Oleh :
KHAERUL UMAM, S.Ag*)
(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)
ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
أللهم صل على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما صليت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم وبارك على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما باركت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنك حميد مجيد
۞ اَللهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّد ﷺ ۞
Akan tiba masanya mata kita yg dulu jelas melihat akan menjadi kabur.
Gigi kita yg dulu berderet rapi akan renggang dan keropos.
Rambut kita yg dulu hitam akan menjadi putih.
Kulit kita yg dulu kencang akan keriput.
Fisik kita yg dulu kuat akan menjadi lemah.
Demikianlah masa² itu akan kita alami, Maka semestinya kita tetap istiqomah untuk terus berusaha dalam beramal shalih dan melakukan kebaikan. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
الْعَبْدَ إِذَا كَانَ عَلَى طَرِيقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ الْعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ قِيلَ لِلْمَلَكِ الْمُوَكَّلِ بِهِ اكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ إِذَا كَانَ طَلِيقاً حَتَّى أُطْلِقَهُ أَوْ أَكْفِتَهُ إِلَىَّ
Artinya: “Seorang hamba jika ia berada pada jalan yang baik dalam ibadah, kemudian ia sakit, maka dikatakan pada malaikat yang bertugas mencatat amalan, “Tulislah padanya semisal yang ia amalkan rutin jika ia tidak terikat sampai Aku melepasnya atau sampai Aku mencabut nyawanya.” (HR. Ahmad, 2: 203. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sedangkan sanad hadits ini Hasan).
Masa sakit dan masa tua biasanya akan menyulitkan kita untuk beramal shalih secara maksimal dan rutin sebagaimana tatkala kita masih sehat dan muda. Karena itu hendaknya kita membiasakan diri dan tetap istiqomah untuk terus berusaha dalam beramal shalih dan melakukan kebaikan di saat kita sehat dan muda, sehingga ketika kelak kita memiliki udzur maka kita akan tetap mendapat catatan kebaikan yg sama.
Maka sebelum masa-masa itu tiba dan menjadi kesusahan bagi kita. Kita harus semakin bertaqwa, bukan justru semakin tua semakin cinta dunia. Ingatlah, Semakin bertambah usia maka semakin lemah tangan untuk menggenggam. Karena Allah sedang mendidik kita agar melepas cinta dunia. Semakin bertambah usia semakin kabur mata untuk melihat. Karena Allah sedang mencerahkan hati kita untuk melihat akhirat.
Ya Allah.. jangan jadikan hati kami lalai dan condong kepada dunia, berikan kami taufiq dalam ketaqwaan, serta berkahi waktu kami untuk terus dapat melakukan amal shalih dan memperbaiki diri di sisa usia kami. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin…
———
**)Penulis adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang, da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.








