Menu

Mode Gelap

Khutbah · 5 Feb 2026 22:00 WIB ·

Pahala Jariyah dan Dosa Jariyah: Jejak Amal yang Terus Mengalir

Penulis: NUROHMAN AS-SYIRBONY


 Pahala Jariyah dan Dosa Jariyah: Jejak Amal yang Terus Mengalir Perbesar

KHUTBAH JUMAT[1]

Pahala Jariyah dan Dosa Jariyah: Jejak Amal yang Terus Mengalir

Oleh KH. Nurohman CS, S.Ag, M.Si, MA

(Kepala KUA Saketi dan Pimpinan Ponpes Tahfidz Terpadu Ad-Dhiya Cimanuk Pandeglang)

KHUTBAH PERTAMA 

الْحَمْدُ للهِ، الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْإِنْسَانَ خَلِيْفَةً فِي الْأَرْضِ لِيَعْمُرَهَا بِالطَّاعَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Pada kesempatan siang yang berkah ini khatib mengajak Jamaah untuk senatiasa bersyukur kepada Allah ﷻ yang senantiasa memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada kita tiada tara, tiada terbatas,  tiada terhitung dan terbilang sejak kita ditahbiskan sebagai hamba-Nya. Nikmat tertinggi adalah keimanan yang Allah tancapkan di dalam sanubari kita sehingga kita mudah berhenti sejenak dari aktifitas dunia kita, dari sawah kita, dari kantor kita, dari pasar dan dari usaha. Dari apapun status dunia kita. Berhenti untuk sama-sama hadir di masjid ini dalam rangka menunaikan kewajiban seorang muslim laki, sholat jumat berjamaah. Betapa banyak dari saudara-saudara kita yang belum tergerak hatinya untuk sholat jumat karena malas atau alasan apapun yang bukan sya’ri itu karena kemunafikan dan kefasikannya. Nau’zubillah. 

Melalui mimbar ini, Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan melaksanakan  perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya baik secara lahir maupun batin dengan segenap kekuatan yang kita miliki.  إمتثال أوامر الله واجتناب نواهييه ظاهرا وباطنا (imtitsal awamirillah wajtinabu nawahihi dzohiron wabathinan).

Pada kesempatan ini, khatib mengajak jamaah untuk merenungkan dua perkara besar dalam kehidupan manusia, yaitu pahala jariyah dan dosa jariyah-amal yang pengaruh dan akibatnya terus mengalir, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ  (رواه مسلم)

Artinya:
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Hadis ini menunjukkan besarnya peluang kebaikan. Umur kita terbatas, tetapi pahala bisa terus mengalir melalui amal jariyah seperti wakaf, dakwah, pendidikan, dan keteladanan yang baik. Seorang pejabat atau atasan yang membuat aturan baik dan diikuti oleh pejabat setelahnya meskipun sang pejabat sudah pensiun atau wafat maka pahalanya akan terus kepada yang bersangkutan.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ  (سورة يس : 12)

Artinya:
“Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.”

Namun jamaah sekalian, Sebagaimana pahala dapat mengalir, dosa pun dapat mengalir jika seseorang meninggalkan jejak keburukan yang diikuti orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ (رواه مسلم)

Artinya:
“Barang siapa mencontohkan keburukan, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah itu.”

Inilah yang disebut dosa jariyah—dosa yang terus mengalir karena sebab perbuatan kita sendiri. Artinya apapun yang dilakukan oleh kita, itu akan berimplikasi ke kita baik buruknya. Apalagi perbuatan dan kebijakan kita meyangkut hajat orang banyak entah sebagai pejabat, pimpinan perusahaan atau apapun status dunia kita maka dosa akan sebanding dengan jabatan dan kerusakannya. Na’udzu billah.

Dosa jariyah adalah dosa yang ‘beranak-pinak’. Ia bermula dari satu laku atau satu keputusan, namun efeknya merambat seperti api yang menjalar di rumput kering. Bayangkan, betapa mengerikannya saat kita sedang di alam barzakh, membutuhkan setiap tetes rahmat Allah, namun justru kiriman ‘transfer’ dosa terus berdatangan karena jejak buruk yang kita tinggalkan di dunia belum juga terhapus atau diikuti oleh orang lain.

Terlebih lagi bagi mereka yang dianugerahi amanah sebagai pemimpin, pejabat, atau pimpinan sebuah instansi. Dalam Islam, kekuasaan bukan sekadar fasilitas, melainkan tanggung jawab yang implikasinya bersifat eksponensial.

  • Jika seorang pemimpin membuat kebijakan yang zalim, maka ia tidak hanya menanggung dosanya sendiri, tetapi juga menanggung beban penderitaan setiap jiwa yang terzalimi oleh kebijakan tersebut.
  • Jika seorang atasan mencontohkan kecurangan, maka setiap praktik curang yang dilakukan bawahannya karena meniru dirinya, akan mengalirkan dosa ke pundi-pundinya.

Semakin luas cakupan kekuasaan seseorang, semakin besar potensi pahala jariyahnya jika ia adil, namun semakin mengerikan pula ancaman dosa jariyahnya jika ia berbuat kerusakan. Jabatan di dunia hanyalah sementara, namun jejak kebijakan akan dicatat selamanya dalam kitab Lauh Mahfuzh.

Maka, sebelum kita bertindak, sebelum kita memutuskan sebuah kebijakan, dan sebelum kita menyebarkan sesuatu di media sosial, bertanyalah pada diri sendiri: ‘Sanggupkah saya menanggung beban dosa dari semua orang yang terpengaruh oleh perbuatan saya ini di hadapan Allah kelak?’

Semoga Allah menjauhkan kita dari menjadi sebab tersesatnya orang lain dan melindungi kita dari fitnah dosa yang mengalir. Amiin Ya Robbal ‘alamiin.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

 KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إن الله وملائكته يصلون على النبي ياأيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْواتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْ بَلْدَتَنَا هَذِهِ بَلْدَةً طَيِّبَةً آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.  رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. 

عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. 

[1]Disampaikan jumat, 6 Februari 2026/18 Sya’ban 1447 H di Masjdi al-Ikhlas Kementerian Agama Pandeglang Banten

4 4 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 112 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

NISFU SYA’BAN: MOMENTUM MEMBERSIHKAN HATI MENUJU RAMADHAN

29 Januari 2026 - 21:34 WIB

Kepemimpinan Perempuan

26 Januari 2026 - 11:28 WIB

Dahsyatnya Pahala Muadzin

22 Desember 2025 - 23:01 WIB

NILAI FILOSOFIS DAN HIKMAH YANG TERKANDUNG DARI PENSIL

10 Desember 2025 - 14:15 WIB

Mengapa Pahala Sedekah Itu Disegerakan?

3 November 2025 - 15:03 WIB

Ingatlah…Semua Akan Berakhir Pada Waktunya…!!!

27 Oktober 2025 - 15:16 WIB

Trending di Khutbah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x