Buat para calon pengantin pria, momen ijab kabul itu ibarat “final Liga Champions”. Jantung berdegup kencang, tangan dingin, dan satu hal yang paling bikin parno adalah: “Gue harus ngomong satu napas nggak ya? Kalau tengah jalan sesak napas, gagal dong nikahnya?”
Tenang, Gais.
Sebelum kamu latihan nahan napas di dalam bak mandi, yuk kita bedah faktanya biar nggak salah paham!
Satu Napas Itu Tren, Bukan Rukun Nikah
Faktanya, dalam kitab-kitab agama, nggak ada aturan yang bilang kalau syarat sah nikah adalah “paru-paru harus kapasitas atlet selam”.
Syarat aslinya itu cuma satu: Ittishal alias nyambung. Maksudnya, setelah wali nikah bilang “Saya nikahkan…”, kamu langsung jawab tanpa jeda lama buat mikir, ngopi dulu, apalagi bales chat WhatsApp. Selama jawabannya nyambung dan jelas, maka SAH!
Kenapa Harus “Satu Napas” di Meja Akad?
Kalau nggak wajib, kenapa banyak saksi yang teriak “Ulang!” pas pengantinnya ambil napas? Ini alasannya:
* Biar Kelihatan “Gentle”: Ngucapin dalam satu napas emang kedengeran lebih tegas, mantap, dan nggak ragu-ragu. Kelihatan kalau kamu udah siap lahir batin.
* Menghindari Kesalahan: Semakin cepat dan fokus kamu ngomong, semakin kecil kemungkinan lidah kesrimpet (typo versi lisan).
* Tradisi “Sekali Gas”: Di kita, rasanya lebih plong kalau sekali ucap langsung “SAH!”. Kalau terputus-putus, vibes sakralnya kadang jadi berkurang.
Kalau Ambil Napas, Emang Haram?
Nggak dong. Secara hukum agama, kalau kamu di tengah kalimat narik napas dikit karena emang kalimatnya panjang (apalagi kalau mas kawinnya disebutin lengkap dari gram sampai nomor serinya), itu tetap sah.
Yang bikin nggak sah itu kalau kamu berhenti di tengah kalimat buat curhat, atau jedanya lama banget sampai saksi sempat mesen martabak. Itu baru namanya nggak nyambung.
Tips Anti-Gagal Biar “Sekali Gas” Sah!
Biar kamu nggak perlu denger teriakan “ulang” dari saksi, coba trik ini:
* Jangan Hafalin Huruf, Hafalin Makna: Kalau cuma hafal urutan kata, pas grogi pasti buyar. Pahami kalau kamu itu lagi “nerima” si dia jadi istri.
* Tarik Napas di Detik Terakhir: Pas wali nikah sudah mau selesai ngomong, tarik napas yang dalam lewat hidung. Pas dia berhenti, kamu langsung “tancap gas”.
* Tenang, Bukan Balapan: Banyak yang gagal karena pengen cepet banget akhirnya malah belepotan. Santai aja, yang penting jelas dan nyambung.
Kesimpulannya:
Ijab kabul itu bukan lomba nahan napas. Kalau kamu bisa satu napas, itu bagus (keren banget malah!). Tapi kalau nggak kuat, jangan dipaksain sampai mukanya biru. Yang penting itu niatnya tulus dan ucapannya jelas didengar saksi.
Gimana, udah nggak parno lagi kan?
Rahmad Illahi – KUA Muara Batang Gadis








