Menu

Mode Gelap

Novel · 11 Mar 2026 13:21 WIB ·

AMBANG PINTU

Penulis: syafran lubis


 AMBANG PINTU Perbesar

AMBANG PINTU

Pagi itu seperti hari hari sebelumnya,pak mamat, setelah pulang dari masjid menunaikan sholat subuh ia tilawah satu halaman, ia bersemangat memulai hari pagi itu, ia berangkat kerja agak pagi karena kantornya agak jauh dan takut di jalan macet. Ia mulai mempersiapkan keperluannya untuk berangkat kerja dikumpulkannya barang barang yang akan dibawa ke kantor dibantu istrinya. Kemudian masuk kamar mandi dan mandi, setelah memakai baju dinasnya, lalu diambil jasnya, lalu ia siap siap mau berangkat kerja tapi istrinya di ambang pintu berdiri memasang badan tidak membolehkan suaminya berangkat kerja.

Ia masih cuek dan mempersiapkan barang-barangnya terus. ia tahu perlengkapan kerja yang lain telah disiapkan istrinya saat istrinya memasang ambang badan di pintu. Kemudian ia mau lewat tapi didorong lagi oleh istrinya tidak boleh lewat, didorong lagi didorong lagi saling dorong pun terjadi antara ia dan istrinya.

Istrinya biasanya di peluk sebelum berangkat kerja tapi ia sengaja untuk tidak memeluknya hari itu. Akhirnya istrinya manja setelah saling dorong baru kemudian ia memeluk istrinya dan ia pun tersenyum, “ kirain beneran lupa” kata istrinya “memang lupa!” jawabnya lalu mereka tertawa kecil bersama, tertawa bahagia. Ia tidak lupa kebiasaan itu ia hanya ingin membuat istrinya merasa bahagia penuh canda tawa ria. Ia tahu istrinya ingin dipeluk dulu sebelum ia berangkat kerja lalu ia “abi berangkat ya mi” istrinya tersenyum dan “ iya bi.. , hati hati di jalan ya” jawab istrinya, lalu melepaskan pelukan suaminya pak mamad pun berangkat kerja dengan tas kulit mengkilap yang berisi berkas, bolpoin dan dokumen lainya

Di lain tempat pak sukirno seorang petani setelah sholat subuh ia mulai mengemas peralatan bajak dan cangkul dan peralatan lain untuk dibawa ke ladang istrinya juga mempersiapkan peralatan yang lain.  Setelah mandi ia juga  mulai memakai baju dinas (baca baju kerja) ke ladang. Sama dengan cerita istri pak mamat, istri pak sukirno juga berdiri di ambang pintu ia juga memasang badan di sana pak sukirno juga tidak bisa lewat di pintu, kalau ia mau lewat istrinya selalu mendorongnya dan kedua suami istri ini juga saling dorong, setelah keduanya saling dorong lalu keduanya saling tertawa pak sukirno juga memeluk istrinya “jangan lupa to.. mas! “ kata bu sukirno “saya lupa …” kata pak sukirno akhirnya berdua saling tertawa kecil bahagia “aku berangkat ya bu..” kata pak sukirno ke istrinya “iya pak hati hati ya” ia berangkat dengan tas jelek yang sudah kumal berisi cangkul bajak golok parang dan lainnya.

Di tempat satunya pak jajang pagi mempersiapkan bahan jualannya ke gerobaknya dan dibantu juga oleh istrinya mulai dari panci rebus siomay, siomay yang setengah matang kentang yang sudah direbus pare dan semua keperluan somainya hingga bumbu kacang somainya. Bu jajang juga belum membolehkan suaminya berangkat sebelum memeluknya dan memasang badan di ambang pintu tapi pak jajang pura pura lupa juga, hampir saja istrinya kesal tapi pak jajang memeluk istrinya dan mengatakan “ ibu kira saya lupa peluk ya… , iya,  saya lupa, lupa gak peluk, ni saya lupa peluk,” sambil memeluk erat istrinya ”heheheh” ibu jajang menatap suaminya dan mereka saling tertawa ringan tertawa bahagia “ aku berangkat ya bu…” katanya.

Keluarga romantis bukan hanya milik orang kaya bukan hanya milik orang berduit bukan milik orang berpendidikan orang sederhana pun bisa memilikinya begitu juga orang miskin maka jika ingin romantis dengan pasangan hidupkan momen-momen canda kecil yang membuat kita dan pasangan tertawa bahagia.

Saat kita bersemangat dulu menjemput pasangan kita dari rumah orang tuanya ke rumah kita. Jadikan pasangan kita merasa wah… setiap hari, sehingga ia merasa dihargai, cinta itu akan tumbuh di manapun di rumah bilik sekalipun apalagi di rumah permanen atau rumah gedung. Harmonisnya rumah tangga tidak diukur dari siapa orang nya bagaimana keadaannya dan usianya berapa . cinta itu milik semua orang yang mau mengambilnya dan tidak akan berkurang jika banyak diambil yang lain ibarat sinar matahari tidak akan berkurang jika satu benda mengenai yang lain pun masih kebagian sinarnya. Bahagia dan harmonis rumah tangga itu tidak akan berkurang jumlahnya jika kita ambil sebanyak banyaknya atau orang lain yang mengambilnya. Maka ambillah bahagia lewat romantis keluargamu

Aku jatuh cinta
‘Tuk kesekian kali
Baru kali ini kurasakan
Cinta sesungguhnya
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan

Cinta bukan sekedar
Kata-kata indah
Cinta bukan sekedar
Buaian, belaian, peraduan

Cinta adalah ruang dan waktu…

 

 

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (8) (Pasangan yang  Harus Dihindari)

9 Maret 2026 - 12:44 WIB

Kemunafikan dalam Rumah Tangga

9 Maret 2026 - 12:06 WIB

KE PANTAI

7 Maret 2026 - 09:37 WIB

Sebaik Apa pun Dirimu, Kamu Akan Selalu Berbeda di Setiap Cerita Manusia

6 Maret 2026 - 14:10 WIB

JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (Pasangan yang  Harus Dihindari)

6 Maret 2026 - 08:54 WIB

Tanda-Tanda Kamu dan Pasangan Telah Siap Menikah

5 Maret 2026 - 14:25 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x