Menu

Mode Gelap

Hikmah · 17 Mar 2026 03:34 WIB ·

BAD PUSKESMAS

Penulis: syafran lubis


 BAD PUSKESMAS Perbesar

BAD PUSKESMAS

Di kamar perawatan puskesamas itu suaminya terkapar di rawat. Sudah dua hari ia sakit dan sudah berobat jalan ke puskesmas dan sudah minum obat tapi belum juga sembuh, Akhirnya pihak puskesmas menyarankan untuk dirawat sehingga harus dirawat bapak tua ini untuk beberapa hari. Namanya Tigor umurnya sekitar 62 tahun.  Selama dirawat, istrinya, bu Tigor menemaninya, menjaganya. Tak begitu parah sakitnya hanya pak Tigor lemas dan pucat, diagnosa dokter kurang istirahat dan kurang tidur. Namun dokter menyarankan harus dirawat.

Tiap pagi bu Tigor rajin membuatkan air hangat untuk suaminya, karena maklum di puskesmas tempat pak Tigor dirawat, tidak tepat waktu datangnya jatah makan. Makanya bu Tigor selalu siap membuat minuman dan makanan ringan buat pak Tigor sebelum jatah makan orang yang dirawat diantar. Ia juga selalu menawarkan untuk pasien pasien yang lain yang dirawat di sana walaupun hanya sekedar basa basi. Kalau ada tamu yang menjenguk pak Tigor ia selalu menawarkan minum, saat ada yang bertanya apa tidak ada anak anaknya yang bisa menggantikan bu Tigor menjaga pak Tigor jawabnya “ada, tapi selagi saya masih bisa.. saya lah yang menjaga bapak”, anaknya memang rutin datang ke sana menanyakan apa yang diperlukan,  kebutuhan pak Tigor dari saran dokter atau yang diperlukan bu Tigor

Yang menjadi pemandangan yang mengharukan ketika azan bergema laki laki kelahiran mandailing itu, tidak pernah meninggalkan sholat walaupun di atas bed puskesmas, dia selalu menyuruh istrinya agar ketika sholat bu Tigor berdiri di sampingnya memegang botol infus dan mengikuti gerak sholat nya ketika berdiri bu Tigor ikut berdiri dan ketika rukuk dan sujud bu Tigor menyesuaikan dengan gerak  tangan infusnya, agar tetap stabil dengan infusnya.

Setelah sholat ia pasti ia menanyakan kepada istrinya apa sudah sholat memastikan tugas dan tanggung jawabnya masih diselesaikan walaupun dalam keadaan sakit. Bahkan pak Tigor berkata kepada istrinya sebelum ia melaksanakan sholat sendiri “kita sholat jamaah ya bu”, shalat jamaah yang dirindukannya ketika ia berada di ruang perawatan di puskesmas itu. “tapi tangan bapak masih diinfus”  kata istrinya ia lupa bahwa tangannya yang masih ditusuk jarum itu menghalanginya untuk berwudhu ia sholat dengan tayamum .

Orang yang melihat pak Tigor sholat dan di bantu bu Tigor terharu. Dua orang tua ini masih terus saling tolong menolong untuk melaksanakan kewajibannya kepada Allah bahkan ia melaksanakan tanggung jawabnya memastikan bahwa istrinya sudah menyelesaikan kewajibannya apa belum yaitu sholat

romantis adalah ketika sepasang suami istri itu bisa saling membantu untuk mengingatkan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya dan tanggung jawab tidak akan hilang ketika seorang suami sakit dan harus dirawat. Ia masih menanyakan apakah istrinya sudah sholat. Imam yang dibebankan ke pundaknya di bawa sampai hari tuanya. Romantis adalah dimana kita menanggung jawabi  apa yang menjadi peran kita dalam tugas kita sebagai manusia atau sebagai pasangan. Romantis yaitu ketika kita menanggung jawabi apa yang menjadi tugas kita dalam rumah tangga sampai pada hal hal yang paling kecil sekalipun. Pak Tigor merasa tanggung jawab itu sampai akhir hayatnya atau selama masih menjadi bagian dari pasangan.

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

“Idul Fitri: Ngajaga Amanah Kapamingpinan sarta Ngandelan Kataatan Nasional

16 Maret 2026 - 12:09 WIB

“Idul Fitri: Menjaga Amanah Kepemimpinan dan Memperkokoh Ketaatan Nasional

16 Maret 2026 - 11:33 WIB

AMBANG PINTU

11 Maret 2026 - 13:21 WIB

KE PANTAI

7 Maret 2026 - 09:37 WIB

Efektivitas Zakat Fitrah Tunai: Perspektif Madzhab dan Realitas di Tasikmalaya

6 Maret 2026 - 16:39 WIB

NO REKENING

1 Maret 2026 - 10:58 WIB

Trending di Novel
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x