Menu

Mode Gelap

Artikel · 26 Jul 2025 11:08 WIB ·

Penghulu Juga Manusia Biasa (Catatan Haru dari Momen Sakral Sang Penghulu)

Penulis: Alamsyah Sa'ban Miru


 Penghulu Juga Manusia Biasa (Catatan Haru dari Momen Sakral Sang Penghulu) Perbesar

Ketika mendengar kata “penghulu”, spontan bayangan kita tertuju pada sosok laki-laki yang memakai stelan jas, berpeci, dengan langkah mantap dan berwibawa yang akan menuntun mempelai laki-laki mengucapkan ijab qabul pernikahan.
Namun disuatu ketika sosok berwibawa tersebut langkahnya berubah menjadi lambat, wajahnya di penuhi ketegangan bahkan tutur katanya pun tak seperti biasanya.
Dialah (sebut saja Ahmad Syihab), salah satu penghulu pada KUA Mattiro Bulu Kab. Pinrang yang mengalami langsung bagaimana rasanya berdiri sebagai mempelai di hadapan para saksi dan sesama penghulu. Momen istimewa ini terjadi ketika ia menikahi pujaan hatinya, seorang dokter gigi bernama Nasriyani Yusuf (7/7/2025)
Dengan mengenakan busana nuansa keemasan ala pengantin bugis, Syihab menuju ke meja akad didampingi oleh keluarganya. Nampak ketegangan jelang akad nikah itu, apatahlagi dia berada di tengah para penghulu yang turut hadir pada momen sakral tersebut.
Tatkala orangtua (ayah) calon mempelai wanita kemudian memberikan kalimat untuk membuka ijab kabul keduanya. Dengan satu tarikan napas panjang, Syihab menjawab penuh ketegangan, “Saya terima nikahnya dan kawinnya Nasriyani binti Yusuf dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”
Serentak, para saksi dan penghulu yang hadir menyatakan, “Sah”.
Wajah Syihab pun berubah membuat ketegangan seketika luruh menjadi ekspresi haru dan lega. Ia tersenyum, menunduk penuh syukur, membuktikan bahwa di balik sosok wibawa seorang penghulu, tetap ada jiwa manusia biasa yang merasakan haru dan gugup saat melangkah ke jenjang suci pernikahan.
Dari kisah inilah kita bisa memahami bahwa siapa saja bisa mengalami ketegangan dalam menghadapi pernikahan, baik pria maupun wanita, dan dari berbagai latar belakang usia dan sosial, tak terkecuali Penghulu, karena mereka juga adalah manusia biasa.
Selamat menempuh hidup baru sahabat Ahmad Syihab Ramadhan, semoga cinta dan kebahagiaan selalu mengisi hari-hari kalian dan menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Ucapan hangat dan doa terbaik dari segenap keluarga besar KUA Kecamatan Mattiro Bulu. (asm)

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 86 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Menjemput Berkah di Tengah Hamparan Sawah: Catatan Isra Mi’raj dari Balik Meja Akad KUA Wonosari

16 Januari 2026 - 10:46 WIB

Tingkatkan pentingnya Pretest dan Posttest dalam Bimbingan Perkawinan, KUA Rengasdengklok gemakan catin dapat berintelektual dan berintegritas.

7 Januari 2026 - 13:50 WIB

Cahaya di Balik Nasihat: Kiprah Penyuluh Agama Perempuan Wonosari dalam Balutan Kasih Ibu

22 Desember 2025 - 10:31 WIB

Rekonstruksi Fiqih Keadilan: Mengurai Bias Gender Melalui Pendekatan Maqashid Syariah dan Mubadalah

20 Desember 2025 - 15:46 WIB

Memaknai Hari Bela Negara ke-77: Peran Penghulu KUA Wonosari sebagai Benteng Ketahanan Nasional

19 Desember 2025 - 10:31 WIB

Edukasi Fardhu Kifayah: KUA Wonosari dan BAZNAS Klaten Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat

16 Desember 2025 - 13:38 WIB

Trending di Artikel
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x