Menu

Mode Gelap

Hikmah · 10 Apr 2026 19:58 WIB ·

THANK YOU, SAYANG UNTUK HARI INI

Penulis: syafran lubis


 THANK YOU, SAYANG UNTUK HARI INI Perbesar

THANK YOU, SAYANG UNTUK HARI INI

“Keharmonisan rumah tangga dalam Islam dibangun di atas fondasi kasih sayang dan rahmat (mawaddah wa rohmah). “ penghulu sribhawono memulai nasehatnya saat jadi petugas pemeriksa pernikahan di desa sripendowo “Salah satu pilar utama rumah tangga adalah sikap saling menghargai dan berterima kasih atas peran masing-masing, yang suami jadilah suami dan istri jadilah istri. “ lanjutnya

“Meskipun suami dan istri memiliki tugas yang berbeda, keduanya adalah mitra dalam ibadah yang harus saling mengapresiasi pengorbanan pasangannya, bukan pimpinan dan bawahan, bukan juga bos dengan anak buah. Seorang suami harus bersyukur atas ketulusan istrinya, dan seorang istri harus menghargai kerja keras suaminya, maka denan itu akan menciptakan sirkulasi kebaikan yang tak terputus” pak penghulu menjeda “Namun secara khusus, seringkali peran suami yang bekerja di balik layar luput dari ucapan terima kasih yang semestinya di ucapkan istri. Dalam kehidupan sehari-hari, suami menjalankan berbagai tanggung jawab, seperti bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membantu pekerjaan rumah, dan memberikan perhatian kepada istri. Ungkapan terima kasih dari seorang istri atas peran tersebut semestinya di dapatkan suami agar menumbuhkan semangat dan menghadirkan rasa dihargai”

“Agama Islam” lanjut penghulu kelahiran madina itu  “menempatkan sikap saling menghargai dan mengapresiasi pasangan sebagai bagian dari etika rumah tangga, Islam mengajarkan bahwa syukur kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari syukur kepada sesama manusia. Prinsip ini berlaku dalam seluruh relasi hubungan social apalagi hubungan rumah tangga, hubungan suami istri. Sabda Rasulullah SAW :

 لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidaklah bersyukur kepada Allah, orang yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada manusia.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)”.

“Kebaikan yang dilakukan suami kepada istri pada hakikatnya merupakan nikmat Allah yang disampaikan melalui perantara suami” sambung ayah dari tiga orang anak itu, “Oleh karena itu, mensyukuri suami sejatinya merupakan bentuk syukur kepada Allah. Sikap bersyukur kepada suami berpengaruh langsung terhadap kualitas iman seorang istri. Semakin kuat rasa terima kasihnya, semakin bertambah imannya. Istri yang terbiasa bersyukur akan memiliki ketenangan batin, kelapangan hati, dan kekuatan spiritual. Kondisi ini berkontribusi pada terciptanya rumah tangga yang harmonis karena diwarnai pengakuan dan penghargaan”. Lanjutnya  “dalam Syarah Shahih al-Bukhari, Ibnu Bathal menuliskan:

   وشكر نعمة الزوج هو من باب شكر نعمة الله، لأن كل نعمة فضل بها العشير أهله، فهى من نعمة الله أجراها على يديه….ودل ذلك أن إيمانهن يزيد بشكرهن العشير وبأفعل البر كلها

Artinya, “Mensyukuri kebaikan suami termasuk bagian dari mensyukuri nikmat Allah. Setiap nikmat yang Allah berikan kepada seorang istri melalui suaminya berasal dari nikmat Allah yang Dia alirkan lewat tangan suami…Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa iman seorang istri bertambah dengan mensyukuri suaminya dan dengan melakukan semua bentuk kebaikan.” (Ibnu Bathal, Syarah Shahih Bukhori, Riyadh, Maktabah ar-Rasyid)

Praktik berterima kasih kepada suami dapat dilakukan dengan cara sederhana, umpamanya ketika suami pulang dari bekerja dalam keadaan lelah, istri dapat menyambutnya dengan ucapan terima kasih atas usaha yang telah dilakukan. Kata kata seperti “Terima kasih sudah bekerja hari ini” atau “thank you, sayang untuk hari ini “ memiliki dampak besar dalam membangun rasa dihargai. Saat suami memberikan nafkah, meskipun jumlahnya terbatas, istri tetap dapat mengungkapkan rasa terima kasih dengan tulus. Ketika suami belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan atau keinginan, istri tetap dapat menghargai niat dan usaha yang telah dilakukannya”. Laki laki kelahiran mandailing ini menjeda, “Sikap ini mencerminkan kedewasaan spiritual dan emosional. Dalam menjalani aktivitas rumah tangga, ucapan terima kasih sangat penting ketika suami terlibat dalam pekerjaan rumah. Saat suami membantu mengangkat barang berat, memperbaiki kran bocor, mengasah pisauyang sudah tumpul, atau mengantar anak ke sekolah dan lain lain, penghargaan verbal menunjukkan bahwa peran tersebut bukanlah dianggap remeh. Sikap ini memperkuat ikatan rasa emosional dalam rumah tangga”, lanjut pak penghulu

“Sebaliknya, agama kita memberikan peringatan keras terhadap kebiasaan mengingkari kebaikan pasangan (suami).

   إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ، أَوْ أُرِيتُ الْجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا، وَرَأَيْتُ النَّارَ، فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ، وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: (بِكُفْرِهِنَّ). قِيلَ: يَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Aku melihat surga, atau aku diperlihatkan surga. Aku mengambil dari dalamnya setandan anggur. Jika aku mengambilnya, niscaya kalian akan memakannya selama dunia masih ada. Aku juga melihat neraka. Aku tidak pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan daripada hari ini. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah perempuan. Para sahabat bertanya: ‘Mengapa wahai Rasulullah’. Beliau menjawab: ‘karena kekufuran mereka’. Beliau ditanya lagi: ‘apakah mereka kufur kepada Allah’. Beliau menjawab: ‘mereka kufur kepada suami dan kufur terhadap kebaikan. Jika kamu berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, lalu ia melihat satu kesalahan darimu, ia berkata: ‘aku tidak pernah melihat kebaikan darimu sama sekali.’” (HR. Al-Bukhari).

“Begitu Rasul menggambarkan sikap keluarga yang tidak saling menghargai. Hadits ini mengkritik sikap yang menghapus seluruh kebaikan besar hanya karena satu kesalahan kecil. Ini sering muncul dalam kehidupan sehari hari saat emosi tidak terkendali. Satu kesalahan atau kekeliruan suami dijadikan alasan untuk menafikan seluruh pengorbanan yang telah dilakukan sebelumnya. Semut ditengah lautan lebih jelas dari pada gajah di pelupuk mata” kata pak penghulu mengambil contoh pribahasa “

Setelah dari tadi pak penghulu mengarahkan semua peluru nasehatnya kepada istri sekarang ia mengarahkannya kepada suami “Penting untuk diingat bahwa etika bersyukur ini tidaklah bersifat searah. Sebagaimana istri diperintahkan untuk mengakui jasa jasa suami, suami pun memiliki kewajiban moral untuk senantiasa mengapresiasi segala bentuk pengabdian istri di dalam rumah tangga. Al-Qur’an memerintahkan:

   وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا ۝١٩

“Pergaulilah mereka dengan cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak di dalamnya.” (QS. An-Nisa’: 19)

Ketika kedua pasangan berlomba untuk saling berterima kasih dan tidak saling meremehkan, keberkahan Allah akan turun menyelimuti keluarga tersebut. Setiap ucapan terima kasih yang disampaikan dengan tulus akan menumbuhkan keharmonisan dalam rumah tangga.” Tutupnya

Wallahu a’lam.

0 0 votes
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Kepercayaan Parsial: Antara Takdir Kematian dan Pembatalan Pernikahan

10 April 2026 - 15:04 WIB

JATUH, TIDAK JATUH

8 April 2026 - 07:45 WIB

PENCATATAN TAJDID NIKAH PART 3

7 April 2026 - 05:16 WIB

ANAK PUNK

5 April 2026 - 21:02 WIB

MENIKAHI SEPUPU

3 April 2026 - 20:52 WIB

THREE IN ONE

2 April 2026 - 13:19 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x