Menu

Mode Gelap

Hikmah · 17 Mar 2026 06:11 WIB ·

LULUS DALAM RAMADHAN

Penulis: syafran lubis


 LULUS DALAM RAMADHAN Perbesar

Khutbah Pertama

   اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَتَمَّ لَنَا شَهْرَ الصِّيَامِ، وَأَعَانَنَا فِيْهِ عَلَى الْقِيَامِ، وَخَتَمَهُ لَنَا بِيَوْمٍ هُوَ مِنْ أَجَلِّ الْأَيَّامِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الواحِدُ الأَحَدُ، أَهْلُ الْفَضْلِ وَالْإِنْعَامِ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ إلَى جَمِيْعِ الْأَنَامِ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ التَّوْقِيْرِ وَالْاِحْتِرَامِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا   اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ

Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan ALLAH SWT

Khotib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah, Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Hanya dengan takwa manusia menjadi mulia di hadapan Allah sebagaimana

 اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ   Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan ALLAH SWT

Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang sangat penting bagi kita semua. Hari ini menandai bahwa kita telah melewati bulan Ramadan, bulan yang di sepanjang harinya kita diperintahkan menahan diri dari segala kebutuhan dasar manusia yang berupa makan, minum, menahan syahwat. Melalui datangnya tanggal 1 Syawal ini berarti kita akan menghadapi hari-hari  yang tidak diwajibkan lagi berpuasa. Pada saat kita berpuasa kita berbeda dengan hewan, tapi ketika kita tidak berpuasa maka sama dengan hewan dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar hayawani, yakni makan, minum, dan menyalurkan hawa nafsu.

Dalam diri manusia terdapat dua sifat yaitu sifat hayawani dan sifat kemalaikatan. Sifat hayawani adalah hawa nafsu yaitu keinginan untuk melakukan segala hal yang bersifat naluri keduniaan. Sedangkan sifat kemalaikatan adalah akal atau pengetahuan yang selalu mengajak manusia melakukan kebaikan dan mengendalikan segala keinginan yang bersifat keduniaan. Kita tidak jauh berbeda dengan hewan jika kita masih melakukan segala hal yang bersifat keduaniaan. Jika ia ingin makan dan minum, ia akan makan dan minum apa saja tanpa aturan yang diberikan oleh ALLAH. Tidak lagi memperhatikan halal haram. Tapi, jika sifat kemalaikatan yang difungsikan, ia akan memenuhi kebutuhan dasarnya dengan memperhatikan aturan-aturan agama,  manusia yang memperhatikan aturan agama inilah manusia yang senantiasa beribadah kepada Allah. Ia akan berusaha sekuat tenaga  dalam mengelola syahwatnya atau mengekang hawa nafsunya dengan menghindari segala perbuatan yang dilarang oleh Allah, dan ramadhan lah madrasah yang mendidik nya itu.

   اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ   Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan ALLAH SWT

Selama bulan Ramadan kita semua telah diwajibkan berpuasa, yakni menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Ini artinya kita telah diberi kesempatan oleh Allah untuk memfungsikan akal kita atau sifat kemalaikatan untuk mengelola syahwat atau hawa nafsu.   Karena itu kita patut berbahagia jika satu bulan penuh kita telah menjalankan puasa, tetapi kita harus waspada terhadap diri kita dalam menghadapi hari-hari yang akan kita jalani kedepan. Jangan sampai puasa yang telah kita lakukan tidak meninggalkan bekas apa-apa di dalam jiwa kita, karena tujuan diwajibkannya puasa supaya menjadi orang yang bertakwa.

  اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ   Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan ALLAH SWT

Bulan Ramadhan adalah madrasah untuk mendidik hawa nafsu. Jika setelah melewati Ramadhan seseorang masih menjadi budak hawa nafsunya berarti ia tidak lulus dalam menjalani pendidikan spiritual di dalam bulan ramadhan itu. Sebaliknya, jika perilaku seseorang mencerminkan sebagai pribadi  bijaksana dapat mengelola dan mengendalikan syahwatnya, maka dialah orang yang lulus dalam madrasah ramadhan itu. Sebab tidak ada cara lain untuk mencapai kebahagiaan di akhirat kecuali dengan menahan hawa nafsu dan mengekang syahwat.

   وَأَمَّا مَنْ خافَ مَقامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوى. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوى

Artinya, “Orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga menjadi tempat tinggalnya.”

   اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ   Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan ALLAH SWT

Jiwa yang bersih ada pada orang yang berhasil menahan hawa nafsunya. Dari jiwa yang bersih akan lahir perilaku-perilaku terpuji, baik dalam interaksi kepada Allah maupun dalam berhubungan sesama manusia. Jika seseorang memiliki jiwa yang bersih maka ia tak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan kepada sesame manusia apalagi kepada tuhannnya.

Marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah semoga puasa yang telah kita jalani diterima, dan berbekas kepada diri kita di dalam menjalani hari-hari berikutnya, yakni menjadi manusia yang selalu kuat di dalam menahan diri dari berbagai kesenangan hawa nafsu.

   قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى، وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى، بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا، وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى.

Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat. Adapun kamu (orang-orang yang ingkar) mengutamakan kehidupan dunia, Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

 جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا، وَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِروهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

   اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ.

 اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ.

 اللهُ أكبرُ، وللهِ الحَمْدُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ، أَمَرَ بِالتَّرَاحُمِ وَجَعَلَهُ مِنْ دَلاَئِلِ الإِيمَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الْمُتَوَالِيَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، الرَّحْمَةُ الْمُهْدَاةُ، وَالنِّعْمَةُ الْمُسْدَاةُ، وَهَادِي الإِنْسَانِيَّةِ إِلَى الطَّرِيقِ الْقَوِيمِ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ   أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ. إنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى فِيْهِ بِمَلَائِكَتِهِ، فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ علَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

 اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ   اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

 رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ ، إِنَّ اللهَ  يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Previous Post BAD PUSKESMAS
0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

BAD PUSKESMAS

17 Maret 2026 - 03:34 WIB

“Idul Fitri: Ngajaga Amanah Kapamingpinan sarta Ngandelan Kataatan Nasional

16 Maret 2026 - 12:09 WIB

“Idul Fitri: Menjaga Amanah Kepemimpinan dan Memperkokoh Ketaatan Nasional

16 Maret 2026 - 11:33 WIB

Efektivitas Zakat Fitrah Tunai: Perspektif Madzhab dan Realitas di Tasikmalaya

6 Maret 2026 - 16:39 WIB

Tangan-Tangan Mulia yang Pernah Dicium Rasulullah SAW

26 Februari 2026 - 00:43 WIB

The Power Of Pejuang Nafkah

26 Februari 2026 - 00:30 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x