Menu

Mode Gelap

Opini · 19 Feb 2026 21:07 WIB ·

JANGAN SALAH MEMILIH PASANGAN

Penulis: syafran lubis


 JANGAN SALAH MEMILIH PASANGAN Perbesar

JANGAN SALAH MEMILIH PASANGAN

Pasangan dalam bahasa sehari hari adalah sesuatu yang sesuai, yang pas yang cocok, yang tidak lebih dan tidak kurang. Jika sebuah baut ketemu dengan mur yang sesuai maka akan menjadi penguat bagi yang lainnya, akan menjadikan semuanya seimbang. Jika adonan pas dengan ukuran yang lainnya maka akan menghasilkan kue yang lezat. Itulah pasangan sesuatu yang membuat semua pihak tenang, baik iya pasangannya sendiri maupun lingkungan dari pasangan tersebut.

Agama didefinisikan sebagai sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan dengan beragama seseorang akan lebih tenang menjalani hidupnya, dengan beragama seseorang tahu tujuan hidupnya, dengan beragama pula seseorang akan tahu apa yang akan dilakukannya untuk ketenangan hidupnya. Sementara agama islam adalah kepercayaan terhadap Allah Subhana Wa Taala berdasarkan syariat yang dibawa nabi Muhammad saw.

Memilih pasangan hidup dalam agama Islam telah diatur dalam syari’at. Memilih pasangan adalah merupakan pembinaan keluarga dan salah satu faktor penting untuk menjaga eksistensi kemasyarakatan, bahkan untuk pembinaan dan kemuliaan umat. Oleh sebab itu dalam memilih pasangan, orang akan selalu memilih yang terbaik untuk kehidupan jangka panjangnya. Islam juga dalam hal ini memprioritaskan tentang batiniah atau keimanan kepada Allah, bagaimana persoalan hati bisa terwujud dengan tengan dan ketakwaannya semakin meningkat kepada ALLAH penguasa alam semesta.

Setiap orang baik laki-laki atau perempuan dalam memilih calon pasangannya, pasti memiliki beberapa pertimbangan yang dijadikan dasar. Berikut ini adalah salah satu cara menentukan pasangan hidup yang sesuai dengan syariat Islam:

Nikahilah Wanita Sholeha.

Agama adalah hal paling dasar dalam kehidupan, agamalah yang membentuk prilaku dan moral seseorang. Jika seseorang baik budi pekertinya itu biasanya berawal dari pengamalan agama yang mumpuni. Orang yang memilih pasangan karena agamanya baik laki-laki ataupun perempuan, diperintahkan untuk memilih calon yang seiman yang berdasarkan pada nilai-nilai agama yang dianutnya. Agama adalah satu hal yang harus diperhatikan yang akan membawa kehidupan rumah tangga yang harus diperhatikan pada pasangan agar perkawinan menjadi langgeng dan tujuan perkawinan terpenuhi.

Kesalehan dalam Islam adalah ketaatan sempurna pada ajaran Allah yang mencakup dua dimensi utama: kesalehan individual (hablum minallah) seperti shalat, puasa, zakat, haji yang fokus pada hubungan vertikal dengan Tuhan, dan kesalehan sosial (hablum minannas) yang mencerminkan kepedulian, empati, dan perbuatan baik kepada sesama seperti bersikap santun, menolong, dan berjuang untuk kemaslahatan umum, keduanya harus seimbang dan terintegrasi untuk mencapai ketakwaan total.

Kesalehan individu kadang disebut juga dengan ritual kesalehan, Karena lebih menekankan dan mementingkan pelaksanaan ibadah ritual, seperti shalat, puasa, zakat, haji, zikir, dst. Disebut kesalehan individu karena hanya mementingkan ibadah yang semata-mata berhubungan dengan Tuhan dan kepentingan diri sendiri. Sementara pada saat yang sama mereka tidak memiliki kepekaan sosial, dan kurang menerapkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan bermasyarakat. Pendek kata, kesalehan jenis ini ditentukan berdasarkan ukuran serba formal, yang hanya hanya mementingkan hablum minallah, tidak disertai hablum minan nas.

Sedangkan “Kesalehan Sosial” menunjuk pada perilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai Islami, yang bersifat sosial. Bersikap santun pada orang lain, suka menolong, sangat peduli terhadap masalah-masalah umat, memperhatikan dan menghargai hak sesama; mampu berpikir berdasarkan sudut pandang orang lain, mampu berempati, artinya mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan seterusnya. Kesalehan sosial dengan demikian adalah suatu bentuk kesalehan yang tidak hanya ditandai dengan rukuk dan sujud, puasa, haji melainkan juga ditandai oleh seberapa besar seseorang memiliki kepekaan sosial dan berbuat baik kepada orang-orang di sekitarnya. Sehingga orang merasa nyaman, damai, dan tentram berinteraksi dan berkolaborasi dan bergaul dengannya.

Dalam memilih pasangan dalam Islam (kesalehan individual dan kesalehan social), sebenarnya corak kesalehan kedua itu merupakan suatu kemestian yang tak usah ditawar. Keduanya harus dimiliki seorang Muslim, baik kesalehan individu maupun kesalehan sosial. Kesalehan dalam agama adalah shaleh secara individual juga saleh secara sosial. Karena ibadah ritual selain bertujuan pengabdian diri pada Allah juga bertujuan membentuk kepribadian yang islami sehingga mempunyai dampak positif terhadap kehidupan sosial, atau hubungan sesama manusia.

Dengan memiliki nilai agama yang baik, maka diharapkan hubungan suami-istri dan anggota keluarganya yang lain juga menjadi baik. Sehingga rumah tangganya penuh dengan rasa tenang, cinta kasih, dan keberkahan (sakinah, mawaddah, warahmah). (Wallohu A’lam)

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Sebuah Renungan Tentang Berpindahnya Tanggung Jawab Dalam Pernikahan

19 Februari 2026 - 10:31 WIB

Persiapan Psikologis Sebelum Menikah: Tips dan Trik Mengelola Konflik

19 Februari 2026 - 08:39 WIB

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 2)

17 Februari 2026 - 10:21 WIB

Akad Nikah, Janji Suci, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan

16 Februari 2026 - 09:05 WIB

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 1)

14 Februari 2026 - 09:48 WIB

Long Distance Akad (LDA)

12 Februari 2026 - 19:15 WIB

Trending di Karya Ilmiah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x