Menu

Mode Gelap

Opini · 4 Jul 2026 15:17 WIB ·

Menjaga Keberkahan Rezeki: Bijak Membelanjakan Harta dalam Rumah Tangga

Penulis: Mahbub Fauzie


 Menjaga Keberkahan Rezeki: Bijak Membelanjakan Harta dalam Rumah Tangga Perbesar

Catatan Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd.
Penghulu Ahli Madya / Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah
Salah Satu Fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin)

Setelah memahami pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga, hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana membelanjakan rezeki dengan penuh kebijaksanaan. Baca: https://pustakapenghulu.apripusat.or.id/mengelola-keuangan-keluarga-bekal-penting-menuju-rumah-tangga-yang-sakinah/

Sebab, keberhasilan sebuah keluarga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh penghasilan, tetapi juga oleh kemampuan mengendalikan diri ketika menggunakan harta.

Di era digital, godaan untuk berbelanja hadir hampir setiap saat. Berbagai promosi, potongan harga, kemudahan pembayaran, hingga layanan pay later membuat seseorang dapat membeli barang hanya dalam hitungan menit. Kemudahan ini tentu membawa manfaat, tetapi juga menuntut kedewasaan dalam bersikap.

Karena itu, salah satu modal penting dalam kehidupan rumah tangga adalah kesabaran. Bersabar untuk tidak selalu mengikuti keinginan. Bersabar untuk tidak mudah tergoda oleh berbagai tawaran yang sebenarnya belum diperlukan. Tidak semua yang menarik harus dimiliki, dan tidak semua yang mampu dibeli harus segera dibeli.

Dalam Islam, harta bukan sekadar alat untuk memenuhi keinginan, tetapi amanah yang kelak dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, setiap pengeluaran sepatutnya memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat bagi keluarga.

Salah satu prinsip yang patut dibiasakan adalah tepat beli, tepat guna, dan tepat manfaat. Tepat beli berarti membeli sesuatu karena memang dibutuhkan, bukan sekadar karena murah atau sedang populer. Tepat guna berarti barang tersebut benar-benar digunakan secara optimal, bukan hanya menjadi pajangan atau akhirnya terlupakan. Tepat manfaat berarti apa yang dibeli membawa nilai bagi kehidupan keluarga, bukan sekadar kepuasan sesaat.

Kebiasaan sederhana ini akan membantu keluarga terhindar dari pemborosan yang sering tidak disadari. Sedikit demi sedikit, pengeluaran yang tidak perlu dapat dikurangi sehingga tersedia ruang untuk menabung, menyiapkan dana darurat, memenuhi kebutuhan pendidikan anak, atau berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Di sisi lain, setiap keluarga juga perlu berhati-hati terhadap utang konsumtif. Kemudahan memperoleh pinjaman jangan sampai membuat keluarga terbiasa memenuhi keinginan dengan cara berutang. Cicilan yang terus bertambah sering kali mengurangi ketenangan, membatasi ruang gerak keuangan, bahkan berpotensi memicu perselisihan dalam rumah tangga. Karena itu, utang hendaknya dipandang sebagai pilihan yang benar-benar dipertimbangkan secara matang, bukan solusi bagi gaya hidup.

Tujuan mengelola rezeki bukanlah sekadar memiliki lebih banyak harta, tetapi menghadirkan keberkahan dalam kehidupan keluarga. Rezeki yang dikelola dengan penuh tanggung jawab akan melahirkan rasa cukup (qanā’ah), ketenteraman hati, dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Semoga setiap keluarga senantiasa diberikan kebijaksanaan dalam membelanjakan rezeki, kesabaran dalam menahan keinginan, serta kemampuan menjadikan setiap harta yang Allah titipkan sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan dunia maupun akhirat. Aamiin.[]

5 1 vote
Article Rating
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
Lihat seluruh komentar
Baca Lainnya

Pentingnya Literasi Keuangan Keluarga

4 Juli 2026 - 15:13 WIB

Strategi dan Dinamika Proses Review serta Revisi Karya Ilmiah: Tantangan Budaya Publikasi Penghulu

3 Juli 2026 - 16:41 WIB

NASIHAT KH. MAIMUN ZUBAIR ( ULAMA DARI REMBANG ) BUAT ASN KEMENTERIAN AGAMA

2 Juli 2026 - 13:41 WIB

Tanggungjawab Amanah

Pemeriksaan Wali: Menjaga Kesucian Akad, Menjamin Kepastian Hukum

2 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pernikahan Bukan Sekadar Sah, tetapi Siap Menjalani Amanah

1 Juli 2026 - 17:16 WIB

Waktu Tak Bisa Terulang

1 Juli 2026 - 13:31 WIB

Trending di Opini
0
Ada ide atau tanggapan? Share di kolom komentar!x
()
x