JANGAN SALAH MEMILIH PASANGAN (4)
Setiap orang baik laki-laki atau perempuan dalam memilih calon pasangannya, pasti memiliki beberapa pertimbangan yang dijadikan dasar. Karena pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang komitmen, keselarasan, dan kesiapan dalam menjalani kehidupan bersama. Mencari jodoh adalah salah satu fase penting dalam kehidupan seseorang. Oleh karena itu, memilih pasangan hidup yang tepat merupakan keputusan besar yang harus dipertimbangkan dengan matang. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu hubungan, mulai dari kecocokan kepribadian hingga kesamaan nilai, visi dan misi dalam hidup. Memilih pasangan hidup bukan hanya berdasarkan perasaan sesaat, tetapi juga memerlukan pertimbangan yang logis dan rasional. Berikut ini adalah salah satu cara menentukan pasangan hidup yang sesuai dengan syariat Islam:
Nikahilah Wanita Kaya
Islam menganjurkan memilih calon istri dari keluarga kaya yang kelak dapat membantu dan meringankan beban hidup dalam berumah tangga. Lebih banyak orang bersepakat bahwa kekayaan itu sangat penting untuk menopang kehidupan sehari-hari. Tanpa memiliki harta yang cukup, orang tidak bisa membiayai hidupnya. Sehari saja tidak ada beras, karena tidak mampu membeli, maka orang akan kelaparan. Tanpa gizi yang cukup, karena miskin, maka orang akan berpenyakit kurang gizi atau gizi buruk. Tanpa memiliki harta yang cukup, orang juga tidak bisa membangun rumah yang layak, membiayai sekolah anak-anaknya, membeli pakaian, termasuk untuk menjalankan shalat, dan juga tidak bisa bersedekah.
Di tengah tengah masyarakat, orang yang tidak memiliki harta biasanya tidak dihargai dan akan dianggap menjadi beban orang lain. Padahal, hidup yang hanya menjadi beban orang lain juga tidak diangap tepat. Lebih dari itu, orang yang tidak memiliki harta juga tidak akan bisa meringankan beban orang lain, tidak mendapatkan keuntungan dari membayar zakat, tidak bisa menjalankan umrah atau haji. Orang miskin derajadnya dianggap rendah. Miskin identik dengan keasaman. Orang miskin dan bodoh akan dianggap rendah oleh orang lain, apalagi oleh pemeluk agama lain (bukan Islam). Itulah alasannya menjadi kaya dalam agama islam sangat dianjurkan. Walaupun seseorang yang memiliki harta berlimpah, tidak secara otomatis menjadi orang yang paling dihormati, dihargai, dan dianggap sebagai orang yang sukses dalam hidupnya. Kemuliaan dalam menjalani kehidupan ini, menurut pandangan Islam, bukan diukur dari banyak dan atau sedikitnya harta kekayaan yang berhasil dimiliki, melainkan dari ketaqwaan dan ketinggian akhlaknya. Keberadaan harta dalam rumah tangga menjadi penting dan mendatangkan kebahagiaan manakala diberikan atau dibelanjakan secara tepat. Keberadaan harta dalam pernikahan adalah penting, tetapi harta pula bisa menyebabkan kehancuran rumah tangga.
Menjadikan kekayaan calon istri sebagai idaman dalam pernikahan adalah kejahatan tetapi jadikan harta calon istri sebagai kunci rejeki. Allah menjanjikan akan memberikan kecukupan berupa kekayaan kepada orang-orang yang telah berkeluarga. mengarungi bahtera rumah tangga kita diwanti-wanti oleh baginda Nabi saw. untuk selalu menata hati jangan sampai tujuan kita hanya materi dan kemuliaan duniawi karena ujung-ujungnya akan membuat kita kecewa dan menderita. Kita diperintahkan agar supaya membangun rumah tangga dengan niat mencari ridlo Allah Swt agar kita menggapai bahagia dunia hingga akhirat.
Harta memiliki peran krusial dalam pernikahan sebagai penopang kebutuhan pokok (nafkah), mewujudkan kesejahteraan keluarga, serta sarana ibadah. Meskipun bukan satu-satunya sumber kebahagiaan, harta yang sudah ada dan dikelola dengan baik bersama-sama akan menjaga keharmonisan dan mencegah konflik. Harta digunakan untuk membiayai nafkah sehari-hari, sandang, pangan, dan papan. Harta yang dikelola dengan baik dapat digunakan untuk beramal, sedekah, dan menunjang ibadah keluarga. Harta juga berfungsi sebagai ujian ketaatan dan tanggung jawab suami istri dalam pengelolaannya. seorang muslim harus menyadari bahwa harta amanah hanyalah titipan, maka cara pandangnya terhadap kekayaan akan berubah. Harta tidak lagi menjadi tujuan utama pernikahnnya. melainkan sarana untuk menjalankan perintah Allah.
Kesadaran ini mendorong sikap rendah hati dan menjauhkan diri dari kesombongan akibat kepemilikan harta. Harta adalah amanah berkaitan erat dengan konsep tanggung jawab sosial. Harta yang dimiliki seorang muslim tidak boleh berputar hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi harus memberi manfaat bagi orang lain. Inilah yang membedakan pandangan Islam dengan sistem materialisme murni yang menempatkan kepemilikan individu sebagai hak absolut. Pemahaman ini membentuk karakter muslim yang berhati-hati dalam urusan dunia. Ia menyadari bahwa setiap rupiah dari harta amanah akan dimintai pertanggungjawaban, baik dari mana diperoleh maupun ke mana dibelanjakan. Kesadaran inilah yang menjadi fondasi etika ekonomi Islam. Selain nikmat harta juga sebagai ujian dan titipan. Allah SWT menguji hamba-Nya dengan kelapangan maupun kesempitan rezeki untuk melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur. Harta sering kali menjadi ujian yang lebih berat dibandingkan kemiskinan karena berpotensi melalaikan manusia.
Banyak manusia yang lupa diri saat memiliki kekayaan, merasa tidak lagi membutuhkan pertolongan Allah. Padahal, sikap seperti ini dapat menghapus nilai keberkahan dari harta amanah itu sendiri. Sementara kekurangan harta juga merupakan ujian. Islam mengajarkan bahwa ukuran ke sakinahan mawaddah warohmah bukan terletak pada banyaknya harta, melainkan pada ketakwaan. Pemanfataan harta untuk hal-hal yang diridhai Allah. Aspek penting lainnya dalam mengelola harta amanah adalah menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Islam mendorong penggunaan harta amanah untuk kemaslahatan umat. Investasi dalam pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial merupakan bentuk nyata pemanfaatan harta yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, harta tidak hanya dinikmati secara pribadi, tetapi juga memberi dampak luas. Penyalahgunaan harta termasuk bentuk pengkhianatan.
Harta adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan rumah tangga. Harta bukan musuh, tetapi alat yang dapat mengantarkan pada kebaikan atau keburukan, tergantung bagaimana harta itu dijaga. Dengan memahami bahwa harta adalah titipan dan ujian, seorang muslim akan lebih bijak dalam bersikap dalam mengambil kepeutusan dalam memilih calon istri yang punya harta . Menjaga harta berarti menjaga hubungan dengan Allah dan menjaga hubungan dangan keluarga. Ketika harta dikelola sesuai perintah agama, maka keberkahan akan dirasakan tidak hanya oleh keluarga itu sendiri, tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya. Inilah tujuan dari menikahi seorang wanita yang punya banyak harta. Pilihan menikahi wanita yang banyak harat adalah salah satu pertimbangan dalam mencari pasangan, Pertama, seorang laki-laki boleh memilih seorang wanita yang akan menjadi istrinya kelak dari banyaknya harta yang ia miliki. Tidak dapat dipungkiri, harta memang salah satu aspek yang penting dalam menunjang keberhasilan kehidupan rumah tangga. (Wallohu A’lam).








