MERUBAH DHAMIR (KATA GANTI) PADA KALIMAT: ALLAHUMMAGHFIR LAHU
Doa Dalam Shalat Jenazah.
Rasulullah Saw mengajarkan doa dalam shalat jenazah,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُ لَهُ وَوَ سِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرً ا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
“Ya Allah, ampunilah ia, rahmatilah ia, berikanlah kebaikan kepadanya, maafkanlah ia, muliakanlah tempat turunnya, lapangkanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air, salju dan yang menyejukkan. Sucikanlah ia dari dosa-dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Gantilah negeri yang lebih baik dari negerinya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya, masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari azab kubur”, atau “dari azab neraka”. (HR. Muslim).
Ada sebagian orang yang berpendapat, kata ganti dalam doa ini tidak boleh diganti. Berikut ini pendapat para ulama:
Ulama Mazhab Syafi’i:
(قوله: ويينث الضمائر في الانثى) كأن يقول: اللهم اغفر لها وارحمها إلخ، اللهم اجعلها فرطا لابويها. إلخ.
(Kalimat: di-mu’annats-kan [dalam bentuk kalimat feminin] jika mayat itu perempuan). Misalnya dengan mengucapkan: Allahummaghfir laha warhamha dan seterusnya. Allahummaj’alha farathan li abawaiha dan seterusnya[160] .
Pendapat Syekh Ibnu ‘Utsaimin:
وإذا كان رجل وامرأة دعا لهما بصيغة التثنية فيقول: اللهم اغفر لهما، وكذلك إذا كانا رجلين يقول: اللهم اغفر لهما، وكذلك إذا كانا انثيين يقول: اللهم اغفر لهما، أما إذا كانوا جماعة نساء يقول: اللهم اغفر لهن، جماعة ذكور يقول: اللهم اغفر لهم، ذكور وإناث يقول: اللهم اغفر لهم، فيفصل ضمير الذكور على ضمير الإناث
Jika laki-laki dan perempuan, didoakan dalam bentuk kalimat mutsanna: Allahummaghfir lahuma. Demikian juga jika dua orang laki-laki, diucapkan: Allahummaghfir lahuma. Demikian juga jika dua orang, diucapkan: Allahummaghfir lahuma.
Adapun jika beberapa orang perempuan, maka diucapkan:
Allahummaghfir lahunna.
Beberapa orang laki-laki, diucapkan:
Allahummaghfir lahum.
Beberapa orang laki-laki dan perempuan:
Allahummaghfir lahum.
Dibedakan antara kata ganti untuk laki-laki dan untuk perempuan[161] .
Pendapat Syekh Abdul Aziz bin Baz:
وإذا كان الميت امرأة يقال : ” اللهم اغفر لها . . إلخ ” وإذا كانت الجنائز اثنتين يقال : ” اللهم اغفر لهما ” وبالجمع إن كانت أكثر .
Jika mayat perempuan, maka diucapkan: Allahummaghfir laha dst.
Jika dua mayat, maka diucapkan: allahummaghfir lahuma.
Dalam bentuk jamak jika lebih banyak dari itu[162] .
يدعى للأموات جميعا ذكورا كانوا أم إناثا ، أو ذكورا وإناثا بقوله: اللهم اغفر لهم وارحمهم… إلى آخره ، وإن كانوا اثنين: اللهم اغفر لهما وارحمهما… إلى آخر الدعاء.
Semua mayat-mayat didoakan, apakah laki-laki saja atau perempuan saja atau laki-laki dan perempuan dengan ucapan: allahummaghfir lahum warhamhum … dst. Jika dua mayat: allahummaghfir lahuma warhamhuma … hingga akhir doa[163] .
____________
[160] Imam Abu Bakar bin as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi, Hasyiyah I’anat ath-Thalibin ‘ala Hall Alfazh Fath al-Mu’in li Syarh Qurrat al-‘Ain bi Muhimmat ad-Din, juz. II (Beirut: Dar al-Fikr), hal.146.
[161] Syekh Ibnu ‘Utsaimin, Liqa’ al-Bab al-Maftuh, juz.XXIV, hal.149.
[162] Syekh Ibnu Baz, Majmu’ Fatawa Ibn Baz, juz.III, hal.298.
[163] Ibid., juz.XIII, hal.145.








