Menu

Mode Gelap

Opini · 19 Agu 2025 09:23 WIB ·

Menjadikan Waktu Luang Sebagai Ladang Amal dan Produktivitas

Penulis: Mahbub Fauzie


 Menjadikan Waktu Luang Sebagai Ladang Amal dan Produktivitas Perbesar

Oleh: Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd

Penghulu Ahli Madya & Kepala KUA Kec. Atu Lintang, Aceh Tengah

Di tengah rutinitas pelayanan masyarakat yang padat, tak jarang muncul jeda waktu ketika kegiatan tampak sepi. Kantor menjadi lebih hening, tamu tak datang, dan pelayanan administrasi berjalan landai. Pada kondisi seperti ini, kita dihadapkan pada dua pilihan: menghabiskan waktu dengan aktivitas yang tidak produktif seperti bermain game atau hanya duduk melamun, atau menggunakannya sebagai momentum untuk memperbaiki, menata, dan meningkatkan kualitas kerja kita.

Sebagai pelayan publik, setiap menit yang kita habiskan di kantor seharusnya memiliki nilai kebermanfaatan. Waktu kosong bukan berarti kita tidak bekerja; ia justru menjadi peluang emas untuk berbenah. Di saat pelayanan masyarakat sedang tidak aktif, kita bisa mengevaluasi kembali sistem kerja, merapikan arsip yang mungkin selama ini tercecer, atau memeriksa kembali keakuratan data di aplikasi seperti SIMKAH.

Kegiatan kecil seperti menyusun ulang berkas, mengarsip dokumen nikah dengan lebih rapi, atau menata kembali ruangan kerja, meskipun terlihat sepele, memiliki dampak besar terhadap kenyamanan pelayanan dan citra lembaga. Ketika warga datang dan melihat kantor yang bersih, arsip yang tertata, serta petugas yang sigap dan ramah, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya.

Selain itu, waktu lengang adalah momen yang tepat untuk menambah wawasan. Membaca buku keagamaan, regulasi baru, atau literatur administrasi perkantoran bisa menjadi bekal penting untuk meningkatkan kapasitas diri. Lebih dari itu, menulis, baik itu laporan, catatan refleksi, atau artikel opini seperti ini, juga merupakan bentuk kontribusi intelektual yang tak kalah penting. Melalui tulisan, kita berbagi gagasan, menyebar inspirasi, dan menciptakan warisan pemikiran yang bermanfaat untuk generasi setelah kita.

Bekerja di KUA bukan hanya soal administrasi pernikahan atau pelayanan agama. Ini adalah ladang dakwah, medan pengabdian, dan sarana pembangunan masyarakat dari sisi spiritual, sosial, dan moral. Maka setiap waktu yang kita punya, termasuk waktu senggang, harus dikelola dengan visi pengabdian yang tulus.

Kita tidak sedang berlomba dengan orang lain, tetapi dengan waktu dan dengan diri kita sendiri, apakah hari ini kita lebih baik dari kemarin? Apakah sudah cukup kita berbenah? Apakah sudah optimal pengabdian kita kepada masyarakat?

Waktu kosong bukan alasan untuk lalai. Justru di sanalah kedisiplinan diuji, integritas dinilai, dan keikhlasan dibuktikan. Mari kita isi setiap ruang jeda dengan kegiatan yang bermanfaat, karena siapa tahu, dari kegiatan sederhana itulah kita menanam amal yang kelak menuai pahala di sisi Allah SWT.

Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thariq.

5 2 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 151 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Mahar di Tangan, Borgol di Bayangan: Syariat Bukan Topeng Pelanggaran

8 Januari 2026 - 16:44 WIB

Saya Terima Nikahnya …

8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Mengapa Kita Memperingati Isra Mi’raj? Sebuah Tinjauan Hukum Islam.

7 Januari 2026 - 12:20 WIB

Menikahlah, dan Temukan Bahagiamu dalam Indahnya Pernikahan

7 Januari 2026 - 11:28 WIB

Pernikahan Tercatat Menjadi Perlindungan Nyata Bagi Hak-Hak Seorang Istri

6 Januari 2026 - 10:00 WIB

Selisih Paham Perceraian, Bawa Saja ke Pengadilan Agama!

2 Januari 2026 - 05:44 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x