Program Gerakan Nikah Sehat, yang disingkat dengan GERNIS, merupakan program berkelanjutan di KUA Patamuan bersama Puskesmas.
Nikah sehat adalah upaya memastikan kesiapan fisik dan mental calon penagntin melalui pemeriksaan kesehatan serta konseling pranikah guna membangun keluarga berkualitas, mencegah penyakit menular dan stunting. Pemeriksaan di Puskesmas mencakup tes darah, IMS, HIV, dan Hepatitis B, dilakukan sebelum pelaksanaan akad nikah dilangsungkan.
Pernikahan adalah momen indah dan penuh makna dalam kehidupan seseorang. Namun, di balik indahnya perayaan itu, banyak hal penting yang harus dipersiapkan oleh calon pengantin, termasuk memastikan kondisi kesehatan yang optimal. Salah satu langkah terpenting adalah melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah atau dikenal juga dengan istilah premarital check-up.
Mengapa demikian? Karena menikah berarti memasuki babak baru yang tidak hanya melibatkan hubungan emosional, tetapi juga kondisi kesehatan pasangan. Memahami kondisi kesehatan sebelum menikah adalah langkah bijak agar kelak kehidupan rumah tangga dapat dijalani dengan sehat, nyaman, dan tanpa kekhawatiran mengenai penyakit menular ataupun gangguan kesehatan yang dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.
Momen penting itu Kepala KUA Patamuan mengadakan MoU bersama Kepala Puskesmas dan disaksikan para Penyuluh Agama Islam Fungsional, ada beberapa point dan pasal tertentu yang membentuk dan merealisasikan Asta Cita dan Asta Protas pada tahun 2026 ini.
- Pemeriksaan Catin (Calon Pengantin): Tes darah (Hb, golongan darah, rhesus), pemeriksaan fisik, infeksi menular seksual, penyakit keturunan, dan imunisasi (misalnya TT/Rubella);
- Konseling Gizi dan Kesehatan Reproduksi : Persiapan gizi untuk kehamilan guna mencegah stunting sejak dini;
- Kesehatan Mental dan Emosional : Komunikasi terbuka, saling menghormati, kepercayaan, otonomi timbal balik, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif.;
- Vaksinasi : Penting untuk memberikan perlindungan tambahan bagi pasangan dan calon janin.
- Deteksi Dini : Mengetahui riwayat kesehatan pasangan;
- Pencegahan : Mencegah penularan penyakit dan risiko penyakit genetik;
- Kesiapan Mental : Membangun komunikasi yang aman dan sehat.
(HR)








