Jangan Salah Memilih Pasangan (2)
Mencari jodoh bukan hanya tentang menemukan seseorang yang dicintai, tetapi juga memastikan bahwa hubungan tersebut bisa bertahan dalam jangka panjang. Faktor seperti kesamaan nilai, komunikasi yang baik, dan kesiapan untuk berkomitmen sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis. Hindari kesalahan umum seperti terburu-buru dalam memutuskan atau mengabaikan tanda bahaya. Dengan usaha dan kesabaran, setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan pasangan yang tepat dan membangun kehidupan yang bahagia bersama .
Prinsip hidup yang sejalan akan membantu dalam menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga. Jika dua individu memiliki pandangan yang berbeda secara fundamental, maka konflik dapat lebih sering terjadi. Kepribadian yang cocok akan membantu dalam menciptakan hubungan yang nyaman dan harmonis. Meskipun perbedaan dapat melengkapi, tetapi terlalu banyak perbedaan justru dapat menjadi sumber konflik. Hubungan yang sehat ditandai dengan komunikasi yang terbuka dan jujur. Pasangan yang dapat berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah menyelesaikan masalah dan memahami satu sama lain. Pasangan yang matang secara emosional akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam hubungan. Mereka tidak mudah terbawa emosi dan dapat berpikir secara rasional dalam menyelesaikan konflik. Selain hal hal psikologis di atas, berikut ini adalah beberapa cara menentukan pasangan hidup yang sesuai dengan syariat Islam:
Nikahilah Wanita yang Baik Baik.
Memilih jodoh berdasarkan keturunan berarti mempertimbangkan latar belakang keluarga pasangan. Hal ini sangat dianjurkan dalam Islam karena memengaruhi karakter dan akhlak anak-anak di masa depan, seperti memiliki keluarga terhormat atau berilmu, namun, ini harus selalu dikolaborasikan dengan agama dan akhlak pasangan, bukan hanya status sosial atau “darah biru”, karena agama yang baik lebih utama daripada keturunan yang kurang baik agamanya. Pertimbangan keturunan, termasuk kesehatan fisik dan mental, kesuburan , dan kesesuaian lainnya, agar rumah tangga harmonis dan keturunan berkualitas.
Keturunan yang baik (budi pekerti mulia) diharapkan membawa pengaruh positif pada karakter dan akhlak anak-anak kelak, karena anak mencontoh orang tua. Memilih pasangan dianjurkan memilih dari keluarga baik-baik, seperti ilmuan, bangsawan, atau yang berreputasi, namun tetap dengan syarat agamanya baik.
Keturunan juga mencakup kesehatan, pasangan yang sehat dan tidak memiliki penyakit genetik juga penting untuk kualitas keturunan selanjutnya. Keturunan juga mencakup kesuburan dan tidak adanya penyakit genetik artinya sangat penting untuk menghasilkan keturunan yang sehat.Memilih jodoh berdasarkan keturunan adalah tentang memilih pasangan keluarga yang berlatar belakang baik dan sehat, yang diharapkan dapat melahirkan generasi berkualitas, karena itu salah satu adalah fondasi terpenting untuk membangun keluarga yang sakinah dan membimbing anak-anak menuju kebaikan.
Sangatlah penting bagi pasangan yang sedang memilih jodoh untuk mengetahui asal-usul calon pendamping. Hal ini akan memudahkan untuk menyesuaikan diri bagi kedua belah pihak maupun keluarganya ini juga akan membawa konsekuensi pada perwalian dan perwarisan. Seorang anak tentu akan bangga bila ibu dan bapaknya berasal dari keturunan keluarga yang baik-baik. Keturunan atau nasab yang bagus memiliki arti penting dalam kehidupan rumah tangga. Itulah sebabnya Nabi Muhammad Saw memperingatkan kepada umatnya agar teliti dalam memilih jodoh.
Memilih pasangan berdasarkan keturunan dengan harapan pasangan memiliki potensi untuk memperbanyak berbuat kebajikan sehingga dapat mengantarkan pada kemuliaan. Memilih jodoh berdasarkan keturunan maksudnya adalah hendaknya memilih calon yang mempunyai keturunan atau keluarga yang baik, terhormat, dan memiliki sifat mulia. Hal ini karena diharapkan nantinya bisa mempunyai anak keturunan yang baik dan mulia juga.(Wallohu ‘Alam)








