Menu

Mode Gelap

Opini · 22 Agu 2025 15:44 WIB ·

Mewujudkan Penghulu Berdaya dan KUA Berdampak: Harapan Baru bagi APRI Aceh 2025-2029

Penulis: Mahbub Fauzie


 Mewujudkan Penghulu Berdaya dan KUA Berdampak: Harapan Baru bagi APRI Aceh 2025-2029 Perbesar

Mewujudkan Penghulu Berdaya dan KUA Berdampak: Harapan Baru bagi APRI Aceh 2025-2029

Oleh: Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd*

Musyawarah Wilayah ke-2 Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Aceh yang diselenggarakan pada 22–23 Agustus 2025 di Hotel Linge Land, Takengon, bukan sekadar forum rutin organisasi. Lebih dari itu, ini adalah momentum strategis dalam menyusun arah baru bagi penghulu Aceh yang profesional, kolaboratif, dan berdampak. Tema yang diangkat, “Optimalisasi Peran Penghulu dalam Mewujudkan KUA Berdaya, Pelayanan Keagamaan Berdampak,” mencerminkan semangat zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks terhadap pelayanan keagamaan.

*Penghulu sebagai Pilar KUA yang Berdaya*

Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan harus memiliki kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia yang mumpuni. Di sinilah peran penghulu sangat krusial, bukan hanya sebagai pencatat nikah, tetapi juga sebagai pembina kehidupan keluarga, mediator konflik, dan agen moderasi beragama.

Rencana kerja PW APRI Aceh 2025–2029, memperkuat peran ini melalui berbagai bimbingan teknis seperti khutbah nikah, bimbingan perkawinan, pendalaman kitab kuning, hingga pelatihan psikologi komunikasi. Ini merupakan bentuk investasi kapasitas untuk menghasilkan penghulu yang bukan hanya mampu secara teknis, tetapi juga memiliki daya pengaruh sosial dan spiritual.

APRI sebagai Organisasi Adaptif dan Progresif

Transformasi organisasi juga menjadi perhatian utama. Rencana pembentukan tim Humas PW APRI untuk pengelolaan website berita dan media sosial menjadi simbol bahwa APRI Aceh siap tampil sebagai organisasi modern yang adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan publik.

Langkah ini bukan semata soal pencitraan, tetapi tentang bagaimana membangun komunikasi strategis dengan masyarakat, menyampaikan edukasi keagamaan, serta mengangkat narasi-narasi positif tentang peran penghulu. Disinilah kolaborasi dengan pusat, sinergi lintas sektor, serta kerjasama dengan pihak seperti wedding organizer menjadi sangat penting dan visioner.

Previous Post SEKUFU (PART 2)
5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 109 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Janda Tak Perlu Wali Nikah? Meluruskan Anggapan yang Keliru

15 Januari 2026 - 09:56 WIB

Dimensi Teologis dan Spiritual Peristiwa Isra Mi’raj

13 Januari 2026 - 16:25 WIB

Ketika Ibu Belajar Ikhlas Melepasmu Pergi

13 Januari 2026 - 09:25 WIB

Mahar di Tangan, Borgol di Bayangan: Syariat Bukan Topeng Pelanggaran

8 Januari 2026 - 16:44 WIB

Saya Terima Nikahnya …

8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Mengapa Kita Memperingati Isra Mi’raj? Sebuah Tinjauan Hukum Islam.

7 Januari 2026 - 12:20 WIB

Trending di Karya Ilmiah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x