Aku adalah wanita yang kamu datangi dengan penuh keberanian. Kamu mengetuk pintu rumahku, duduk di hadapan kedua orang tuaku, lalu menyampaikan niat suci untuk menjadikanku pendamping hidupmu. Di hari itu, kamu bukan hanya melamarku, kamu melamar harapan-harapan mereka, menitipkan janji, dan menyanggupi amanah yang begitu besar, yaitu Aku.
Ketika seseorang pria melamar seorang wanita, sesungguhnya ia sedang berusaha menerima titipan termahal dari keluarganya. Seorang ayah yang selama ini menjaga putrinya dengan segenap tenaga, seorang ibu yang membesarkannya dengan seluruh cinta dan seketika itu semuanya diserahkan kepadamu dengan keyakinan bahwa kamu mampu membuatnya bahagia serta diyakini mampu melanjutkan harapan dan asa dalam keluarga.
Karena itu, wahai calon Imam…
Jangan sakiti wanita yang telah kamu lamar itu. Wanita yang kini bersandar harap pada pundakmu, Yang meyakini bahwa bersamamulah masa depannya akan terasa aman. Wanita yang kamu lamar bukan sekadar pasangan hidup, Ia adalah amanah yang Allah titipkan kepadamu. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis sahih:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa kebaikan seorang suami bukan diukur dari kata-katanya, tapi dari bagaimana ia memperlakukan istrinya setiap hari. Dari kelembutannya, kesabarannya, tanggung jawabnya, dan kemampuannya menjaga perasaan perempuan yang ia pilih untuk hidup bersama.
Ketika kamu melamarnya, kamu menjanjikan perlindungan. Kamu berjanji menjadi tempat pulang. Kamu berjanji akan hadir bukan hanya pada hari-hari senang, tapi juga pada masa-masa paling berat sekalipun. Maka jangan sakiti hatinya dengan ucapan yang tajam, Jangan buatnya menangis karena sikap yang abai, dan jangan biarkan ia merasa sendirian padahal ia sudah memilihmu di atas banyak kemungkinan. Allah memuliakan seorang suami yang membahagiakan istrinya. Kebahagiaan itu tidak harus mewah. Kadang hanya berupa perhatian kecil, pelukan yang menenangkan, waktu yang berkualitas, atau kalimat sederhana:
“Aku ada di sini untukmu.”
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.”
(HR. Ahmad)
Perlakukanlah wanita itu dengan cinta, karena cintamu adalah ibadah. Bahagiakan ia, karena membahagiakannya adalah salah satu jalan menuju keberkahan rumah tangga. Ingatlah bahwa istrimu bukan hanya pasanganmu di dunia, tapi semoga juga pasanganmu di surga selamanya.
Doa untuk Kita Berdua
Ya Allah, lembutkanlah hati kami untuk saling mencintai dan saling memahami.
Jadikanlah rumah tangga kami tempat yang teduh serta penuh dengan kedamaian, kasih sayang, dan sakinah.
Jauhkan kami dari pertengkaran, dari kerasnya hati, dan dari perlakuan yang saling menyakiti.
Karuniakan kepada kami kemampuan untuk saling membahagiakan, saling menjaga, dan saling menguatkan. Dan jadikanlah kami pasangan yang Engkau satukan bukan hanya di dunia, tetapi juga di surga-Mu kelak. Aamiin.
- Muhamad Fathul Arifin – KUA Kesugihan, Cilacap








