Menu

Mode Gelap

Opini · 17 Feb 2026 10:21 WIB ·

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 2)

Penulis: syafran lubis


 UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 2) Perbesar

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 2)

OLEH : SYAFRAN LUBIS

Doa yang sudah membuming di setiap pernikahan (lanjutan dari tulisan sebelumnya) adalah doa :

“Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ”

Kisah ke empat adalah kisah Nabi Muhammad dan siti khodijah dengan maskawin 20 ekor unta. Khadijah adalah wanita pertama yang dinikahi Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak pernah menikahi wanita lain sampai Khadijah RA meninggal. Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah RA mendapat karunia dua anak laki-laki dan empat anak perempuan.  Anak pertama laki-laki bernama Al-Qasim dan anak kedua bernama Abdullah. Mereka wafat pada saat masih kecil. Adapun, anak perempuan mereka bernama Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum, dan Fathimah. Mereka semua masuk Islam dan ikut hijrah ke Madinah serta menikah.

Nabi Muhammad SAW menikahi Khadijah RA yang berusia 40 tahun, yakni lebih tua dari usia Nabi Muhammad SAW. Beliau menikah dengan Khadijah RA karena dia adalah wanita terhormat dan terpandang di tengah kaumnya. Khadijah RA juga memiliki predikat sebagai wanita suci dan terjaga kehormatannya.

Kisah kelima adalah Kisah cinta salah satu dari sahabat Rasulullah yang fenomenal yaitu kisah cinta antara Sahabat sekaligus menantu Ali bin Abi Thalib dengan Putri bungsu Rasulullah yaitu Fatimah Az-Zahra. Kisah cinta antara Ali bin abi Thalib dengan Fatimah Az-Zahra sangat luar biasa indah, cinta yang selalu terjaga kerahasiaanya dalam sikap, kata maupun ekspresi. Fatimah tumbuh menjadi perempuan cantik, cerdas, dan penuh kasih sayang. Kecantikan Fatimah tidak hanya jasmaninya saja, tapi ruhaninya juga.

Ali bin Abi Thalib diam-diam sudah menyukai Fatimah sejak lama, ia kerap melihat sosok gadis Fatimah dari jauh yang sangat menawan sedang mengobati luka Rasulullah. Saat itu Fatimah dengan sigap dan cepat segera mengobati luka-luka di sekujur tubuh Rasulullah akibat perang.

Begitu juga dengan Fatimah yang diam-diam menyukai sahabat baik ayahandanya itu. Sudah sejak lama mendengar mengenai kebaikan hati Ali bin Abi Thalib, ia sering melihat dari jauh paras rupawan dan kepintaran otak yang Ali bin Abi Thalib miliki.

Mencintai dalam diam, karena pada awalnya Ali tidak berani melamar Fatimah karena ia seorang pemuda miskin, Fatimah sebelumnya telah dilamar oleh Abu Bakar dan Umar keduanya laki laki kaya di tanah arab kala itu, kuat dalam mengikhlaskan, dan yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik. Walaupun Ali bin Abi Thalib tidak memiliki ekonomi yang sempurna, tapi komitmennya sempurna, sehingga Allah mempermudah jalannya untuk menikahi fatimah

Itulah cinta dalam diam, cinta yang selalu berlandaskan oleh ketaatan; yang diutamakan ialah cinta yang besar kepada Allah dan RasulNya. Itulah kisah cinta tentang keberanian, tanggung jawab, komitment, dan keikhlaan sebuah cinta.

Ketika Ali merasa belum siap untuk melangkah lebih jauh dengan Fatimah, maka Ali mencintai Fatimah dalam diam. Karena diam adalah salah satu bukti cinta pada seseorang. Dengan diam berarti memuliakan kesucian diri dan hati sendiri dan orang yang di cintai. Sebab jika diungkapkan tapi belum siap untuk mengikat ikatan suci bisa saja terjerumus dalam maksiat. Biarlah cinta dalam diam menjadi hal yang sangat indah yang bersemayam di sudut hati dan menjadi rahasia antara hati sendiri dan Allah Sang Maha Penguasa Hati. Yakinlah bahwa Allah Maha Mengetahui para hambanya yang menjaga hatinya. Allah juga telah mempersiapkan imbalan bagi para penjaga hati. Imbalan itu tak lain adalah hati yang terjaga.

Makna dari doa diatas mengingatkan pasangan suami istri akan perjuangan dan cinta yang dimiliki oleh tokoh-tokoh dunia, Nabi Adam dan Hawa, Nabi Ibrahim dan Sarah, Nabi Yusuf dan Zulaikha, Nabi Muhammad SAW dan Khadijah Al-Kubra serta Ali dan Fatimah Az Zahra.

Doa ini mengingatkan bahwa hubungan suami istri adalah suci dan mulia, dan bahwa keutamaan dalam rumah tangga haruslah didasarkan pada kecintaan, kepercayaan, dan ketulusan satu sama lain. Keutamaan membaca doa ini terletak pada harapan akan keselamatan dan kebahagiaan dalam pernikahan, serta harapan akan keberkahan dan ridha Allah SWT. Membaca doa ini juga menjadi pengingat bagi pasangan suami istri untuk selalu menjaga hubungan mereka, saling mendukung, dan bersama-sama mengarungi lika-liku kehidupan dengan penuh cinta, kesabaran, dan pengertian.

Nabi Muhammad SAW mengharapkan agar setiap pernikahan umatnya selalu dekat dengan keberkahan dan keridaan Allah SWT. Maka dari itu, beliau menganjurkan umatnya untuk mendoakan pasangan yang baru menikah. Jika pernikahan itu berkah, maka kemudahan akan menyertainya dalam setiap sisi kehidupan yang didasarnya keberkahan selalu identik dengan hal-hal yang baik hingga semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.Adanya keberkahan dalam pernikahan diharapkan akan terbangunnya rumah tangga yang menjadi cahaya yang menerangi pasangan menuju kebaikan. Pernikahan yang barokah diharapkan dapat mencerminkan nilai-nilai Islam dan jauh dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Sebagai doa yang mengandung harapan doa pernikahan diatas menempati posisi yang sangat penting dalam tradisi pernikahan Islam dan menjadi simbol dari ikatan suci antara suami dan istri

jika sekelas para nabi diberi ujian kehilangan oleh Allah shubhanahu wa ta’ala, lalu mereka mampu untuk bersabar. Mengapa kita merasa sombong dengan menganggap Allah tidak adil ketika Dia memberikan ujian-Nya. (Wallohu A’lam)

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Akad Nikah, Janji Suci, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan

16 Februari 2026 - 09:05 WIB

UJIAN DALAM HARAPAN DOA (PART 1)

14 Februari 2026 - 09:48 WIB

Long Distance Akad (LDA)

12 Februari 2026 - 19:15 WIB

Dari Film Her ke Realitas Digital: AI dan Tantangan Perkawinan dalam Perspektif Islam

12 Februari 2026 - 09:36 WIB

Tradisi Mappasikarawa Dipertanyakan, Apakah Masih Relevan di Tengah Lamaran Modern Bugis-Makassar?

11 Februari 2026 - 09:30 WIB

DEWASA MENURUT BERBAGAI DISIPLIN ILMU

11 Februari 2026 - 06:53 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x