Menu

Mode Gelap

Opini · 18 Des 2025 09:14 WIB ·

Pentingnya Rasa Syukur Dalam Pernikahan

Penulis: Muhamad Fathul Arifin


 Pentingnya Rasa Syukur Dalam Pernikahan Perbesar

Pernikahan adalah ikatan suci yang tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua latar belakang, dua cara pandang, dan dua karakter yang berbeda. Dalam perjalanan rumah tangga, perbedaan dan tantangan adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, salah satu sikap paling penting yang perlu dijaga oleh pasangan suami istri adalah senantiasa memiliki rasa syukur. Rasa syukur dalam pernikahan bukan sekadar ucapan lisan, melainkan sikap batin yang melahirkan penerimaan, kesabaran, dan penghargaan. Pasangan yang bersyukur akan lebih mudah melihat kebaikan di tengah keterbatasan, serta mampu memaknai setiap proses rumah tangga sebagai bagian dari ibadah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

Tambahan nikmat yang Allah janjikan tidak selalu berupa materi semata, melainkan juga ketenteraman jiwa, keharmonisan hubungan, dan kekuatan menghadapi ujian rumah tangga. Banyak pernikahan bertahan bukan karena tanpa masalah, tetapi karena pasangan mampu menjaga rasa syukur di tengah keterbatasan. Dalam kehidupan sehari-hari, rasa syukur tercermin melalui sikap saling menghargai dan mengapresiasi. Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

“Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini menjadi pengingat penting bagi pasangan suami istri untuk tidak mengabaikan peran dan usaha satu sama lain. Ucapan terima kasih, sikap saling menghormati, dan empati dalam keseharian adalah bentuk syukur yang dapat memperkuat ikatan pernikahan. Rasa syukur juga menjaga pasangan dari sikap membandingkan rumah tangganya dengan orang lain. Setiap keluarga memiliki dinamika dan tantangan yang berbeda. Dengan bersyukur, pasangan akan lebih fokus untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan, bukan memperbesar kekurangan. Penulis senantiasa mengingatkan pada diri penulis pribadi dan kepada para calon pengantin maupun kepada mereka yang sudah menikah, bahwa ketahanan keluarga tidak hanya dibangun oleh kecukupan ekonomi atau keserasian lahiriah, tetapi oleh kedewasaan sikap dan kelapangan hati. Rasa syukur yang tumbuh dalam pernikahan akan melahirkan kesetiaan, keikhlasan, serta komitmen untuk saling menjaga hingga akhir hayat.

Do’a

Ya Allah, Karuniakan kepada kami hati yang senantiasa bersyukur atas pasangan dan keluarga yang Engkau titipkan. Jadikan rumah tangga kami sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kuatkan kami dalam menghadapi setiap ujian, dan limpahkan keberkahan dalam kehidupan keluarga kami.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 37 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Selisih Paham Perceraian, Bawa Saja ke Pengadilan Agama!

2 Januari 2026 - 05:44 WIB

Refleksi Penghulu di Tahun 2025

31 Desember 2025 - 14:14 WIB

Nikah Wisata Dalam Persepektif Undang-undang Perkawinan

29 Desember 2025 - 22:40 WIB

Catatan Penting Penghulu Dalam Pemeriksaan Calon Pengantin

19 Desember 2025 - 12:41 WIB

APAKAH GAJI ATAU PENDAPATAN SUAMI WAJIB DIBERIKAN SEPENUHNYA KEPADA ISTRI?

15 Desember 2025 - 18:37 WIB

Problematika Alih Bahasa Ijab Kabul

13 Desember 2025 - 17:41 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x