JANGAN SALAH MEMILIH PASANGAN(5)
Setiap individu yang akan memasuki kehidupan pernikahan tentu berharap mendapatkan pasangan yang sempurna, yang akan menjadi mitra dalam perjalanan rumah tangganya. Khususnya, seorang calon suami berkeinginan untuk memiliki pasangan yang dapat memberikan kebahagiaan, dan ini dianggap sebagai langkah awal dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rohmah. Pemilihan pasangan yang tepat menjadi kunci, dengan unsur utama melibatkan kekuatan beragama dan akhlak yang baik. Tujuan dari proses pemilihan jodoh ini adalah agar pasangan, terutama calon suami, dapat mendapatkan istri yang dianggap sesuai. Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada penyesalan di dalam perjalanan rumah tangga. Terdapat banyak kriteria yang seharusnya dimiliki oleh seorang istri, sehingga dengan memenuhi kriteria tersebut, seorang istri dapat memberikan kebahagiaan bagi suami dan anak-anaknya, menciptakan kedamaian, serta mewujudkan keberhasilan dan keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga. Berikut adalah salah satu kriteria memilih pasangan menurut syariat agama Islam
Nikahilah Wanita Yang Punya Kekayaan (Harta Atau Pekerjaan)
Harta dan pekerjaan yang baik adalah hal yang juga harus diperhatikan dalam memilih pasangan. Idealnya, bagi seorang laki-laki seharusnya sudah memiliki pekerjaan yang tetap dan baik, sehingga nantinya dapat memberikan nafkah pada keluarganya. Dengan begitu, kebutuhan keluarga dapat tercukupi dengan baik.
Memiliki pasangan yang ideal tentu hal yang diinginkan setiap orang. Tidak sedikit pula yang menetapkan kriteria tertentu bagi calon pasangannya. Dalam Islam, memilih pasangan yang ideal itu penting sekalipun tidak menjadi syarat sah pernikahan. Harta atau kekayaan bukanlah parameter idealitas dalam pernikahan. Hanya saja, pekerjaan atau profesi menjadi suatu hal yang harus dipertimbangkan. Jika ditelisik lebih lanjut, tingkatan profesi seseorang itu akan mempengaruhi pendapatan yang ia hasilkan sehingga dapat menentukan kaya atau tidaknya seseorang.
Dikalangan para ilmuan harta dan pekerjaan hal yang berbeda karena harta kekayaan itu hal yang bisa hilang kapan saja. Seseorang bisa jadi memiliki harta yang melimpah namun tidak menutup kemungkinan harta itu akan habis seiring berjalannya waktu. Akan tetapi jika seseorang memiliki pekerjaan, maka ia akan mampu menghidupi keluarganya dari hasil kerja yang ia geluti. Dengan demikian dapat dipahami bahwa memilih pasangan yang tepat dapat dilakukan dengan memilih calon suami yang dapat mencukupi kebutuhan dan memberi nafkah yang layak kepada perempuan atau keluarganya.
Pekerjaan adalah juga sama dengan keterampilan keahlian karena itu merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan rumah tangga Memiliki pekerjaan atau keterampilan yang stabil merupakan modal dasar seseorang dalam menafkahi kehidupan rumah tangga (bagi suami) atau membantu mengelola keuangan keluarga (bagi istri). Islam menekankan kesiapan ekonomi sebelum menikah. Keterampilan praktis seperti memasak, mengurus anak, menjaga kebersihan, dan manajemen rumah tangga sangat penting untuk menciptakan keluarga yang harmonis (sakinah). Keahlian dalam berkomunikasi dengan pasangan, menyelesaikan konflik, dan menjaga keharmonisan sangat dibutuhkan demi kelanggengan pernikahan. Pasangan yang memiliki keterampilan misalnya keahlian profesional dapat memberikan manfaat bagi orang banyak juga merupakan nilai tambah. Keterampilan, keahlian atau kemampuan mencari nafkah adalah aspek pendukung yang penting untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan finansial dalam menjalani bahtera rumah tangga yang langgeng.
Dalam memilih pasangan kekayaan bisa menjadi pertimbangan untuk menunjang kehidupan rumah tangga, namun walaupun bukan prioritas utama. Kekayaan sebagai Nilai Tambah. Harta kekayaan bisa menjadi faktor pertimbangan karena memberikan kestabilan finansial dan membantu memenuhi kebutuhan, tetapi tidak boleh menjadi satu satunya alasan dalam memilih pasangan. Memilih jodoh berdasarkan kekayaan diperbolehkan sebagai salah satu pertimbangan untuk menunjang kehidupan, Kekayaan materi adalah pelengkap, bukan penentu utama kebahagiaan, dan pasangan yang kuat agamanya adalah landasan paling kuat untuk membangun rumah tangga yang berkah dan bahagia dunia akhirat.
Mempertimbangkan harta saat memilih pasangan dianjurkan karena dapat menunjang kestabilan finansial rumah tangga, memenuhi kebutuhan, dan membantu mengatasi kesulitan materi, finansial untuk mencapai keharmonisan. Harta kekayaan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti sandang, pangan, dan papan, sehingga rumah tangga bisa berjalan harmonis dan stabil. Harta Kekayaan juga dapat membantu dalam berdakwah, membantu sesama, dan memecahkan masalah materi. (Wallohu A’lam).








