Menu

Mode Gelap

Opini · 26 Agu 2025 09:34 WIB ·

Suami Isteri Itu Saling Menggairahkan (Perspektif Islam)

Penulis: Mahbub Fauzie


 Passion flower, passiflora. rosebay willow herb, fireweed. Sketch. Sketch. Hand drawn vector illustration . Lettering in Latin Perbesar

Passion flower, passiflora. rosebay willow herb, fireweed. Sketch. Sketch. Hand drawn vector illustration . Lettering in Latin

Suami Isteri Itu Saling Menggairahkan (Perspektif Islam)
Oleh: Mahbub Fauzie*

Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi merupakan sebuah mitsaqan ghalizhan, perjanjian agung yang menyatukan dua insan dalam bingkai ibadah dan kasih sayang. Salah satu dimensi penting dalam kehidupan suami istri adalah aspek gairah atau ketertarikan satu sama lain, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual.

Sering kali, kata “gairah” dikonotasikan secara sempit hanya sebagai dorongan seksual. Padahal, dalam Islam, gairah mencakup lebih luas: semangat untuk membahagiakan pasangan, keinginan untuk saling menyenangkan, dan semangat untuk terus memperbaiki hubungan agar tetap harmonis.

Suami istri yang saling menggairahkan adalah mereka yang mampu menumbuhkan cinta, kasih sayang, dan ketenangan satu sama lain sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang…” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketenteraman, cinta, dan kasih sayang adalah pilar rumah tangga. Ketiganya tidak akan tumbuh tanpa ada gairah untuk saling memahami, menyentuh hati, dan menyenangkan pasangan dengan cara yang halal dan diridhai Allah.

Gairah Itu Ibadah

Dalam pandangan Islam, hubungan suami istri tidak hanya halal, tapi juga bernilai ibadah. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa bersetubuh dengan istri adalah sedekah: “Dan pada kemaluan salah seorang dari kalian ada sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya lalu dia mendapat pahala?” Beliau menjawab, “Bukankah jika dia menyalurkannya pada yang haram, dia berdosa? Maka jika dia menyalurkannya pada yang halal, dia mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa gairah yang disalurkan dalam pernikahan adalah bentuk ibadah. Suami dan istri yang saling menggairahkan berarti mereka saling membantu menjaga kesucian diri, saling melayani dengan penuh cinta, dan memperkuat ikatan emosional melalui hubungan yang halal.

Gairah yang Terjaga dan Bertanggung Jawab

Namun, gairah harus disertai dengan tanggung jawab. Gairah yang tidak diiringi dengan akhlak dan kepedulian bisa berubah menjadi egoisme. Suami yang hanya mementingkan hasratnya tanpa memperhatikan perasaan dan kenyamanan istri, atau sebaliknya, adalah contoh dari hubungan yang timpang dan jauh dari nilai-nilai Islam.

Islam mengajarkan agar suami istri saling menjaga hak-hak satu sama lain. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian kepada istriku.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengingatkan kita bahwa kebaikan suami istri tidak hanya dalam memberi nafkah atau bertutur kata lembut, tetapi juga dalam kehidupan intim yang harmonis, saling memuaskan dan menggairahkan satu sama lain secara halal dan penuh kasih.

Menumbuhkan Gairah dengan Cara Islami

Gairah tidak selalu hadir begitu saja. Ia harus dipelihara dengan komunikasi, penghargaan, dan perhatian. Suami istri perlu saling merawat diri, menjaga kebersihan, berpakaian menarik di hadapan pasangan, dan menciptakan suasana yang menyenangkan di rumah. Bahkan dalam Islam, istri dianjurkan berhias untuk suaminya, dan suami pun diminta menjaga penampilannya untuk menyenangkan istri. Semua itu adalah bagian dari sunah kehidupan berumah tangga.

Kesimpulannya, suami istri dalam Islam adalah pasangan yang saling menggairahkan: bukan hanya secara jasmani, tetapi juga secara ruhani. Mereka saling menginspirasi, saling membahagiakan, dan saling menjadi penyejuk hati. Gairah yang dirawat dengan nilai-nilai Islam akan menjadikan rumah tangga sebagai surga di dunia dan jembatan menuju surga yang hakiki di akhirat kelak. []

*)Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah

5 2 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 105 kali

Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Mahar di Tangan, Borgol di Bayangan: Syariat Bukan Topeng Pelanggaran

8 Januari 2026 - 16:44 WIB

Saya Terima Nikahnya …

8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Mengapa Kita Memperingati Isra Mi’raj? Sebuah Tinjauan Hukum Islam.

7 Januari 2026 - 12:20 WIB

Menikahlah, dan Temukan Bahagiamu dalam Indahnya Pernikahan

7 Januari 2026 - 11:28 WIB

Pernikahan Tercatat Menjadi Perlindungan Nyata Bagi Hak-Hak Seorang Istri

6 Januari 2026 - 10:00 WIB

Selisih Paham Perceraian, Bawa Saja ke Pengadilan Agama!

2 Januari 2026 - 05:44 WIB

Trending di Opini
1
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x