Menu

Mode Gelap

Hikmah · 8 Des 2025 17:04 WIB ·

Ekoteologi dan Tanggung Jawab Kita Menjaga Bumi

Penulis: muhammad fahmi


 Ekoteologi dan Tanggung Jawab Kita Menjaga Bumi Perbesar

Akhir akhir ini kita seakan menjadi saksi bagaimana musibah banjir menghantam berbagai daerah di Indonesia. Wilayah ujung Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan daerah lain, menjadi saksi keganasan luapan air yang merendam rumah warga, fasilitas umum, rumah sakit, bahkan rumah ibadah.

Musibah ini tentu merupakan ujian dari Allah bagi hamba-hambaNya, namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor ulah manusia turut memperparah keadaan, terutama kerusakan ekosistem alam seperti hilangnya hutan-hutan yang selama ini berperan sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Dari rangkaian peristiwa tersebut, penulis terdorong untuk kembali meninjau bagaimana Islam memandang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan ekosistem secara berkelanjutan.

Dalam Musnad-nya, Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadis mulia dari Rasulullah ﷺ:
إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ، وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا، فَلْيَغْرِسْهَا
“Jika kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit tanaman kecil, dan ia mampu menanamnya sebelum kiamat itu benar-benar terjadi, maka tanamlah.” (HR. Ahmad)

Hadis ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga dan memelihara kelestarian alam. Islam menegaskan bahwa setiap kebaikan termasuk merawat bumi tetap bernilai besar meskipun hasilnya mungkin tidak sempat kita lihat.

Menanam bibit bahkan di saat akhir kehidupan menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar soal manfaat jangka pendek, tetapi wujud tanggung jawab moral sebagai khalifah di muka bumi. Hadis ini menegaskan bahwa sekecil apa pun usaha untuk merawat alam, memperbaiki kerusakan, dan menjaga keseimbangan lingkungan adalah amal saleh yang harus terus dilakukan kapan pun dan dalam situasi apa pun.

Melalui nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran tersebut, kita dapat memahami bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari kepedulian manusia terhadap keberlangsungan hidup bersama. Kesadaran menjaga hutan, sungai, dan ekosistem merupakan langkah penting untuk mencegah bencana serupa terulang di masa depan.

Pada saat yang sama, marilah kita mendoakan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan berbagai daerah lain yang sedang terdampak banjir agar diberi kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menghadapi situasi sulit ini. Semoga kondisi di wilayah-wilayah tersebut segera pulih dan masyarakatnya kembali dapat beraktivitas dengan tenang.

3.7 3 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 47 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Transmisi Intelektual dan Spiritual: Esensi Majelis Ilmu dalam Maqolah Ketiga Nashaihul ‘Ibad

3 Februari 2026 - 10:57 WIB

Kesakralan Ijab Kabul Dalam Pernikahan

2 Februari 2026 - 10:49 WIB

Gengsi Resepsi Nikah dan Beban Pasangan Muda

2 Februari 2026 - 09:21 WIB

Keseimbangan Transendental dan Humanitas: Bedah Maqolah Kedua dalam Nashaihul ‘Ibad

1 Februari 2026 - 10:43 WIB

Integrasi Kesalehan Ritual dan Sosial: Telaah Maqolah Pertama dalam Kitab Nashaihul ‘Ibad

31 Januari 2026 - 11:29 WIB

NTEGRASI MAQĀṢID AL-SHARĪ’AH DALAM FORMULASI PENCATATAN NIKAH: TRANSFORMASI ADMINISTRASI MENJADI SAKSI ADMINISTRATIF DI INDONESIA

29 Januari 2026 - 17:09 WIB

Trending di Hikmah
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x