KEUTAMAAN RAMADHAN
Oleh H. Nurohman CS, S.Ag, M.Si, MA[1]
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَيْدَانًا لِلْمُتَّقِيْنَ، وَمَوْسِمًا لِلْمُؤْمِنِيْنَ لِنَيْلِ الْأَجْرِ وَالْيَقِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Alhamdulillah saat ini kita berada di hari ke 2 bulan Ramadhan 1447 H. Bulan penuh berkah. Kebaikan dilipatgandakan. Amalan Sunnah berpahala wajib sedangkan amalan wajib dilipatgandakan tanpa batas. Dari rasa syukur kita naik level ke taqwa. Oleh karenanya Khatib berwasiat untuk diri khatib sendiri dan jemaah mari kita tingkatkan ketaqwaan dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Karena apapun perintah agama endingnya adalah la’allakum tattaqun agar kita bertaqwa.
Marilah kita jadikan kedatangan Ramadhan bukan sekadar pergantian kalender, melainkan datangnya “Pasar Besar Akhirat” di mana Allah SWT memberikan diskon pengampunan dan bonus pahala yang tidak terbatas. Mengapa kita harus bersungguh-sungguh di bulan ini?. Jawabannya karena banyak keutamaan Ramadhan minimal kita renungkan empat keutamaan besarnya:
Keutamaan pertama, Ramadhan adalah Momentum Pengampunan Total (The Power of Maghfirah).
Kita semua adalah manusia yang penuh khilaf. Ramadhan adalah “deterjen” ruhani yang Allah sediakan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Ini adalah janji Allah. Bayangkan, dosa puluhan tahun bisa luruh hanya dengan puasa satu bulan yang dilakukan dengan hati yang tulus.
Keutamaan Kedua Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an dan Malam Lailatul Qadar
Ramadhan mulia karena di dalamnya turun Al-Qur’an. Maka, hubungan kita dengan Al-Qur’an harus diperbaharui. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)
Puncaknya adalah Lailatul Qadar, satu malam yang jika kita beribadah di dalamnya, nilainya lebih baik dari 1.000 bulan (sekitar 83 tahun). Inilah kesempatan bagi kita yang usianya pendek, namun ingin memiliki timbangan pahala setara umat terdahulu yang usianya ratusan tahun.
Keutamaan Ketiga, Ramadhan adalah Madrasah Karakter Sabar dan Ikhlas
Puasa melatih kita menjadi pribadi yang tangguh. Kita diajarkan menahan sesuatu yang halal (makan dan minum) di siang hari agar kita mampu menahan diri dari yang haram sepanjang hayat. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di surga ada pintu khusus bernama Ar-Rayyan, yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Pintu ini adalah VIP akses bagi mereka yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di dunia.
Keutamaan Keempat, Ramadhan adalah Kesempatan Sosial bersedekah
Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau jauh lebih dermawan lagi ketika masuk bulan Ramadhan.
أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
“Sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab: “Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR`. Tirmidzi).
Jangan biarkan tetangga kita lapar saat kita berbuka dengan mewah. Manfaatkan kemudahan digital untuk berzakat dan sedekah melalui platform resmi seperti BAZNAS.
Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah saatnya Digital Detox. Jika gadget kita perlu upgrade sistem, maka jiwa kita perlu upgrade iman. Kurangi waktu yang habis di media sosial untuk hal yang sia-sia. Gantilah dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an melalui aplikasi seperti Quran Kemenag. Ingat, kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Berapa banyak saudara kita yang tahun lalu masih shalat bersama kita, namun tahun ini sudah berada di alam barzakh.
Sebagai penutup khutbah ini, mari kita bulatkan tekad untuk mengisi Ramadhan tahun ini dengan tiga persiapan: (1) Persiapan Ilmu: Pelajari tata cara puasa agar ibadah kita sah, (2) Persiapan Fisik: Jaga kesehatan agar bisa melaksanakan tarawih dan tadarus dan (3) Persiapan Hati: Bersihkan hati dari rasa iri, dengki, dan permusuhan agar Ramadhan ini adalah Ramadhan terbaik dari Ramadhan -Ramadhan yang terlewat. Kita reflesikan diri kita dan bermuhasabah “Jika tahun lalu kita masih melihat wajah-wajah sahabat dan kerabat di shaf ini, namun kini mereka telah tiada, pertanyaannya: Siapa yang bisa menjamin bahwa Ramadhan tahun ini bukan Ramadhan terakhir bagi kita?”
Akhirnya Mari kita berdoa agar Allah SWT menjadikan Ramadhan ini, Ramadhan terbaik dan mendapatkan semua keutamaan di dalamnya. Amin Ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وبارك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أجمعين. أمين يا رب العالمين. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ اَللَّهُمَّ سَلِّمْنا إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لنا رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنا مُتَقَبَّلاً. اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبنا وَرَبُّكَم اللَّهُ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا فِيْهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
[1] Kepala KUA Saketi Pandeglang dan Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Terpadu Addhiya Cimanuk Pandeglang Banten (Materi Khutbah di Masjdi Dauroh Addhiya Citeureup Rocek Cimanuk Pandeglang 20 Febuari 2026 M/2 Ramadhan 1447 H)








