JANGAN SALAH PILIH PASANGAN (11)
(Pasangan yang Harus Dihindari)
Dari dahulu sampai zaman sekarang, makin banyak yang sadar kalau hubungan bukan cuma soal cinta dan kangen-kangenan. Apalagi kalau kita punya mimpi membangun keluarga yang sehat dan tidak mau mengulang pola toxic, keadaan seperti yang pernah kamu lihat atau mungkin kamu alami. Memilih pasangan tidak bisa cuma pakai perasaan. Kita harus menggunakan akal sehat dan juga kesadaran, dan punya pertimbangan yang pas. Kalau tidak kita akan menyesalinya seumur hidup, kalau tidak ingin terjebak dalam keadaan seperti ini maka beberapa sifat sifat wanita yang menjadi perhatian kita untuk dihindari salah satunya adalah .
Jangan Nikahi Wanita Asy Syaddaqah.
Asy Syaddaqah adalah tipe wanita yang suka nyinyir dan banyak bicara. Hampir setiap hal dikomentari dan komentarnya bukanlah komentar yang bermanfaat. Ada hal yang wajar saja atau fositif dikomentari, Syaddaqah, adalah wanita yang banyak bicara alias cerewet.
Dalam Islam, istri cerewet seringkali dipandang sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, atau cara melepas penat. Meskipun melelahkan, suami dianjurkan bersabar dan menganggapnya sebagai ujian yang mendatangkan pahala. Namun, jika cerewet berubah menjadi kasar atau tidak menghormati, suami perlu membimbingnya dengan bijak. Cerewet sering kali merupakan naluri wanita untuk menyampaikan perasaan atau bentuk kepedulian mendalam terhadap detail rumah tangga. Suami disarankan untuk menjadi pendengar yang baik, tidak langsung mendebat, dan bersabar.Cerewet diperbolehkan, tetapi jangan sampai merendahkan suami, berkata kasar, atau melampaui batas, karena suami adalah imam dalam rumah tangga.
Kesuksesan seorang istri itu hanya ada dua. Seorang istri belum dikatakan sukses saat ia menjadi manajer, pebisnis sukses, profesor, menteri sekalipun tapi suksesnya seorang istri itu pertama adalah mendapatkan ridho suami, kedua berhasil menjadikan anak-anaknya bermanfaat bagi agama Allah dan orang lain.
Salah satu sosok Ibu yang sukses adalah Ibundanya Imam Bukhari. Doa seorang ibu itu sangat mustajab. Imam Bukhari waktu kecil buta tetapi berkat doa ibu di waktu-waktu mustajab menjadikan Allah menyembuhkan mata anaknya sehingga bisa melihat. Lalu Allah memberikan rahmat-Nya dan menjadikan Imam Bukhari mulia dengan kitabnya yang paling shahih setelah Al Quran yakni kitab Shohih Bukhari. Itulah salah satu dahsyatnya cerewetnya seorang ibu (istri) yang tak jemu-jemu mendoakan anaknya hingga sukses.
Seorang wanita itu mampu berbicara dalam sehari sebanyak sekitar 24.000-48.000 kosa kata sedangkan seorang laki-laki hanya sekitar 5.000 – 7.000 kosa kata. Jadi, seorang wanita itu memang diciptakan untuk banyak bicara (cerewet). Cerewetnya seorang wanita adalah agar lebih banyak memberikan kecerdasan linguistik untuk anak-anaknya. Kelebihan wanita yang cerewet itu bukan digunakan untuk menggunjing orang lain, ghibah, gossip (ngrasani) tetapi untuk memberikan kecerdasan linguistik kepada anak-anaknya.
Seorang laki-laki hendak mengadukan masalah rumah tangga kepada umar bin khottob, iapun menemui Amirul Mukminin radhiyallahu ‘anhu. istrinya cerewet dan banyak bicara tidak bisa ia tahan lagi, Ia ingin mendapatkan tips atau saran dari sang kholifah. Apapun solusi dari Umar bin Khattab, ia akan berusaha melaksanakannya. Sesampainya ia di depan rumah amiril mukminin, ia pun mengetuk pintu. Baru saja ia mau mengetuknya terdengar dialog dari dalam rumah Umar, istri sang kholifah sedang bicara banyak kepada khulafaur rasyidin kedua tersebut. Sebagian perkataan istri Umar, menurutnya, tergolong pedas. Lelaki itu terkejut. Mengetahui respon Umar jauh dari perkiraannya. Umar tidak meladeni kata-kata istrinya dengan kata-kata serupa. Umar diam dan hanya menjawab beberapa kata dengan lembut. Umar tidak mempermasalahkan kata-kata istrinya itu.
Lelaki itu balik kanan dan tak jadi bertamu. Ia mengurungkan niatnya untuk mengadukan masalah istrinya yang cerewet. “umar saja diam dan tak mempermasalahkan cerewetan istrinya, mengapa aku perlu mengadukan masalahku” bathinnya. Ia melangkah pulang, tiba tiba “Hai, apa keperluanmu?” suara Umar menghentikan langkahnya, Laki laki itupun menyampaikan maksud kedatangannya, “Wahai saudaraku, aku rela bersabar menghadapinya (istri) lantaran hak-haknya yang menjadi kewajibanku. Dialah yang memasak makananku, dialah yang menyusui anakku, dengan adanya dia hatiku menjadi damai, beroleh sakinah di dalam rumah,” lanjut Umar. Tetapi jika cerewetnya seorang wanita membuat suami tidak tenang tidak mendapatkan sakinah dalam rumah tanggnya maka hubungan ini perlu diperhitungkan kembali.
Jika cerewetnya istri mengalahkan atau tak sebanding dengan kebaikan-kebaikannya. Istri yang melampaui batas. sudah sampai taraf menghina suami atau tidak hormat pada suami. Wanita dengan sifat dan perilaku tersebut tidak layak untuk dipilih sebagai pasangan hidup dan kurang mendukung dalam terciptanya kehidupan rumah tangga yang bahagia. (Wallohu A’lam)








