MENJADI Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah amanah yang tidak ringan. Apalagi kita yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, tugas kita bukan hanya administratif, melainkan juga menyentuh ranah spiritual.
Kita ini membawa nama agama, yang berarti apa pun yang kita lakukan seharusnya mencerminkan nilai-nilai luhur yang kita yakini.
Sebagai sesama ASN, tentu kita perlu sering merenung: apakah kita sudah benar-benar memahami tugas pokok dan fungsi kita masing-masing?
Kadang-kadang kita temui rekan ASN yang sudah belasan tahun bekerja, namun masih bingung dengan apa yang sebenarnya harus dilakukan.
Ada yang sekadar mengandalkan laporan, tanpa pernah benar-benar hadir membina masyarakat. Padahal, tupoksi kita sudah jelas.
Harus Ngerti Tugas Kita
Menjadi ASN Kemenag yang bertugas di KUA sebagai penghulu misalnya, bukan hanya soal urusan menikahkan orang, tetapi juga mendampingi calon pengantin, memberikan bimbingan perkawinan, hingga memastikan pernikahan yang sah dan bermartabat.
Begitu juga Penyuluh agama, ditugaskan untuk membina umat secara langsung. Bukan hanya sekadar membuat laporan, melainkan menghadirkan diri di tengah kelompok binaan: remaja masjid, majelis taklim, keluarga sakinah, komunitas remaja, atau masyarakat yang rentan dengan persoalan sosial.
Laporan itu penting, tapi jangan sampai fiktif. Laporan harus menjadi cermin dari apa yang kita lakukan di lapangan.
Sebagai Penata Layanan Operasional dan Pengadministrasi pun demikian, tugasnya menjaga tertibnya pelayanan, memastikan dokumen rapi dan teratur. Semua jabatan memiliki makna, tidak ada yang kecil, tidak ada yang remeh.
Integritas Itu Kunci
Kalau kita ingin dihargai, maka kuncinya adalah integritas. Integritas berarti jujur dan konsisten antara yang kita kerjakan dan yang kita laporkan. Kita tentu yakin, kita semua ingin pulang ke rumah dengan hati tenang.
Tenang karena apa yang kita lakukan sejalan dengan hati nurani. Tidak ada beban karena laporan kita memang nyata, sesuai dengan apa yang kita kerjakan.
Mari kita akui, masih ada rekan yang menulis laporan hanya untuk menggugurkan kewajiban, padahal di lapangan minim kegiatan. Inilah yang harus kita perbaiki bersama. Kita bukan hanya menggugurkan kewajiban administratif, tetapi mengemban amanah umat.
Integritas adalah cara kita menjaga martabat diri sekaligus marwah Kemenag dan KUA, lembaga tempat pengabdian kita.
Profesionalitas, Bekerja Sesuai Peran
Kita semua pernah mengalami masa ragu atau bingung. Namun, kebingungan itu jangan dibiarkan berlarut. Kita harus mau belajar, membaca aturan, berdiskusi dengan atasan, bahkan bertanya kepada teman sejawat. Harus ada inisiatif dsn jangan diam mematung.
Jangan sampai jabatan kita hanya menjadi simbol, tetapi tanpa kerja nyata.
Profesionalitas menuntut kita bekerja sesuai bidang. Penyuluh harus hadir membina, penghulu harus hadir mendampingi keluarga, pengadministrasi harus memastikan tertib dokumen, dan pejabat struktural harus mampu menjadi penggerak.
Jika kita semua menjalankan tupoksi masing-masing dengan sungguh-sungguh, maka roda lembaga kita akan berjalan dengan baik.
Jangan Terjebak Rutinitas dan Formalitas
Sering kita terjebak pada rutinitas: hadir, absen, buat laporan, lalu pulang. Tapi apakah cukup sampai di situ? Tentu tidak. ASN Kemenag seharusnya menjadi agen perubahan. Kehadiran kita harus terasa di tengah masyarakat. Kalau masyarakat merasakan manfaat dari keberadaan kita, barulah kita disebut berhasil.
Kita musti selalu percaya, bekerja dengan tulus itu akan membekas. Mungkin kita tidak selalu mendapat pujian, tapi masyarakat akan ingat bahwa ada ASN yang benar-benar hadir untuk mereka. Inilah esensi pengabdian.
Mari Kita Perbaiki Bersama
Tulisan ini bukan untuk menggurui, melainkan sebagai pengingat. Kita semua sama-sama ASN, sama-sama masih belajar memperbaiki diri. Jangan sampai belasan tahun mengabdi, tetapi kita tidak tahu apa sebenarnya kerja kita. Itu aneh, dan tentu bukan harapan kita.
Mari kita jaga kejujuran, tingkatkan integritas, dan bekerja secara profesional. Jangan berhenti pada laporan, tapi lakukan pembinaan nyata. Jangan hanya menunggu instruksi, tetapi berinisiatif sesuai tupoksi. Dengan begitu, kita tidak hanya melaksanakan tugas, tetapi juga menunaikan amanah.
ASN Kemenag adalah pilihan yang kita ambil dengan sadar. Maka, jalani dengan penuh tanggung jawab. Bekerjalah dengan kejujuran, komitmen, dan profesionalitas. Jangan pernah meremehkan tugas kita, karena sekecil apa pun peran yang kita jalani, itu akan memberi dampak bagi masyarakat.
Tentu kita yakin, kalau kita semua berkomitmen, ASN Kemenag akan semakin dipercaya, dihormati, dan dicintai. Karena sesungguhnya, tugas kita bukan hanya tentang administrasi, tapi tentang mengabdi dengan hati.[]
Oleh: Mahbub Fauzie
Penghulu dan Kepala KUA Atu Lintang, Aceh Tengah โ Mantan Penyuluh








