Menu

Mode Gelap

Hikmah · 11 Feb 2026 22:35 WIB ·

Kuburan Kita: Taman Surga atau Lubang Neraka?

Penulis: Khaerul Umam


 Kuburan Kita: Taman Surga atau Lubang Neraka? Perbesar

Oleh :

KHAERUL UMAM, S.Ag*)

(Penghulu Ahli Madya KUA Pakuhaji)

 

 

ﺑِﺴْـــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

أللهم صل على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما صليت على سَيْدِنَا إبراهيم  وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم وبارك على سَيْدِنَا محمد وعلى آل سَيْدِنَا محمد كما باركت على سَيْدِنَا إبراهيم وعلى آل سَيْدِنَا إبراهيم فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنك حميد مجيد

۞ اَللهُمَّـ صَلِ عَلَی سَيْدِنَا مُحَمَّد وَعَلَی اَلِ سَيْدِنَا مُحَمَّد ﷺ ۞

 

       Ketika liang lahat ditutup dan langkah kaki manusia menjauh, dunia benar-benar berakhir bagi sang mayit. Tidak ada lagi suara adzan, tidak ada lagi kesempatan taubat, dan tidak ada lagi alasan. Yang tersisa hanyalah amal dan balasannya. Rasulullah ﷺ  bersabda bahwa kubur adalah taman surga atau lubang neraka. Dan bagi sebagian manusia, kubur bukan tempat istirahat, melainkan awal adzab yang menakutkan.

  • Awal Mula Ular Kubur

       Ketika seseorang hidup di dunia namun meremehkan shalat, menunda-nunda kewajiban, dan tenggelam dalam maksiat tanpa taubat, maka amal buruk itu tidak lenyap. la berubah rupa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang Allah berikan harta lalu ia tidak menunaikan zakatnya, maka hartanya akan diubah pada hari kiamat menjadi ular botak berbisa, yang memiliki dua titik hitam di atas matanya..”(HR. Bukhari dan Muslim). Para ulama menjelaskan, adzab ini berlanjut hingga alam kubur. Dalam riwayat lain disebutkan, di dalam kubur orang yang lalai terdapat seekor ular besar, disebut asy-syuja’ al-aqra’-ular ganas yang botak karena racunnya, matanya menyala, dan gigitannya bukan seperti gigitan ular dunia.

        Saat jenazah dibaringkan dan tanah mulai menekan dari segala arah, kubur menyempit hingga tulang-tulang berselisih. Lalu muncullah makhluk adzab itu. Ular itu bukan hewan biasa, melainkan jelmaan dosa: Shalat yang ditinggalkan, zakat yang ditahan, hak orang lain yang dirampas, lisan yang suka berdusta dan ghibah. Setiap hari dan malam, ular itu menggigit sang mayit sambil berkata: “Aku adalah amal burukmu.” Dalam sebagian atsar disebutkan: Ular itu memiliki 99 kepala, setiap gigitan membuat adzab terasa hingga hari kiamat. Jika satu kepala meniupkan racunnya ke bumi, seluruh tanaman akan mati.

  • Penyesalan yang terlambat

        Saat itulah ruh berteriak: “Wahai Tuhanku, kembalikan aku ke dunia, aku akan shalat, aku akan bersedekah!”. Namun Allah berfirman: “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja.”(QS. Al-Mu’minun: 99-100). Tidak ada yang bisa kembali, tidak ada pengurangan adzab, yang ada hanyalah penantian panjang hingga hari kiamat.

       Namun, tidak semua kubur ditemani ular. Bagi orang beriman, kubur justru dipenuhi cahaya. Amal shalih datang dalam rupa yang indah, menenangkan, dan berkata: “Aku adalah shalatmu, sedekahmu, dan dzikirmu.” Rasulullah ﷺ bersabda:”Sesungguhnya kubur itu akan berbicara setiap hari:’Aku adalah rumah kesepian, rumah kegelapan, dan rumah cacing.” (HR. Tirmidzi). Namun bagi orang yang taat, kubur berubah menjadi taman surga, bukan sarang ular.

  • Renungan

      Ular kubur bukan cerita dongeng. la adalah peringatan keras. Jika hari ini shalat masih ditunda, dosa masih dianggap ringan, dan taubat selalu “nanti” – maka bisa jadi kita sedang memberi makan ular yang kelak menemani kita di kubur. “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)

      Allah SWT masih memberi kita nikmat umur panjang dan sehat wal ‘afiat, mari kita gunakan nikmat-nikmat tersebut untuk beribadah memperbanyak amal shalih untuk bekal kita kelak di alam kubur. Semoga Allah SWT melindungi kita dari adzab kubur, menjadikan amal kita cahaya, dan menjauhkan kita dari teman kubur yang mengerikan. Allahumma ajirna min ‘adzabil qabr. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin..

 

 

———

**)Penulis adalah Penghulu Ahli Madya pada KUA Pakuhaji Kab.Tangerang, da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan.

 

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 8 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Balada Si Tukang Tahu

11 Februari 2026 - 23:02 WIB

3 Sikap Ketika Menyambut Ramadhan

11 Februari 2026 - 10:25 WIB

Penyesalan Sang ‘Abid Ketika Sakaratul Maut

11 Februari 2026 - 10:11 WIB

Esensi Bekal Amal dalam Maqolah Keempat Nashaihul ‘Ibad

4 Februari 2026 - 23:11 WIB

Suami Minder Gaji Istri Lebih Besar? Membedah Ego Laki-laki di Meja Makan

4 Februari 2026 - 10:00 WIB

Transmisi Intelektual dan Spiritual: Esensi Majelis Ilmu dalam Maqolah Ketiga Nashaihul ‘Ibad

3 Februari 2026 - 10:57 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x