketaatan.  Seperti menjadi keluarga para nabi yang di sebutkan dalam doa, memperoleh keturunan saleh, serta selalu bersatu hingga akhirat, dengan harapan mereka dapat membimbing satu sama lain menuju kebaikan dan surga. Salah satu harapan tertinggi melalui doa: “Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair” (Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta menyatukan kalian berdua dalam kebaikan). Harapannya jangan pernah lupa mengucapkan doa terakhir ini. Karena inilah yang di ucapkan oleh Nabi kepada sahabat sahabat yang baru menikah. (Wallohu A’lam).

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Akad Nikah, Janji Suci, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan

16 Februari 2026 - 09:05 WIB

Bersyukur dan Bersabar Kunci Kebahagiaan Keluarga Surgawi

13 Februari 2026 - 22:46 WIB

Dahsyatnya Pahala Shadaqah

13 Februari 2026 - 22:37 WIB

Otoritas dan Akuntabilitas Spiritual: Refleksi Kepemimpinan dalam Maqolah Kelima Nashaihul ‘Ibad

13 Februari 2026 - 08:13 WIB

Dari Film Her ke Realitas Digital: AI dan Tantangan Perkawinan dalam Perspektif Islam

12 Februari 2026 - 09:36 WIB

Balada Si Tukang Tahu

11 Februari 2026 - 23:02 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x