KELUARGA HARMONIS
(Tenang)
OLEH: SYAFRAN LUBIS
Nilai kekeluargaan sangat dijunjung tinggi. Konsep seperti kebersamaan, rasa hormat kepada pasangan, dan kebersamaan sudah menjadi bagian dari keluarga harmonis. Namun, tidak semua keluarga yang memegang nilai nilai ini secara otomatis selaras. Kadang-kadang nilai nilai itu justru hanya dijalankan secara formalitas tanpa keterlibatan emosional yang nyata. Keluarga yang tampak baik mungkin selalu hadir lengkap saat acara keluarga atau terlihat sopan di depan umum. Tapi keluarga yang benar benar harmonis punya kedekatan yang terasa dalam interaksi sehari hari di meja makan, saat perjalanan bersama, atau bahkan di tengah rutinitas yang padat. Perbedaan utamanya terletak pada kedalaman hubungan, bukan sekedar tampilan luar. Salah satu cara untuk mendapatkan kedalaman hubungan atau keluarga harminis dalam keluarga adalah
Bersikap Tenang
Banyak orang pernah mengalami sulitnya kehidupan keluarga yang terkadang terasa sangat menyakitkan. Namun, kita mampu mengatasi berbagai problem dan hidup rukun bersama anggota keluarga dengan berbagai cara. Jangan menyia nyiakan waktu yang sangat berharga dengan bersikap negatif kepada orang-orang terdekat. Pendekatan dan ucapan Anda kepada mereka bisa membawa perubahan besar di dalam keluarga. Berusahalah memahami apa yang sedang terjadi. Mungkin Anda sedang mengalami gangguan kesehatan atau masalah pribadi yang tidak ingin diketahui orang lain. Mungkin juga Anda sedang berduka karena kepergian orang terkasih. Pertimbangkan hal-hal yang sedang Anda alami supaya problem lebih mudah diatasi. Saat kita menyadari bahwa pemicu masalah adalah rasa khawatir karena memikirkan seandainya ia harus menghidupi pasangan sementara kita belum siap memberikan dukungan finansial. Jangan membuat asumsi tentang apa yang pasangan pikirkan. Ajaklah pasangan berbicara untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ia pikirkan. Jangan menggosipkan anggota keluarga sebab akan bermasalah kalau ia mengetahuinya. Berfokuslah menyelesaikan masalah kita, alih alih terfokus memikirkan apa yang sedang terjadi. Diskusikan masalah dengan pasangan yang siap sedia mendengarkan kita bercerita dan membantu mencarikan solusi sebab pasangan bisa memberi tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mungkin kita sering mendapatkan pesan di WA kemudian kita teruskan ke group atau ke orang lain tanpa re-check kebenaran dari isi pesan WA itu dan juga tanpa berpikir dampak tulisan itu bagi orang lain. Bisa jadi tenyata pesan yang kita teruskan adalah pesan hoax ataupun fitnah kepada orang lain. Sehingga akan mengakibatkan merendahan kehormatan orang lain. Dosa kita akan terus bertambah jika pesan yang kita teruskan direpost orang lain juga. Sungguh merugi kita jika mempunyai dosa jariyah hanya karena ketergesaan kita untuk meneruskan pesan hoax yang datang ke kita. Banyak dampak buruk yang dihasilkan dari sikap ketergesaan. Karena memang ketergesaan adalah datangnya dari syetan dan ketenangan datang dari sifat tenang dan tidak tergesa-gesa. Seberat apapun situasi yang sedang dihadapi, tergesa gesa, emosi bukanlah cara yang baik untuk mengahadapinya. Sebaiknya suami atau istri bersikap tenang ketika menghadapi konflik yang ada. Lakukan cara bersikap tenang dan cara membuat hati ikhlas karena permasalahan tidak akan selesai jika kita terburu buru dalam mengambil keputusan. Ketenangan akan membantu kita untuk berpikir jernih untuk melakukan cara mengambil keputusan yang tepat. (Wallohu ‘Alam)








