Menu

Mode Gelap

Karya Ilmiah · 9 Sep 2025 14:51 WIB ·

Menyatukan Langkah Pendukung dan Penentang Maulid Nabi

Penulis: ZAHRUR RAJAB, MHI


 Menyatukan Langkah Pendukung dan Penentang Maulid Nabi Perbesar

*Menyatukan langkah PENDUKUNG dan PENENTANG MAULID NABI*

( Tamanan, 09 September 2025 )

 

Diantara

– Alasan Penentang Maulid Nabi : Maulid tidak pernah dilaksanakan Zaman Rosulullah. Tetapi Allah dan Rosul menyuruh Umatnya Bersholawat dan taat pada Allah dan Rosulnya.

_Athiullah Wa Athiurrosul_

– Alasan Pendukung Maulid Nabi : Maulid Nabi bukan bagian dari Ibadah. Perayaan Maulid Nabi tidak dikategorikan dalam melaksanakan Ibadah sehingga tidak berpahala.

tetapi ada beberapa Ibadah yang mendapat Pahala saat pelaksanaan Maulid Nabi yaitu :

– Pengajian Umum

– Bersholawat

– Silaturahmi

– Bersedekah

– Membaca Qur’an

– Berpuasa

– Berusaha menambah Kecintaan pada Rosulullah

Inilah kegiatan kegiatan yang menyebabkan isi pelaksanaan Maulid nabi mendapat pahala, bukan karena pelaksanaan Maulid Nabi itu sendiri.

 

Itulah salah satu cara bagaimana menjembatani beberapa pendapat dalam masyarakat. Pada dasarnya baik yang MENOLAK maupun yang MENDUKUNG Maulid Nabi. Mereka sepakat bahwa perayaan tersebut memang tidak ada di zaman Rosul. Sehingga ketika yang tidak ada ‘Dianggap’ Ibadah, maka hal itu dikategorikan Bid’ah..

Maka jalan tengahnya adalah, kembalikan perayaan itu pada esensi kegiatannya. Bahwa ‘Perayaan’ bukanlah Ibadah. Sehingga ketika hal itu ‘Bukan Ibadah’, maka hal itu tidak dapat dikategorikan Bid’ah.

Lantas jika ada yang bertanya “Bagaimana mungkin Maulid tidak mendapat Pahala, bagaimana mungkin kita menambah kecintaan pada Rosulullah tidak mendapat Pahala?” Maka jawabannya adalah “Yang mendapat pahala adalah pekerjaan Bersholawat. Bahwa yang mendapat Pahala adalah pekerjaan Bersilaturahmi. Yang mendapat Pahala adalah niat kita menguatkan kecintaan pada Rosulullah. Yang mendapat Pahala adalah niat kita agar anak cucu kita cinta Rosul sehingga iman dan ketaatannya kuat. Inilah yang mendapat Pahala sebagaimana puluhan dalil baik hadis maupun ayat suci’ bukan acara acara tersebut.

Atau dalam bahasa simbolisnya adalah yang mendapat pahala adalah ‘Isinya’ bukan ‘Kulitnya’. Sebagaimana dalil : ‘Sholluu Alaihi Wasallimuu Taslima’ bahwa ketika kita bersholawat.. dimanapun dan dalam acara apapun, maka Sholawat kita berpahala..

 

By.Zahrur Rajab, MHI – Penghulu KUA Tlogosari

Artikel dan jpg tersebut boleh di share. Asal Artikel ada di FB https://www.facebook.com/share/v/1GZDE5uNB6/

 

Previous Post Aneka Macam Mahar
0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 21 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Mengapa Kita Memperingati Isra Mi’raj? Sebuah Tinjauan Hukum Islam.

7 Januari 2026 - 12:20 WIB

Fiqh Nikah Klasik: Relevankah di Era Kontemporer?

3 Januari 2026 - 11:10 WIB

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru

1 Januari 2026 - 08:20 WIB

MALAM TAHUN BARU: Tertawa VS Menangis

24 Desember 2025 - 21:36 WIB

PENCATATAN TAJDID NIKAH PART 2

12 Desember 2025 - 09:20 WIB

Hukum Pernikahan Ketika Mempelai Wanita Tidak Disandingkan Saat Ijab Kabul dan Kaitannya dengan Ittihadul Majlis

7 Desember 2025 - 12:10 WIB

Trending di Pernikahan
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x