إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Kaumuslimin Rokhima kumullah
Allah swt berfirman
$tBur $uZø)n=yz uä!$yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tBur $yJåks]÷t/ WxÏÜ»t/ 4 ÇËÐÈ
dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. [Shâd/38:27].
Dari ayat tadi Allah ingin mengatakan bahwa seluruh penciptaan-Nya, tidaklah Allah ingin menciptakannya saja, tidaklah Allah asal-asalan saja dalam menciptakannya, tidaklah Allah hanya bermain-main saja dalam penciptaaannya, baik itu yang ada dilangit maupun yang ada di bumi, bahkan diantara langit dan bumi itu, termasuk benda mati sekalipun syarat dengan makna dan hikmah yang terkandung di dalam penciptaan Allah swt itu
Salah satu benda yang terkadang kita gunakan tapi kita lupa, kita lengah dalam memetik hikmah yang terkandung pada benda tersebut. Padahal terkadang ada muatan hikmah yang cukup dalam yang termuat dalam benda tersebut. Diantara sekian banyak benda itu yang menjadi pembicaraan kita kali ini adalah benda yang bernama pensil, kenapa pensil, karena pada pensil terdapat banyak hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran dalam mendekatkan diri kepada Allah swt.
Kaumuslimin Rokhima kumullah
- Pensil Butuh Penggerak
Pensil bisa menulis apapun bentuk, Pensil bisa menggambar apapun benda, Pensil bisa menghasilkan karya yang hebat, pensil juga bisa menghasilkan karya yang indah dan menarik bahkan terkadang bisa bernilai bukan hanya puluhan juta tapi bahkan mencapi ratusan juta. Tapi walaupun demikian hebatnya sang pensil, ingat pensil tidak boleh bangga dan takabur, pensil tidak boleh ujub dan sombong kenapa ? karena pensil tidak bisa menghasilkan karya hebat, pensil tidak bisa menghasilkan karya menarik, bahkan pensil tidak bisa berbuat apa-apa tanpa tangan yang menggerakkannya.
Demikian juga halnya dengan manusia, Ketika manusia mencapai puncak karirnya, punya jabatan yang menggiurkan, punya keturunan yang hebat, punya fasilitas yang memikat, kehidupan yang terus meningkat, segala macam keperluan bisa mudah di dapat, semua orang tunduk, patuh dan hormat, ketika puncak kesuksesan bisa diraih manusia janganlupa diri, kenapa ? karena tanpa bantuan Allah, tanpa pertolongan Allah, tanpa anugrah Allah swt niscaya semuanya tidak akan pernah terjadi. kenapa demikian, karena manusia itu lemah, karena manusia itu tidak punya kuasa, karena manusia itu bergantung sepenuhnya kepada Allah swt, demikianlah yang sering dilafazkan untuk menafikan kesyirikan kita kepada Allah swt dengan kalimat
لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
“Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung.”
- Pensil Perlu Diraut
Pensil butuh berhenti untuk meneruskan kerjanya, ia butuh untuk diraut agar kembali runcing, mungkin rautan tersebut sedikit akan menyakiti sang pensil, membuat pensil terkadang perih, membuat pensil terkadang tersiksa, pilu, atas rautan tersebut, Tapi setelah rautan itu selesai pensil akan kembali tajam, ia kembali kuat dan siap digunakan untuk bekerja.
Seperti itu juga manusia, dalam hidup akan mendapat ujian, cobaan, sakit dan kehilangan, tapi jika itu bisa dilewati dengan penuh sabar maka ianya akan membentuk pribadi yang lebih kuat, lebih siap dan lebih dewasa dalam menjalani hidup. Sesuai dengan firman Allah SWT
Nä3¯Ruqè=ö7oYs9ur &äóÓy´Î/ z`ÏiB Å$öqsø:$# Æíqàfø9$#ur <Èø)tRur z`ÏiB ÉAºuqøBF{$# ħàÿRF{$#ur ÏNºtyJ¨W9$#ur 3 ÌÏe±o0ur úïÎÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÎÈ
- dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Kenapa orang yang sabar mendapat berita gembira, karena hanya orang yang senantiasa dalam kesabaran yang pahala mereka dalam kecukupan, demikian firman Allah swt dalam ayat yang lain
$yJ¯RÎ) ®ûuqã tbrçÉ9»¢Á9$# Nèdtô_r& ÎötóÎ/ 5>$|¡Ïm ÇÊÉÈ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Azzumar:10
Kaumuslimin Rokhima kumullah
- Pensil identik dengan penghapus
Pensil selalu identik dengan penghapus, kenapa demikian karena pensil terkadang berbuat salah, salah dalam coretan, salah dalam goresan maka ada kesempatan bagi pensil untuk menghapus kesalahan yang dibuatnya. Demikian juga manusia selalu identik dengan kesalahan, mata melihat yang tidak baik, mulut berkata kotor, tangan berbuat dosa, kaki khilaf melangkah, sehingga tubuh ini bergelimang dengan dosa dan kesalahan, jika sudah terlanjur salah, bukan berarti kita tidak punya kesempatan untuk memperbaikinya, maka Allah swt memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat atas kesalahan yang kita perbuat supaya kita bisa lebih baik lagi. Sesuai dengan firman Allah
¨bÎ) ©!$# =Ïtä tûüÎ/º§qG9$# =Ïtäur úïÌÎdgsÜtFßJø9$# ÇËËËÈ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Al Baqarah :222)
- Bagian Terpenting dari kesuksesan sang pensil adalah arangnya
Bagian terpenting dari pensil adalah arangnya, Sebagus apapun kayu pembalut arang, secantik apapun warna penghias kayu, namun jika arangnya rapuh, mudah pecah, kabur niscaya karya-karya indah tidak pernah terlukiskan oleh sang pensil. Nah demikian juga halnya dengan manusia, yang terpenting dari manusia adalah hatinya,
Pensil bisa menggambar yang baik, pensil bisa melukis yang indah, pensil bisa menghasilkan karya yang besar, itu semua dikarenakan arang yang ada di dalamnya bermutu, bagus, dan kuat, inilah manusia manusia bisa sabar dan berprasangka baik kepada Allah swt atas ujian yang diberikan kepadanya karena hatinya jernih, manusia bisa berbicara sopan ,santun dan bersahaja juga dikarenakan hati yang baik, lintasan fikirannya positif, tidak takabur, tidak angkuh, tidak sombong juga ditunjang hati yang jernih, bisa beramal dengan ikhlas, juga dikrenakan hati yang bersahaja demikianlah Rasulullah saw jelaskan dalam sabda beliau:
ألاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)
Kaumuslimin Rokhima Kumullah
Terakhir, pensil selalu meninggalkan tanda / goresan. Sadarlah bahwa apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan bekas yang diingat banyak orang. Bahkan seandainya kalau kita menyakiti orang lain atau menggores hati orang lain, maka meskipun kita sudah minta maaf habis-habisan, goresan itu tidak akan hilang secara sempurna. Maka dari itu kita harus selalu hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan sebelum kita melangkah, jangan sampai perilaku kita melukai orang lain. Sekali panah terlepas dari busurnya, dia tidak akan pernah kembali.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua Jum’at
اَلْحَمْدُ الِلّهِ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْ لَهُ بِالْهُدَ ى وَدِ يْنِ الْحَقّ لِيُظْهِرَ هُ عَلَ الدِّ يْنِ كُلِّه وَلَوْ كَرِ هَ الْمُشْرِ كُوْن اَشْهَدُ اَن لَّااِلَهَ اِلّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِ يْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً ا عَبْدُ هُ وَ رَسُوْ لُه لَا نَبِيَّ بَعْدَه اَللَّهُمَّ صَلِّى وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْن اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَا ضِرُ وْ ن اِتَّقُو اللهَ حَقَّ تُقَتِه وَ لَا تَمُوْ تُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْن
قَالَ اللهُ تَعَا لىَ ¨bÎ) ©!$# ¼çmtGx6Í´¯»n=tBur tbq=|Áã n?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkr’¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#q=|¹ Ïmøn=tã (#qßJÏk=yur $¸JÎ=ó¡n@ اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِ نَا اِ بْرَاهِيْم وَعَلَى اَلِ سَيِّدِ نَااِبْرَا هِيْم وَبَا رِكْ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّد وَعَلَى اَلِ سَيِّدِ نَامُحَمَّدكَمَا بَا رَكْتَ عَلَى سَيِّدِ نَا اِ بْرَا هِيْم وَعَلَى اَلِ سَيِّدِ نَااِبْرَا هِيْم فِى الْعَالَمِيْنَ اِ نَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات وَالْمُوءْ مِنِيْنَ وَالْمُوءْ مِنَا اَلْاَحْيَاء مِنْهُمْ وَا لْاَمْوَات اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْر اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ رَبَّنَاظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِن لَّمْ تَغْفِرْلَنَاوَ تَرَحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِ يْن رَبَّنَالَا تُزِعْ قُلُوْبَنَا بَعْدَاِزْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْلَنَا مَنْ لَدٌنْكَ رَحْمَة اِنَّكَ اَنْتَ اْلوَ هَّاب رَبَّنَا اَتْنَا فِى الدُّ نْيَا حَسَنَة وَفِى اْلَا حِرَةِ حَسَنَة وَقِنَا عَذَا بَ لنَار عِبَا دَ الله اِنَّ اللهَ يَاْء مُرُ بِا لْعَدْلِ وَاْلاِ حْسَان وَاِ يْتَاءِ ذِا لْقُرْ بَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَا لْمُنْكَرْ وَلَزِ كْرُ اللهِ اَ كْبَر









