Menu

Mode Gelap

Hikmah · 1 Apr 2026 06:10 WIB ·

EKA DAN DEWI

Penulis: syafran lubis


 EKA DAN DEWI Perbesar

EKA DAN DEWI

Setelah wali , ayah dari calon mempelai perempuan duduk di depan pengantin laki laki dengan menggunakan beskap warna hitam, kain jarik berwarna coklat lengkap dengan blangkon khas Jawa Timuran atau jawa tengahan, atau jawa baratan.., ngak tahulah yang jelas wali sudah siap di depan pengantin laki laki. Saat itu juga calon suami menggunakan beskap warna putih, sama juga entah beskap dan blangkon jawa mana, ia  gagah sekali terlihat. wali dan mempelai laki laki duduk berhadapan. Kemudian para saksi dari kedua calon mempelai juga duduk saling berhadapan di sudut kiri dan kanan meja prosesi akad nikah. Calon istri pun ikut duduk di samping calon suami dengan busana Jawa layaknya putri keraton putri seorang raja. Senyuman yang indah sambil wajah tertunduk malu. “Inikah pujaan hati yang akan saya persunting” batin calon suami, calon suaminya ramah dan mudah tersenyum,

Beberapa saat teman teman calon suami datang, dengan gaya make up yang agak feminism. pak penghulu pertama mengira, itu adalah teman teman calon istrinya tetapi yang mereka tegur dengan akrab adalah calon suaminya, ia mulai mengerti penampilan calon suami juga kelihatan agak feminism, pak penghulu masih menepis keraguannya bahwa calon suami ini seorang mohon maaf waria,

“kita mulai ya pak “ kata pak penghulu

“ silahkan pak “ jawab pak wali.

“Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh “ pak penghulu pun memulai acara pemeriksaan nikah itu, “apakah mbak yang namanya Dewi Septina bin Sutarno? “ tanya pak penghulu

“Iya pak”, jawab pengantin wanita

“Tempat tanggal lahirnya, sripendowo , 20 september 1988 ?”

“Benar pak”

“Pekerjaan swasta dan tinggalnya di desa Sripendowo?”

“Benar pak”

“Semuanya benar ya…”

“Iya pak “. Jawab pengantin perempuan

pak penghulu melanjutkan ke pangantin laki laki “ sekarang pengantin laki laki” kata pak penghulu “apakah benar mas yang bernama eka juliarto?”

Benar pak “ jawab pengantin laki laki, suaranya agak gemulai yang hadir di sekelilinnya teman teman yang akrab menyapanya mulai tersenyum , pak penghulu pun mulai ragu “ “ini benar waria apa bukan?” batin nya

“Tempat tanggal lahir Sribhawono 27 juli 1987 ?”

“Benar pak,” gemulainya semakain jelas, teman teman hadirinnya tambah tersenyum

“Pekerjaan swasta dan tinggalnya di Sribhawono”

“Benar pak… “, semakin jelas gemulainya

Suara yang hadir di sekeliling terdengar pelan di telinga pak penghulu “ bukannnya nama dia  ike.. (dengan menekan ‘K’)”. seperti logat bali

“sssst” kata yang lain

Akad nikah pun dimulai “ sebelum akad nikah dimulai, satu hal yang ingin saya tanyakan ke pengantin perempuan “ suara pak penghulu terdengar jelas di micropon “apakah mbak dewi bersedia dinikahkan dengan mas eka juliarto?”

“Iya pak bersedia” jawab pengantin perempuan

“Minta mas kawin apa”

“Uang pak 500.000 rupiah”

“Sudah disiapkan mas ?” . mata pak penghulu pindah ke pengantin laki laki

“Sudah pak “ kepalanya goyang seperti artis india

“Siap pak wali , pak saksi kita mulai “ kata pak penghulu

“Alhamdulillah….. “ pak penghulu memulai Khutbah nikahnya … hingga terdengar suara wali “ya.. eka juliarto.. aku nikahkan engkau dengan anak kandungku dewi septian dengan membayar mas kawin uang lima ratus ribu rupiah tunai,,” kata wali dengan lantang

“Saya terima nikahnya Dewi Septiani binti bapak sutarno dengan mas kawin uang lima ratus ribu rupiah dibayar tunai “ kepala dan badan pengantin laki laki ini bergerak terus selama ia mengucapkan kalimat qobulnya. sah kata dua orang saksi. Teman-temannya tertawa loncat loncat kegirangan seperti mendapat durian rontok “ ike .. ike… ike…keren loe..” tanpa sadar temannya memanggil manggil namanya. Pak penghulu baru tahu ternyata namanya artisnya ike.  Eka adalah nama aslinya pak penghulu lalu melafalkan doa untuk pengantin yang baru menikah ini. setelah diserahkan mas kawinnya buku nikahnya pun diserahkan pak penghulu dan salam salaman pak penghulu pamit pulang.

Di bawah tarup koridor penerimaan tamu pak penghulu melihat teman temannya “pak..” sapa mereka basa basi “besok giliran yang ini .. pak “ dengan gaya feminism

“Gak pa pa “ lapor aja ke kantor “ kata pak penghulu

Namanya tadi siapa? “Tanya pak penghulu sedikit kepo

“Eka kalo malam ike , hihihi “ jawab mereka sambil tertawa kecil

“Yang ini narto kalo malam narti,” lanjut yang lainnya pak penghulu tertawa kecil dan mengangkat tangan

“assalamu alaikum” , katanya sambil berlalu

*catatan nama dan data catin serta tempat bukan nama dan data serta tempat yang sebenarnya

1 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (12) (Pasangan yang  Harus Dihindari)

31 Maret 2026 - 05:20 WIB

KURANG ASIN

29 Maret 2026 - 18:59 WIB

CINEMA XXI

28 Maret 2026 - 07:35 WIB

CEREWET

26 Maret 2026 - 22:28 WIB

Menjaga Fitrah: Kendali Diri dan Solidaritas Sosial Pasca Ramadhan

26 Maret 2026 - 13:19 WIB

HALALBIHALAL

25 Maret 2026 - 22:32 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x