KELUARGA HARMONIS
(Jujur dan Terbuka)
OLEH: SYAFRAN LUBIS
Setiap orang tentu ingin mempunyai keluarga yang harmonis. Keluarga yang saling membersamai, selalu ada dalam suka dan duka adalah potret keluarga bahagia yang diimpikan banyak orang. Untuk membangun keluarga yang harmonis bukanlah perkara mudah, karena membutuhkan usaha tidak hanya satu orang melainkan seluruh anggota keluarga. Salah satu langkah dan cara membangun keluarga harmonis yang bisa dilakukan adalah
Jujur dan Terbuka
Jujur berarti tidak berdusta ketika berbicara. Namun, bila ditelaah lebih lanjut, makna kejujuran dapat lebih kompleks dan mendalam. Orang yang jujur dapat diandalkan untuk tidak berdusta, menipu, atau mencuri. Jika dia mengatakan suka pada kita, kita paham bahwa dia benar-benar menyukai kita, bukan hanya karena untuk mendapatkan sesuatu atau sekadar berpura-pura. Jika seseorang tampak ramah, kejujuran berarti dia benar-benar ramah, memang karena ia ingin menjadi teman, bukan untuk alasan tersembunyi lainnya. Dengan kejujuran kita dapat memercayai segala hal seperti yang ditampilkan. Kejujuran menyampaikan suatu kebenaran bahkan ketika dengan mengakui kebenaran tertentu bisa membuat seseorang kecewa. Kejujuran berarti tidak melebih-lebihkan sesuatu hanya untuk membuat orang lain terkesan. Kita menepati apa yang kita katakan akan kita lakukan. Tindakan kita sesuai dengan kata-kata kita. Hal ini sering disebut juga dengan istilah integritas.
Kejujuran adalah landasan dari kepercayaan yang akan menentukan hubungan seseorang dengan orang lain. Jadi, ketika seseorang berdusta, menipu, atau mencuri, orang di sekelilingnya tidak bisa percaya padanya. Pepatah ”Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”, banyak terbukti dalam kehidupan kita. Jika seseorang mengarang cerita untuk menutupi kesalahannya, sulit baginya untuk memperbaiki kesalahan itu, lalu ia akan merasa buruk dan makin buruk tentang dirinya. Kadangkala orang tidak jujur terhadap diri mereka sendiri. Mereka mencoba berpura-pura bahwa tidak terjadi apa-apa bahkan ketika suatu hal benar-benar terjadi, seperti menyakiti perasaan seseorang. Ketika seseorang tidak jujur terhadap dirinya sendiri tentang sesuatu, dia biasanya juga tidak jujur dengan orang lain.
Kejujuran menjaga kita dari perilaku menipu atau membodohi orang lain hanya untuk memperoleh sesuatu yang kita inginkan. Kejujuran juga membantu untuk tidak membodohi diri sendiri. Bila jujur dengan diri sendiri, kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Bila kita jujur terhadap orang lain, mereka tahu bahwa mereka dapat memercayai kita. Banyak cara untuk menanamkan nilai jujur dalam keluarga. Bagi anak yang masih sangat kecil, yang belum dapat membedakan fantasi dan kenyataan, orang tua bisa mendongeng atau membacakan cerita mengenai perilaku-perilaku binatang yang menyiratkan kejujuran atau kebenaran. Untuk anak yang lebih besar, bisa dengan permainan, menonton film, diberi bacaan buku-buku, dan kemudian mendiskusikannya bersama orangtua. Anak dapat berkomentar atau mengeritik suatu kejadian sehingga mereka paham benar bagaimana kejujuran dan kebenaran dapat terjadi dalam kehidupan nyata.
Hal terpenting adalah orangtua perlu menyampaikan dan mencontohkan berbagai perilaku yang menunjukkan kejujuran dan integritas secara jelas sehingga anak dapat mengambil patokan dalam menilai perilaku yang baik dan yang buruk. Ketika melakukan sesuatu, berikan upaya terbaik kita dan tidak berpura-pura tampil lebih baik. Jika kita sebagai orang tua melakukan kesalahan pada anak, akuilah. Ini adalah cara terbaik untuk memperbaiki keadaan. Jujurlah dengan diri sendiri, dan kita akan selalu bisa jujur dengan orang lain.
Dalam Islam, jujur adalah ciri khas orang beriman. Tidak jujur merupakan akhlak yang buruk dan memiliki dampak negatif bagi orang itu sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Dampak negatif yang bisa terjadi jika seseorang tidak jujur adalah kehilangan kepercayaan. Ketika seseorang terbukti tidak jujur, orang lain akan menjadi ragu-ragu dan skeptis terhadap setiap pernyataan dan tindakan yang dilakukannya. Orang yang berbohong suatu saat akan ketahuan. Akibatnya, orang-orang tidak mau lagi menaruh kepercayaan kepadanya. Kehilangan kepercayaan ini dapat menyebabkan hubungan menjadi renggang dan sulit untuk dipulihkan. Kepercayaan adalah dasar dari sebuah hubungan yang sehat dan kuat, sementara ketidakjujuran dapat merusak dasar ini. Jika seseorang terus-menerus tidak jujur, reputasinya dapat menjadi buruk di mata orang lain. Reputasi yang buruk dapat membuat seseorang kesulitan dalam bergaul, mencari pekerjaan, atau dalam menemukan mitra kerja.
Orang yang tidak jujur sering kali dianggap tidak dapat diandalkan, sehingga orang lain mungkin enggan untuk bekerja sama atau memiliki hubungan dekat dengan mereka. Berbohong termasuk suatu perilaku merampas hak-hak orang lain. Dengan berbohong, seseorang bisa meninggalkan tugas dan kewajiban-kewajibannya. Orang lain akan mudah curiga dengan perkataan-perkataannya apabila kebohongan sudah menjadi kebiasaan. Kebenaran suatu perkataan tidak akan terbukti, kecuali melalui penelitian yang sungguh-sungguh. Ketidakjujuran juga dapat berdampak negatif pada karier seseorang. Di lingkungan kerja, kejujuran dianggap sebagai nilai penting. Jika seorang karyawan terbukti tidak jujur atau tidak dapat dipercaya, hal ini dapat menghambat kemajuan kariernya.
Banyak orang yang mengabaikan atau menyalahkan sikap jujur yang kecil karena dianggap tidak akan berdampak dalam kehidupannya. Padahal hal tersebut adalah awal atau dasar untuk sikap jujur yang lebih besar dan dampak yang lebih besar. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kejujuran adalah sebuah perbuatan yang mulia dan patut dijadikan teladan dalam kehidupan kita sehari- hari. Jadi kejujuran berarti kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan. Kejujuran juga berarti menceritakan apa adanya. Jadi jika kita melakukan kesalahan atau kejahatan kecil, besar, atau sepele, kita harus mengakuinya, apapun itu resiko atas yang sudah kita perbuat
Tidak ada bedanya kejujuran dalam dunia kerja dan rumah tangga maka sepasang suami istri harus bersikap jujur dan terbuka satu sama lain. Kejujuran merupakan salah satu kunci untuk membangun keluarga harmonis. Ketidak jujuran hanya akan menjadi bom waktu dalam rumah tangga, yang suatu saat akan meledak (Wallohu’Alam).








