Bimbingan perkawinan atau pra-nikah adalah salah satu upaya pemerintah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membekali calon pengantin (catin) dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis dalam konteks sosial maupun spiritual. Agar penyampaian materi tidak monoton dan terkesan kaku, diperlukan metode kreatif dan interaktif. Salah satunya adalah “Tepuk Sakinah”, sebuah metode sederhana yang kini tengah viral di berbagai KUA dengan beragam tanggapan masyarakat di media sosial.
Lalu, Apa itu Tepuk Sakinah?
Tepuk Sakinah adalah bentuk ice breaking berupa tepukan tangan yang dipadukan dengan syair singkat berisi lima pilar perkawinan, terutama dalam konsep keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, yaitu: Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalidzan (janji kokoh), Mu’asyarah bil Ma’ruf (saling berbuat baik), Musyawarah (berdiskusi dalam berbagai hal), dan Taradhin (saling rela dan menyenangkan). Pilar-pilar ini menjadi pondasi untuk membangun rumah tangga yang harmonis, saling melengkapi, dan menjadi jalan meraih ridha Allah SWT. Dengan pola seperti tepuk pramuka atau tepuk semangat (beberapa netizen menyebutnya dengan tepuk anak TK), peserta diajak berpartisipasi aktif sambil mengingat pesan-pesan kunci tentang lima pilar perkawinan tersebut. Berikut syairnya:
Berpasangan … Berpasangan … Berpasangan (tepuk 3x)
Janji Kokoh … Janji Kokoh … Janji Kokoh (tepuk 3x)
Saling Cinta
Saling Hormat
Saling Jaga
Saling Ridho
Musyawarah untuk Sakinah
Dalam implementasinya, tepuk sakinah cukup efektif dalam selingan bimbingan pra-nikah, terutama untuk membangun suasana positif, mencairkan suasana, menanamkan nilai secara menyenangkan, meningkatkan partisipasi aktif, dan membantu daya ingat peserta tentang materi keluarga sakinah karena syairnya yang easy listening. Namun perlu digaris bawahi bahwasanya tepuk sakinah ini hanya dipakai sebagai pendukung, bukan sebagai metode utama. Karena materi utama dalam bimbingan perkawinan pihak KUA biasanya sudah menyiapkan narasumber kompeten dalam bidangnya masing-masing yang diambil dari penyuluh / penghulu dari KUA, BKKBN, maupun Puskesmas, dengan menyampaikan penguatan materi tentang beberapa hal berikut:
- Membangun landasan perkawinan
- Mengelola masalah dan dinamika perkawinan
- Memenuhi kebutuhan keluarga
- Kesehatan reproduksi
- Membangun generasi yang berkualitas.
Penutup
Tepuk Sakinah adalah inovasi sederhana namun bermakna dalam bimbingan pra-nikah. Selain sebagai sarana hiburan, juga berfungsi sebagai penguat nilai dan pengingat praktis bagi catin tentang prinsip-prinsip membangun rumah tangga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dampak positifnya dapat dirasakan baik secara psikologis, sosial, maupun edukatif. Dengan demikian, Tepuk Sakinah layak terus dikembangkan dan diintegrasikan sebagai bagian dari metode pembelajaran kreatif di KUA, sehingga bimbingan perkawinan tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif.








