Menu

Mode Gelap

Artikel · 1 Agu 2025 09:45 WIB ·

Merah Putihnya Pernikahan : Menjahit Cinta, Merajut Sakinah

Penulis: Muhamad Fathul Arifin


 Merah Putihnya Pernikahan : Menjahit Cinta, Merajut Sakinah Perbesar

Setiap bulan Agustus, langit Indonesia dihiasi kibaran merah putih. Tapi, tahukah kamu? Di balik warna itu, ada pesan mendalam yang bisa kita bawa ke dalam kehidupan rumah tangga. Merah putih bukan cuma soal bendera. Ia adalah simbol: tentang keberanian, tentang kesucian, dan tentang perjuangan bersama. Persis seperti makna sejati dari sebuah pernikahan.

Warna merah menyala. Ia bicara soal keberanian. Dalam pernikahan, merah adalah keberanian untuk berkomitmen. Bukan hanya saat resepsi, tapi juga saat dapur belum ngebul, saat anak demam tengah malam, saat pasangan bikin kesal, atau saat impian tertunda. Merah adalah cinta yang tidak kabur ketika hidup tak semanis rencana. Ia seperti janji suci yang tak luntur meski diterpa hujan dan badai rumah tangga.

Dari Siti ‘Aisyah RA Rasulullah SAW bersabda:

النِّكَاحُ من سُنَّتِي فمَنْ لمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَليسَ مِنِّي، و تَزَوَّجُوا؛ فإني مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ، و مَنْ كان ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ

“Nikah termasuk sunnahku. Barangsiapa tidak mengamalkan sunnahku, ia tidak termasuk golonganku. Menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku. Barangsiapa memiliki kemampuan untuk menikah, maka menikahlah.” (HR Ibnu Majah).

Artinya, menikah bukan sekadar status sosial, tapi bentuk keberanian spiritual: memilih saling mencintai dalam ibadah.

Kalau merah itu menandakan semangat, maka putih adalah ketulusan. Dalam rumah tangga, ketulusan itu penting. Tulus untuk menerima pasangan apa adanya, bukan hanya saat dia rapi dan wangi, tapi juga saat dia letih, kesal, atau sedang tak mampu. Putih adalah cinta yang sabar dan jujur. Ia tidak dihitung-hitung, tidak penuh tuntutan. Seperti pelukan yang hangat tanpa banyak kata, tapi mampu menenangkan lara.

Allah berfirman

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٢١

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Inilah fondasi Sakinah yang kuat, kasih yang lembut, sayang yang tulus, dan hati yang saling berteduh.

Merah putih dalam pernikahan berarti semangat dan ketulusan berjalan beriringan. Ada keberanian untuk bertahan, tapi juga ada kesabaran untuk memahami. Suami bukan pemimpin yang semena-mena, dan istri bukan pengikut yang terpaksa. Keduanya adalah sahabat seperjalanan.

Pernikahan yang sakinah bukan yang bebas masalah, tapi yang mampu menyelesaikan masalah bersama. Bukan yang selalu romantis, tapi yang saling menjaga meski tanpa kata manis. Rumah tangga sakinah itu seperti merah putih: sederhana tapi bermakna, kuat tapi meneduhkan, tegak berdiri di tengah tantangan zaman.

Kita tidak bisa membangun bangsa tanpa membangun rumah tangga. Karena berawal dari keluargalah lahir anak-anak yang jujur, tangguh, dan berakhlak. Maka, mari jadikan pernikahan sebagai ladang pahala dan tempat bertumbuh — bukan ajang saling menyakiti.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا ۝٧٤

“Ya Allah, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.”
(QS. Al-Furqan: 74)

Dirgahayu Indonesia ke-80. Semoga setiap rumah tangga di negeri ini berkibar indah seperti merah putih: berani mencinta, tulus menjaga, dan selalu sakinah selamanya.

  • Muhamad Fathul Arifin – Penghulu KUA Kesugihan, Cilacap
5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 70 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

KELUARGA HARMONIS (Samakan Cara Pandang)

18 Mei 2026 - 11:33 WIB

Watak Bani Israil: Antara Ayat Al-Qur’an dan Realita Israel Hari Ini

10 Mei 2026 - 14:15 WIB

Humanisasi Hukum Keluarga Islam: Menolak Paksaan dan Menjaga Hati dalam Bingkai Maqashid Syariah

13 Februari 2026 - 08:37 WIB

Menjemput Berkah di Tengah Hamparan Sawah: Catatan Isra Mi’raj dari Balik Meja Akad KUA Wonosari

16 Januari 2026 - 10:46 WIB

Tingkatkan pentingnya Pretest dan Posttest dalam Bimbingan Perkawinan, KUA Rengasdengklok gemakan catin dapat berintelektual dan berintegritas.

7 Januari 2026 - 13:50 WIB

Cahaya di Balik Nasihat: Kiprah Penyuluh Agama Perempuan Wonosari dalam Balutan Kasih Ibu

22 Desember 2025 - 10:31 WIB

Trending di Artikel
WordPress Themes Ankara Escort: Kızılcahamam Escort, Akyurt Escort, Çubuk Escort İstanbul Escort: Fatih Escort, Kadıköy Escort, Şişli Escort Bursa Escort: Yıldırım Escort, Osmangazi Escort, Gürsu Escort 2 Bacaan yang Harus Diajarkan Pertama Kali pada Anak Khutbah Jumat: Maulid Nabi Tiba, Jaga Akhlak Generasi Muda Apakah Boleh Memakai Parfum Beralkohol untuk Shalat? Garden HUB – Lawn & Landscaping WordPress Theme Writer – Journalist Blog + Bookstore Theme GoSolar – Eco Environmental & Nature WordPress Theme Strollik – Single Product WooCommerce WordPress Theme Apress – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Imogen – Designer and Creative Business WordPress Theme Choros — Responsive Multipurpose WordPress Theme Revo – Multipurpose Elementor WooCommerce WordPress Theme (25+ Homepages & 5+ Mobile Layouts) Cured – One Page Medical Doctor WordPress Theme Maestro – Business & Finance WordPress Theme
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x