
Salah satu visi kementerian Agama “Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.” Itu ada visi yang diemban ASN Kementerian Agama baik tugas Jabatan Fungsional seperti Penghulu, Penyuluh atau yang lainnya juga Pelaksana seperti Administrasi, pengelola dan lainnya utama jabatan suktrural seperti Kepala KUA, KASI, Kepala Kementerian Agama dan lainnya.
Bahkan kelebihan Kementerian Agama dibandingkan dengan Kementerian lain adalah Keagamaan menjunjung tinggi akhlak/ prilaku bahkan ada firman “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 110) diperkuat dengan Hadits Nabi “Artinya
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (orang lain).”Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Qadha’i dalam Musnad Asy-Syihab dan Imam Al-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Ausath. Hadits ini dinilai memiliki derajat Hasan/Shahih karena jalurnya yang saling menguatkan (Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 3289).
Dalam sebuat tulisan ini saya mengajak sebuat Nasihat dalam bahasa jawa Wejangan seorang Ulama yang terkenal di kota Rembang adalah KH. Maimun Zubair ( Mbah Maimun ), beliu menyampaikan nasihat/ wejangan yang sesuai dengan tugas kita sebagai ASN Kementerian Agama :
- Jangan Cari Kesalahan orang, Kita hidup didunia tidak terlepas nama kesalahan pepatah mengatakan “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.”Artinya: Kesalahan orang lain, sekecil apa pun, sangat mudah dilihat dan dibesar-besarkan. Sebaliknya, kesalahan sendiri yang sangat besar justru tidak disadari atau pura-pura tidak dilihat, sering kali kita dengan muda menjalahkan orang sengaja atau tidak sengaja tampa bukti.
- Jangan menghina orang/ merendahkan, kita diciptakan Allah SWT dengan sebagus rupa bila dibandingan dengan ciptaan Allah lain beda seperti hewan, tumbuhan, dalam QS ; Surat Al-Hujurat ayat 11. “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok); dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
- Jangan Saiki hati orang lain, ada sebuah ungkapan “Luka di tangan karena pisau, luka di hati karena lidah.” Artinya: Luka fisik akibat benda tajam sangat mudah sembuh, tetapi luka hati akibat kata-kata yang menyakitkan atau hinaan sangat sulit untuk dilupakan, ibarat kalau kulit kita yang kena pisau mungkin beberapa hari akan kering tapi hati yang disakiti tidak sembuh bahkan dibawa mati.
- Jangan bangga dengan amal ibadah kita, salah satu amalan yang membuat kita riya adalah selalu bangga dengan amal kita apalagi dijaman sekarang ini memasang status di WA biar orang lain itu lihat padahal dalam hadits “Sesungguhnya yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Riya (pamer).” (HR. Ahmad, 5: 428. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini shahih).
Menurut Nasihat/ wejangan Kh. Maimun Zubair, kita tidak boleh melaksanakan seperti diatas cari kesalahan orang, menghina, menyakiti hati orang dan bangga dengan diri sendiri itu dilakukan mungkin diintansi kerja kita, apalagi kita berkerja di Kementerian Agama yang menjunjung Akhlak karimah, diharapkan kita menpunyai sifat mulia tidak menjelekan orang, kita menjadi pimpinan/ kepala kantor tidak boleh sewenang-wenang atau semaunya sendiri terhadap bawaan.








