Menu

Mode Gelap

Opini · 12 Mar 2026 09:38 WIB ·

JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (9) (Pasangan yang  Harus Dihindari)

Penulis: syafran lubis


 JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (9)  (Pasangan yang  Harus Dihindari) Perbesar

JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (9)

(Pasangan yang  Harus Dihindari)

Kapankah aku akan bertemu pujaan hati? Kriteria apa yang digunakan untuk memilih pasangan hidup? Bagaimana saya bisa tahu kalau dia memang yang terbaik? Apa yang harus dilakukan jika ada ketidakcocokan dengan calon pasangan?. Bagaimana jika hubungan saya dan dia tidak direstui orangtua? Sederet pertanyaan muncul ketika akan memilih pasangan hidup. Karena dia yang akan menemani kita seumur hidup, dalam suka dan duka, hingga ajal menjemput. Jangan sampai salah memilih pasangan akibat ketidaktahuan, tekanan lingkungan, atau dorongan cinta sesaat yang membutakan hati dan kenyataan.

Memilih pasangan yang salah tak hanya menyengsarakan, tetapi juga mengorbankan anak-anak kelak, dan menghancurkan keluarga. Maka sebelum mengamil kepeutusan besar itu ada baiknya kita mempunyai kriteria wanita yang akan kita nikahi. Ada banyak calon dan bakal calon pasangan di sana tetapi mungkin ada hal hal yang menjadi tolak ukur bagi kita. Dari itu salah satu sifat wanita di bawah ini perlu dihindari agar kita tidak menyesal di kemudian hari yaitu.

Jangan Nikahi wanita Al Haddaqah

Al Haddâqah adalah wanita yang suka melihat-lihat segala sesuatu lalu menginginkannya dan menuntut sang suami untuk membelinya. Al Haddaqah adalah wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik suatu barang atau produk, dan suka meminta untuk dibelikan suaminya. Pendek kata, al haddaqah adalah wanita boros dan konsumtif. Al haddaqah adalah tipe wanita yang menguras kantong suami.

Perilaku orang dalam masalah harta bisa berbeda-beda, ada orang yang sangat ketat dalam masalah keuangan ada pula yang sangat longgar, ada orang yang suka boros ada pula yang suka menabung, ada orang yang belanja sesuai kebutuhan ada pula orang yang belanja sesuai keinginan. Masing-masing memiliki prinsip dan perilaku yang bervariasi. Perilaku-perilaku tersebut seringkali dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya, apakah itu keluarga, sahabat, hingga teman bergaul. Orang yang suka boros karena pengaruh pergaulannya adalah karena dia sering melihat teman-teman dekatnya berbelanja barang-barang mewah, branded, dan mahal harganya. Dia pun tidak tahan dan ikut tergoda membeli barang yang sama. Dia rela mengeluarkan sejumlah besar uang agar setara dengan circlenya. Terkadang kondisi keuangannya tidak mendukung, akhirnya dia memilih berhutang. Dia punya motor, tapi karena semua temannya bermobil maka dia harus beli mobil. Dia punya tas biasa, tapi karena semua temannya punya tas mewah maka dia harus punya juga.

Boros alias Israf atau berlebih-lebihan, memang bukan hanya dosa istri semata. Banyak juga para suami yang bergaya hidup boros dalam kesehariannya. Namun, secara kodrati, gejolak materialisme dan konsumisme itu memang lebih banyak mendekam pada diri kaum wanita.

Ajaran Islam menolak mempersepsikan kaum wanita secara buruk dengan penilaian materialistis seperti ini. Islam sangat memuliakan kaum wanita. Terkait dengan wanita, ajaran Islam beredar untuk meluruskan tabiat wanita dan menshalihkan perilakunya. Merendahkan wanita adalah tabiat jahiliyah yang telah dikubur oleh Islam. Islam datang untuk merias wanita menjadi perhiasan dunia terindah, dengan keshalihan hati dan perilaku sebagai tolok ukurnya. Islam secara tegas melarang kaum muslimin bersikap boros. Sikap boros merupakan perangkap setan untuk terus menghasung manusia menumpuk-numpuk harta, dan membelanjakannya secara berlebihan. (Al-Isra’ : 27)

Islam membimbing kita untuk bersikap pertengahan,tidak boros dan tidak juga bakhil. Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Dan orang-orang yang membelanjakan hartanya dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, artinya mereka tidak bersikap boros dalam membelanjakan harta mereka dalam bentuk membelanjakannya melebihi hajat, dan tidak juga mereka bakhil kepada keluarga mereka dalam bentuk mengurang-ngurangi hak mereka, tidak mereka tahan-tahan, bahkan dengan bentuk adil dan yang terbaik, sebab sebaik-baik perkara adalah yang paling menengah”.

Hak istri meliputi kebutuhan primer, sandang, pangan dan papan, dan kebutuhan psikologi yaitu diperlakukan secara baik dan diberi kasih sayang. Selain itu beberapa ulama ada yang menambahkan nafkah istri dengan kebutuhan aksesoris, perhiasan, alat-alat rumah tangga, sampai mencarikan pembantu bagi istri. Semuanya disesuaikan dengan kemampuan suami dan kebiasaan atau tradisi yang berlaku di daerah tersebut.

Istri yang boros dan suka menghamburkan uang suami, bisa dinilai dari dua sisi, yaitu tidak berdosa jika suami mengizinkan dan sanggup memenuhi keinginan istrinya dan berdosa jika pemborosan itu tidak seizin suami. Sebab kewajiban istri adalah menaati suaminya, menerima nafkah dengan lapang dada dan mengelolanya secara baik. Apalagi kalau suami tidak mampu memenuhinya, dikhawatirkan suami akan mencari harta dengan cara yang tidak halal hanya untuk menuruti kemauan istri. Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama. Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri yang berlebihan. Dalam keadaan seperti ini meninjau kembali hubungan dengan pasangan akan lebih baik karena mempertahankan yang ada akan lebih sulit daripada membangun yang baru. (Wallohu A’lam)

Previous Post AMBANG PINTU
0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

AMBANG PINTU

11 Maret 2026 - 13:21 WIB

JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (8) (Pasangan yang  Harus Dihindari)

9 Maret 2026 - 12:44 WIB

Kemunafikan dalam Rumah Tangga

9 Maret 2026 - 12:06 WIB

Teori Akad Nikah: Kontrak, Perjanjian, dan Perikatan dalam Perspektif Lintas Mazhab

7 Maret 2026 - 12:04 WIB

KE PANTAI

7 Maret 2026 - 09:37 WIB

Sebaik Apa pun Dirimu, Kamu Akan Selalu Berbeda di Setiap Cerita Manusia

6 Maret 2026 - 14:10 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x