Menu

Mode Gelap

Khutbah · 22 Des 2025 23:01 WIB ·

Dahsyatnya Pahala Muadzin

Penulis: Khaerul Umam


 Dahsyatnya Pahala Muadzin Perbesar

Oleh :

KHAERUL UMAM, S.Ag*)

(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)

 

Khutbah I

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الۡـحَمۡدُلِلّهِٰ رَبِّ الۡعَٰلَمِينَ، نَـحۡمَدُهُ وَنَسۡتَعِيۡنُهُ وَنَسۡتَغْفِرُهُ، وَنَعُوۡذُبِاللّٰهِ مِنۡ شُرُوۡرِأَنۡفُسِنَا، وَمِنۡ سَيِّئَاتِ أَعۡمَالِنَا، مَنۡ يَهۡدِهِ اللّٰهُ فَلَامُضِلَّ لَهُ، وَمَنۡ يُضۡلِلۡ فَلَاهَادِيَ لَهُ أَشۡهَدُأَن لَّاإِلٰهَ إِلَّااللّٰهُ وَحۡدَهُ لَاشَرِيۡكَ لَه، وَأَشۡهَدُأَنَّ مُـحَمَّدًاعَبۡدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمۡ عَلَى مَحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصۡحَابِهِ أَجۡمَعِين، وَمَنۡ تَبِعَهُمۡ بِإِحۡسَانٍ إِلَى يَوۡمِ الدِّيۡن,

أَمَّا بَعۡد, فَيَاعِبَادَاللّٰهِ، أُوۡصِيۡكُمۡ وَنَفۡسِي بِتَقۡوَى اللّٰهِ تَعَالٰى وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُوۡن

قَالَ اللّٰهُ تَعَاليٰ فِي الۡقُرۡاٰنِ الۡكَرِيۡمِ:  يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ. و قَالَ اللّٰهُ تَعَاليٰ فِي الۡقُرۡاٰنِ الۡكَرِيۡمِ:  «وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ» [فصلت : 33]

Jama’ah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT…!,

       Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita terutama nikmat iman, Islam dan sehat wal ‘afiat sehingga dengan ketiga nikmat tersebut kita bisa hadir dan duduk bersama menjalankan perintah Allah SWT, yaitu melaksanaakan shalat Jum’at ini. Shalawat dan Salam semoga tetap tercurah kepada insan mulia, junjungan kita nabi akhiruzzaman sohibussyafaat nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabatnya dan kita semua selaku ummatnya, mudah-mudahan nati di yaumil qiyamah mendapatkan syafa’atnya, aamiin yaa rab al-‘alamiin.

        Selanjutnya khatib berwasiyat, berpesan dan mengajak kepada diri khatib sendiri khususnya dan umumnya kepada jama’ah shalat jum’at sekalian, mari sama-sama kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, Ingatlah, takwa kita menentukan derajat kita di hadapan Allah SWT. Mari terus berusaha menaati perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya baik yang ringan maupun yang berat, karena hanya dengan ketakwaan dan keta’atan kepada Allah kita akan kemuliaan sejati dan abadi yaitu kemuliaan di dunia ini sampai kelak di akhirat. Allah SWT berfirman :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ [الحجرات/13]

      Artinya: “Sungguh orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa diantara kalian” (QS.Al-Hujurat: 13).

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT…!,

Allah SWT. berfirman :

«وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللهِ» [فصلت : 33]

     Artinya: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah” (QS. Fushilat: 33).

       Ayat ini secara tegas mengatakan tidak ada perkataan yang lebih baik daripada perkataan seseorang yang isinya adalah ajakan menuju kepada Allah, tentang siapakah sebenarnya yang dikehendaki oleh Allah tentang orang itu ? marilah kita simak keterangan dari kitab Tafsir As-sirojul Munir :

«وَقَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: إِنَّ هٰذِهِ الْآيَاتِ نُزِّلِتْ فِيْ المُؤَذِّنِيْنَ» [تفسير السراج المنير الشربيني3/615]

Sayyidah ‘Aisyah Rodliyallahu ‘anha berkata : bahwa ayat tersebut secara khusus diturunkan sebagai penghargaan Allah kepada para muadzin atau orang-orang yang mengumandangkan adzan dan iqomah. Sedangkan Imam Fahrur Rozi dalam kitab tafsirnya mengatakan :

«وَلَكِنِ الْحَقُّ المَقْطُوْعُ بِهِ أَنَّ كُلَّ مَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِطَرِيْقٍ مِنَ الطُّرُقِ فَهُوَ دَاخِلٌ فِيْهِ» [تفسير الفخر الرازي : 28/568]

       Walaupun secara asbabun nuzul ayat tersebut sebagai penghargaan kepada para muadzin namun secara redaksi semua ajakan menuju Allah dengan cara apapun termasuk bagian yang dikehendaki dari ayat tersebut. Itu artinya, dalam pandangan syariat menjadi seorang petugas muadzin adalah tugas yang sangat mulia di sisi Allah SWT. oleh karenanya, tidak berlebihan jika dalam kitab Fathul Mu’in disebutkan :

«وَهُمَا أَفْضَلُ مِنَ الْإِمَامَةِ»

      Artinya: “Adzan dan iqomah lebih utama dari pada menjadi Imam”.

Jama’ah Shalat Jum’at yang diridhai Allah SWT…!,

Dalam salah satu riwayat, Junjungan kita Nabi Muhammad SAW. bersabda :

«مَنْ أَذَّنَ لِلصَّلَاةِ سَبْعَ سِنِيْنَ مُحْتَسِبًا كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ»

     Artinya: “Barang siapa mengumandangkan adzan selama tujuh tahun maka Allah memastikannya akan terbebas dari neraka”.

      Para ulama’ menegaskan bahwa hikmah atau rahasia dibalik angka tujuh tahun adalah bahwa setiap kebaikan nilai pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali lipat, artinya menjadi seorang muadzin selama tujuh tahun nilai pahalanya sama dengan menjadi muadzin selama hidup karena rata-rata umur umat Nabi Muhammad SAW. rata-rata berada dalam kirasan enam puluh sampai tujuh puluh tahun.

           Sebagaimana dalam hadits disebutkan :

«أَعْمَارُ أَمَّتِيْ بَيْنَ سِتِّيْنَ وَسَبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يُجَاوِزُ ذٰلِكَ»

      Artinya: “Umur umatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun hanya sedikit dari mereka yang melewati umur tersebut”.

      Maka menjadi masuk akal jika Allah menjamin terbebas dari api neraka bagi orang selama hidupnya mengumandangkan ajakan menyembah Allah SWT. dengan menjadi seorang muadzin, walaupun dalam prakteknya hanya tujuh tahun, bahkan dalam riwayat lain juga disebutkan :

«ثَلاثَةٌ يَعْصِمُهُمُ الله تَعَالَى مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ الشَّهِيدُ وَالمُؤَذِّنُ وَالمُتَوَفَّى يَوْمَ الجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الجُمُعَةِ» [لباب الحديث]

      Artinya: “Bahwa ada tiga orang yang mendapatkan jaminan dari Allah bahwa mereka akan aman dari siksa kubur yaitu : orang meninggal dalam keadaan Syahid, seorang muadzin dan orang yang meninggal pada hari atau malam jum’at”.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT…!,

       Sedemikian mulia dan agungnya menjadi seorang muadzin dalam pandangan agama kita, akan tetapi jika kita melihat kenyataan yang terjadi ternyata masih jauh panggang dari api, antara harapan dan kenyataan masih sangat jauh, karena bisa kita saksikan secara langsung betapa masih banyak masjid-masjid dan musholla-musholla yang muadzin sholat lima waktunya masih borongan, itupun masih harus menunggu muadzin yang sudah lanjut usia yang sudah barang tentu urusan suara dan nafas sudah tidak begitu mendukung, namun apa boleh buat, kenyataan ini terjadi karena yang suaranya masih kuat, yang nafasnya masih panjang entah berada di mana ?, semua ini menunjukkan masih rendahnya dedikasi dan komitmen masyarakat kita terhadap tugas mulia ini.

        Oleh karenanya marilah kita renungkan bersama sabda junjungan kita Nabi Muhammad SAW:

«لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ ‌مَا ‌فِي ‌النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمْ لَمْ يَجِدُوْا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوْا عَلَيْهِ»

       Artinya: “Andai manusia mengetahui keutamaan dalam adzan dan barisan pertama, kemudian mereka tidak mendapatinya kecuali dengan mengambil undian, sungguh mereka pasti akan mengambil undian itu”.

        Semoga kita semua senantiasa mendapatkan hidayah dan pertolongan Allah SWT. sehingga menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu berada di jalan yang benar dan diridloi Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.

 بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

 الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَعَدَّ الْجَنَّةَ لِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُتَّقِيْنَ وَأَعَدَّ النَّارَ لِلْمُشْرِكِيْنَ الْمُعْتَدِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ, اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, اللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ,اللَّهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ عَافِ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ احْفَظْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَحْمَةً عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَغْفِرَةً عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فَرَجًا عَاجِلًا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ, رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ ,عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِۙ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِيْمُوا الصَّلَاةَ

 

————

**) Khatib adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang, Da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.

 

Previous Post Cinta Itu Anugerah
0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 16 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

NILAI FILOSOFIS DAN HIKMAH YANG TERKANDUNG DARI PENSIL

10 Desember 2025 - 14:15 WIB

Mengapa Pahala Sedekah Itu Disegerakan?

3 November 2025 - 15:03 WIB

Ingatlah…Semua Akan Berakhir Pada Waktunya…!!!

27 Oktober 2025 - 15:16 WIB

Tusuk Gigi Membawa Petaka

27 Oktober 2025 - 12:22 WIB

Lima Ibadah Sosial Yang Dirindukan Surga

27 Oktober 2025 - 11:15 WIB

Tinjauan Gender Terhadap Pernikahan Usia Muda di Era Modern: Sebuah Transfomasi Nilai dan Strategi Pencegahan

10 September 2025 - 22:22 WIB

Trending di Khutbah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x